
"Alhamdulillah ya sayang. Kandungan kamu baik baik saja." Arga merasa lega karena hasil USG menyatakan jika kandungan dara sehat.
"Mas aku pengen bakso urat yang ada di depan gang sana." Tunjuk dara ke ujung gang yang ada di pertigaan jalan. Kini dia dan arga sedang dalam perjalanan pulang dari rumah sakit.
"Iya mas belikan kok." Jawab Arga tersenyum manis.
Tidak ada yang lebih berharga kecuali melihat senyum kebahagiaan dari istrinya. Arga juga tidak ingin menyia nyiakan orang yang dia sayangi dan cintai.
Karena Arga sudah pernah merasakan bagaimana sakitnya kehilangan orang yang begitu di cintai.
* * *
"Gimana hasilnya ben." Tanya vicky tak sabaran.
"Ini bos. Liat sendiri aja, adegan 21+ mata saya bisa ternoda bos hehe." Jawab beni cengengesan.
"Ck. Dasar kamu ini, yaudah sini." Arga mengambil salinan dari flashdisknya dan mulai memasukkan ke laptopnya.
Ternyata apa yang dikatakan oleh alexsa benar adanya. Vicky sampai merasa bersalah sekarang, walaupun itu semua terjadi karena ulahnya alexsa.
Tapi vicky juga ikut andil dalam urusan ini. Vicky benar-benar pusing harus ngapain, malah sekarang dia juga sudah menikah dengan alena.
"Ahhh sial. Aku harus gimana sekarang."
Alena memasuki ruangan vicky masih dengan mode juteknya.
"Cepetan tanda tangan. " Ujar Alena ketus.
"Kamu kenapa lagi elen.. Kan sudah saya bilang kemaren saya enggak ngapa ngapain sama lexsa." Ucap vicky lesu, ternyata punya istri dua benar-benar membuatnya kewalahan.
"Ini kantor bukan rumah. Cepat tanda tangan saya banyak kerjaan yang lain. " vicky pun menandatangani berkas tersebut tanpa perbantahan lagi.
Alena kembali ke ruangannya. Ternyata masuk ke kehidupan vicky bukan perkara yang mudah jika ada alexsa di depannya.
Alena ingin menyingkirkan alexsa dari kehidupan vicky. Namun dia tidak tau caranya, karena alexsa bukan perempuan lemah yang seperti dia bayangkan sebelumnya.
Yang ada tiap dia ketemu sama alexsa, selalu kalah debat dan emosinya selalu naik.
'Gimana ya caranya nyingkirin si alexsa sialan itu. ' Batin Alena.
* * *
"Uhhh enaknya rebahan. Tapi bosen jugak kalau engga ada kerjaan, kira kira aku harus ngapain ya." Gumamnya alexsa.
"Telfon dara aja lah. " Alexsa memilih untuk menelpon dara.
📞"Assalamu'alaikum bestie. " Ucap alexsa semangat.
📞"Waalaikum salam. "
Alexsa terlonjak kaget mendengar suara bariton yang menjawab telponnya.
__ADS_1
📞"Eh arga ya. Maaf daranya ada. " Tanya alexsa kikuk.
📞"Dara lagi istirahat. Ada perlu apa nantik biar saya bilang."
"Siapa mas". Tanya dara dengan suara khas bangun tidurnya.
"Alexsa nelpon sayang. "
"Bawak kemari aja mas ponsel aku. " Ucap dara dari tempat tidurnya.
📞"Assalamu'alaikum lexsa. Maaf ya aku baru bangun tidur hehe. "
📞"Iya santai aja. Bestie aku suntuk di rumah, boleh enggak aku main ke rumah kamu. " Tanya alexsa.
Dara melirik ke arah suaminya. Dan arga mengangguk pelan dengan tersenyum, dia paham dengan lirikan dara.
📞"Boleh dong bestie, datang aja aku tungguin. "
📞"Tengkyu bumil cantik. Mau aku bawain apa. " Tanya alexsa antusias.
📞"Emm aku nitip rujak boleh gak. "
📞"Boleh sangat dong. Tungguin ya bye."
Tutttt panggilan telpon terputus.
"Mas kamu kenapa gak kerja."
"Mas kenapa gak bilang semalam, tau gini kan aku bisa cegah alexsa mas. "
"Udah gak usah sayang, kasian dianya. Mungkin dia lagi butuh kamu. "
"Mas aku belum mandi. " Dara merasa risih karena arga terus menciumnya.
Arga tidak memperdulikan omelan dara. Dia semakin gencar melakukan aksinya, entah kenapa semenjak kehamilan dara dia selalu ingin menikmati lubang surgawi istrinya.
Apalagi dara yang kini semakin terlihat ***** di matanya. Arga semakin tak kuat ketika mendengar suara leg*ha*n yang keluar dari bibir *****nya dara.
Dia pun segera menyerang dengan serangan andalannya. Yang bisa membuat keduanya sama sama menikmati betapa indahnya mencapai nirwana bersama.
Setelah mengeluarkan bisa yang ada pada piton nya. Kini Arga memilih untuk mandi bersama istrinya.
"Mas turunin dong."
"Enggak. pokonya kita mandi bersama pagi ini. " Tegas Arga tidak ingin mendengar penolakan.
"Ck. Dasar penjelajah lubang buaya. " Cibir dara dengan kesal.
"Hehe. Enggak papa dong buaya cantiknya punya sendiri jugak. " Jawab Arga sambil tertawa ringan.
Akhirnya aktifitas mandi mereka bertambah dengan rutinitas perg*lat*n antar keduanya. Dara benar-benar kewalahan menghadapi kep*rkas**n suaminya, Arga memang bisa membuatnya terus merasakan kenikmatan yang luar biasa.
__ADS_1
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Setelah lamaran simple tepat pada hari ulang tahunnya. Kini bram dan nayla akan melangsungkan pernikahan mereka. Keduanya sama-sama telah mendapatkan restu dari orang tuanya nayla, dan insyaallah lusa mereka akan resmi menjadi suami istri.
"Mas. Aku sangat bahagia karena akhirnya kita akan menikah." Ujar nayla dengan senyum bahagianya.
"Iya nay. Mas juga sama bahagianya semoga semuanya lancar ya. "
"Amin."
Mereka sedang menikmati hari mereka berdua, sebelum besoknya nayla akan di pingit oleh orang tuanya.
"Mas. Dara bakalan hadir gak di pernikahan kita. " Tanya nayla.
"Mas gak tau nay. Apalagi dia sedang hamil, kita jangan terlalu berharap ya. " Bram memberi pengertian pada nayla.
* * *
Dara sangat senang akhirnya abang semata wayangnya akan melangsungkan pernikahan sebentar lagi. Dia juga tidak ingin melewatkan momen bahagia ini, dara sangat antusias untuk mempersiapkan keberangkatannya ke Indonesia malam ini.
Mereka akan memberikan surprise untuk abangnya.
Tepat pukul 11:00 pagi, dara dan suaminya mendarat di Indonesia. Semenjak turun dari pesawat hingga sekarang, dara tidak henti hentinya menebar senyuman karena hatinya sangat bahagia. Bahkan dia sudah tidak sabar untuk ketemu dengan abangnya.
"Suprise." Teriak dara dari pintu utama ketika melihat sang abang yang lagi menatap sebuah bingkai foto di tangannya.
Seketika bram menoleh dan langsung tersenyum bahagia. Dara terus berlari ke pelukan abangnya dengan menangis haru.
"Hiks aku kangen abang hiks hiks. " Dara menangis dalam pelukan abangnya.
"Abang juga kangen kamu dek, jangan nangis lagi. Masak calon ibu cengeng sih. " Goda bram.
Kini arga berganti memeluk bram dengan apa cowok.
"Apa kabar brother. " Tanya arga.
"Abang baik ga. Calon bapak makin keren aja. " Arga tersenyum malu menanggapi celotehan bram.
Kini pandangan dara beralih ke sebuah bingkai foto yang ada di atas sofa.
"Abang liatin foto apa. " Tanya dara penasaran, tanpa menunggu jawaban dari bram. Dara mengambil bingkai foto tersebut dan melihatnya dengan bola mata yang kembali berkaca kaca.
"Hiks hiks mama papa. " lirihnya pelan dengan suara isak tangis yang mulai terdengar.
"Sayang udah ya. Jangan nangis terus kasian loh babynya juga ikutan sedih. "
"Mas." Dara memeluk arga sambil menumpahkan tangisnya yang sedari tadi dia tahan.
"Dek. Abang bahagia dengan hadirnya kalian, terimakasih udah mau luangin waktu buat hadir". Ucap bram dengan rasa bahagianya.
Arga dan dara juga merasa sangat bahagia dan juga lega.
__ADS_1
#Bersambung