
Kini usia kandungan nayla sudah beranjak 5 bulan, perutnya yang dulu datar kini sudah membentuk bulat. Bram merasa sangat bersyukur karena nayla dan calon anaknya sehat sehat saja, Rencananya sebelum lahiran Bram dan istrinya akan mengunjungi dara terlebih dulu. Karena kini dada juga sudah mengandung kembali dengan usia kandungannya yang sudah masuk 2 bulan.
Dara dan Arga sangat bahagia dengan kehamilan keduanya. Ternyata Allah telah menggantikan kesedihannya dengan sebuah kebahagiaan yang selama ini dia nantikan. Dara sangat bahagia akhirnya dia bisa merasakan mengandung kembali. Kini dia sangat berhati-hati dalam menjaga kandungannya.
Namun tidak dengan alexsa hingga saat ini dirinya juga masih belum bisa hamil. Entah karena tekanan batin dia sangat kecewa kepada vicky yang selalu plin plan dalam mengambil keputusan. Sekarang dia sedang berada di sebuah penginapan, dia malas pulang ke rumah karena di sana ada Alena yang ada tiap melihat dia bawannya selalu bikin darah tinggi.
Alexsa berjalan jalan di sekitaran penginapan tersebut, namun tak sengaja dia mendengar obrolan dari beberapa perempuan yang sedang menyebut nyebut nama Alena dan juga vicky. Apa vicky yang mereka maksud adalah suaminya, jiwa kepo dalam dirinya muncul Seketika.
Dan tidak kehabisan akal, dia juga merekam semua obrolan mereka.
"Ahahahha ternyata misi kita udah mau berjalan 6 bulan aja." Ucap Sintia temannya Alena.
"Hihi iya sin. Betah juga si Alena di tempatnya vicky." Timpal bela.
"Tau tuh, padahal kita cuma kasih pemuasan semalam buat dia, eh enggak taunya ketiban durian runtuh tu anak." Sintia dan bela cekikan bersama.
"Darah yang kau tarok di atas sprei nya dia, dapat dari mana bel." Tanya Sintia.
"Ahahaha bikin aku sakit perut kalau ngebayangin soal darah sin. Itu darah punyaku." Bela terbahak bahak.
"Punyamu gimana bel, jangan jangan itu__ ." Sintia langsung melempari bela dengan botol minuman yang ada di depannya.
Dan mereka tertawa bersama.
"Si Alena mana perawan dia. Orang udah berapa kali masuk gawang kok." Ujar bela dengan vulgar.
"Iya sih, yaudah yuk balik ke kamar. Bentar lagi cuan masuk bersih bersih sana, biar enggak apek haha." Ledek Sintia.
"Sialan kau sin." Ucap bela kepada Sintia yang sengaja meledeknya.
Alexsa sampai tercengang mendegar obrolan kedua temannya Alena yang gesrek itu. Ternyata Alena sengaja melakukan ini semua, alexsa sangat bersyukur ternyata minggat semalamnya membawa keberuntungan dalam rumah tangganya.
Dia pun segera kembali ke kamar dan melanjutkan tidurnya, agar besok dia lebih segar dalam membongkar kebusukannya Alena.
*
*
*
__ADS_1
Alexsa mengendarai mobilnya menuju jalan pulang dengan bersiul riang. Hatinya sudah tidak sabar untuk membongkar kelicikan alena, tapi dia juga harus sabar dan tidak boleh gegebah. Dia akan melihat situasi dulu sebelum bertindak, karena takutnya alena mengetahui niatnya dan gagal semuanya.
Alexsa memiliki kartu akses seperti miliknya vicky. Hanya alena yang tidak mempunyai, jadi alexsa bisa dengan leluasa keluar masuk dari apartemen milik suaminya.
Alexsa mencium aroma masakan yang ternyata milik alena yang sedang menyiapkan sarapan di dapur. Rasanya ingin sekali menjambak rambut milik alena, dia sangat muak melihat wajahnya alena yang selalu bisa membuatnya naik darah.
"Dasar istri enggak tau diri, taunya hanya kelayapan." Sindir alena yang melihat keberadaan alexsa yang asik sama Ponselnya.
Alexsa tidak memperdulikan sindiran alena, dia menganggap ucapan alena hanyalah angin yang lewat. Dirinya masih asik sama ponselnya dan sesekali tertawa sendiri, entah apa yang dilihat alexsa.
Vicky baru saja bangun dan mendapati alexsa yang sedang cekikan sendiri di atas sofa sambil melihat layar ponselnya.
Keningnya berkerut kira kira apa yang dilihat alexsa hingga bisa membuatnya cekikan seperti itu. Vicky ingin mengambil ponsel alexsa namun langkahnya terhenti saat alena memanggilnya.
"Sayang. Ayok sarapan dulu, aku udah siap masak loh." Ajak alena dengan menarik pergelangan tangannya vicky.
Vicky dan alena pun sarapan bersama tanpa ada obrolan di keduanya. Alexsa ingin mengambil selembar roti, tapi tangannya di tepis oleh alena.
"Itu punyaku, kalau mau makan belik sendiri sana." Ucap alena.
"Hei nona ngacak dong. Uang yang Anda gunakan itu berasal dari mana untuk membeli ini semua." Tanya alexsa geram.
"Suamiku cuihh. Suami orang anda hanya numpang nama, dasar enggak punya malu." Cibir alexsa dan berlalu dari sana.
Vicky hanya menggelengkan kepalanya.
Alena mengejek kepergian alexsa, dirinya merasa bodoh amat walaupun vicky adalah suami orang. Yang penting dia juga sudah bisa memiliki vicky, walaupun belum sepenuhnya sempurna.
"Sayang, masak kita enggak pernah honeymoon sih." Alena merengek manja di bahunua vicky.
"Aku masih banyak kerjaan di kantor alen." Jelas vicky.
"Pekerjaan terus yang di pikirin, kalau gini kita kapan bisa punya anaknya." Alena mengomel dengan kesal.
Vicky menghelas nafas, sifat alexsa sangat berbanding terbalik dengan Alena. Untung hari ini libur jadi vicky lebih banyak mempunyai stok sabar dan istirahat, ternyata memiliki dua istri sangat melelahkan.
Ketika makan tiba, alexsa sudah bersiap dengan rencananya. Karena dia juga sudah sangat hafal dengan kegiatan harian mereka. Pasti sebentar lagi Alena dan vicky akan ke ruang tamu untuk menonton.
Sebelum mereka masuk, dia terlebih dulu memindahkan vidio yang ada di ponselnya ke dalam flashdisk. Dan kemudian memasukkan flashdisk tersebut ke televisi yang akan mereka tonton.
__ADS_1
Begitu vicky dan Alena datang, alexsa menunggu mereka untuk duduk terlebih dulu. Kemudian menyalakan televisi dan tampaklah pemandangan yang membuat Alena jadi panas dingin dan sangat ketakutan.
Vicky menyaksikan dengan wajah yang mulai memerah dan tangan yang terkepal. Alena ingin menjelaskan namun vicky menepis semua penjelasan Alena, dirinya benar-benar sudah di bodohi.
"APA LAGI YANG INGIN KAMU JELASKAN." Teriak vicky di depan wajahnya Alena dengan nafas yang memburu.
Alexsa menyunggingkan senyum evilnya ketika melihat Alena yang sangat terpojok dengan keadaan ini.
"Sayang hiks dengarkan aku dulu penjelasan aku hiks a_aku bisa jelasin." Ucap Alena dengan isak tangisnya.
"Halah udah jelas buktinya nyata, mau ngelakuin gimana lagi kamu hah." Jawab alexsa.
"Diam kamu, ini bukan urusan kamu sialan." Teriak Alena marah.
"Kamu yang seharusnya diam dan jangan banyak lagi berkomentar. Sekarang pergi kamu dari sini." Teriak vicky dengan marah.
Alena memohon mohon pada vicky, namun sama sekali tidak di respon olehnya. Alena menatap marah ke pada alexsa yang sudah membocorkan semuanya pada vicky.
Ternyata dia lebih cerdik dari perkiraan nya selama ini. Alexsa secara diam-diam telah mencari tau semuanya sendirian.
"Mulai hari ini kamu bukan istriku lagi, aku ceraikan kamu alena." Tekan vicky dengan penuh sadar.
Alexsa menyaksikan semuanya dari balik pintu kamarnya, dia meneteskan air matanya ternyata nasip baik masih berpihak pada dirinya. Kini dia telah menjadi istri seutuhnya vicky, istri satu satunya tanpa keberadaan Alena lagi.
Alena masih terisak karena walaupun dia sudah merencanakan semua ini dari awal. Hatinya juga tidak bisa berbohong bahwa dia juga telah jatuh hati pada vicky. Karena vicky juga tidak pernah memarahinya, walaupun dirinya dan alexsa sering kali berdebat.
"Vicky aku mohon jangan ceraikan akau, aku cinta sama kamu hiks hiks maafkan aku vicky." Mohon alexsa dengan memeluk kedua lututnya vicky.
"Apa kamu pikir dengan cara kamu meminta maaf semuanya akan kembali sama. Tidak Alena gara-gara kamu aku telah menodai pernikahan ku dengan alexsa, sadar enggak kamu." Vicky menunjuk nunjuk ke wajahnya Alena dengan kesal.
Alena merasa tidak berdaya sekarang, karena misi gagal. Dan sekarang dia juga sudah kehilangan cintanya, Alena kalah ini semua adalah perbuatan alexsa.
Alena membereskan semua pakaiannya sambil menangis sesegukan, dalam hati dia akan membalas semua perbuatan alexsa.
Vicky menyugar rambutnya dengan kasar, alexsa sama sekali tidak terlihat di saat dirinya memarahi Alena. Vicky merasa malu untuk bertemu dengan istrinya setelah kejadian ini. Nyatanya alexsa benar-benar mencari tau semuanya, vicky merasa sangat bodoh di depan alexsa.
Dia pergi dari apartemen nya dan menemui beno sangat asisten.
#Bersambung
__ADS_1