
Kini hal yang di harapkan alexsa hampir terwujud, sebentar lagi setelah akad nikah selesai dan para tamu undangan mengucapkan kata 'sah' secara bersamaan. Alexsa resmi menjadi istrinya vicky, hatinya sangat bahagia karena akhirnya pengorbanan yang dia lakukan selama ini tidaklah sia sia.
Alexsa tidak henti hentinya menebarkan senyuman ke seluruh tamu undangan. Hatinya sedang berbunga-bunga saat ini apalagi vicky yang selalu setia menggenggam jemarinya dengan lembut dan selalu tersenyum hangat saat menatapnya.
"Terimakasih untuk semuanya honey aku sangat bahagia" bisik alexsa kepada vicky.
"It's okey honey, now you're mine" vicky menekankan kata katanya, namun alexsa hanya membalas dengan senyum penuh cinta tanpa menaruh rasa curiga.
Disaat para tamu undangan mulai memberi ucapan selamat kepada mereka. Vicky di kejutkan dengan kedatangan dara beserta sang suami.
"Selamat vic akhirnya nyusul jugak" ucap arga memberi ucapan selamat kepada vicky.
Vicky tercengang dengan kehadiran arga beserta istrinya yang tak lain adalah dara mantan kekasih terindahnya dulu. Dan yang membuat vicky penasaran kenapa dara malah biasa saja ketika melihatnya bersanding dengan perempuan lain! ternyata benar dara memang sudah melupakannya.
"Alexsa happy wedding, wish you all the best" ucap dara dengan menebarkan senyuman terbaiknya.
Dara menghadiri pesta pernikahan mereka dengan balutan dress mewah dan elegan, apalagi efek hormon kehamilannya yang semakin membuat dia bersinar dan cantik.
Vicky menatap kagum ke arah dara, auranya dara benar-benar sangat memukau. Dara seakan mengerti dengan tatapan vicky, namun dia tidak memperdulikannya malahan dara menarik lengannya arga dan menggandeng mesra lengan suaminya.
"Hei tuan vicky selamat ya, semoga cepat di beri momongan" ucap dara pada vicky.
Vicky hanya diam karena tidak tau harus menjawab seperti apa, hati dan pikirannya benar-benar tidak sejalan saat ini. Aura kecantikan dara membuatnya blank dan seakan bumi berhenti berputar saat ini.
"Vic vicky! hei kok melamun sih honey? " alexsa melambaikan tangannya di wajah vicky.
"Iya dara do'ain ya semoga kita cepat diberi momongan hehe" ucap alexsa dengan bahagia.
"Amin, do'ain juga semoga kandungan ku sehat" bisik dara pada alexsa namun masih bisa di dengar oleh vicky.
Deg!!! hati vicky benar benar panas pikirannya semakin tidak karuan, dara hamil? apa dia tidak salah dengar?? walaupun nyatanya dara memang sudah menikah, namun vicky masih tidak percaya dengan semua ini. Tapi dengan kabar kehamilannya dara saat ini, ternyata vicky memang harus segera move on.
Vicky mengatur pernapasannya dengan perlahan sebelum membalas ucapan selamat dari mereka.
"Hei arga maaf soal kejadian waktu itu, thanks buat kedatangannya" vicky berusaha tersenyum dan menghilangkan segala rasa canggung nya.
__ADS_1
"Okey aku ngerti, semoga pernikahannya langgeng ya" ucap arga lagi.
"Amin, silakan nikmati acaranya".
Arga merangkul pundak istrinya dan berlalu dari sana. Selepas kepergian mereka vicky baru bisa bernapas lega, hatinya tidak sanggup jika harus terus-menerus melihat kemesraan arga bersama istrinya.
* * *
Malam pertama adalah malam yang paling di tunggu oleh setiap pasangan yang baru menikah, apalagi perempuan yang serba harus sempurna di saat ingin melayani orang terkasih nya. Begitu juga dengan alexsa yang sedang memilih milih lingerie mana yang harus dia pakai malam ini, dia ingin tampil cantik dan seksi di depan suaminya nanti.
" Aku pakai yang mana ya? ya walaupun ini jadi yang kedua tapi kan sama aja ini tetap yang paling mengesankan" gumam alexsa yang sudah tidak sabar ingin segera tampil cantik di depan vicky.
Begitu pintu kamar terbuka alexsa tersenyum hangat menyambut kedatangan suaminya. Dia berjalan ke arah vicky dengan anggun bermaksud ingin merayu suaminya. Namun hal yang tak terduga terjadi, semua hayalan indah alexsa lenyap begitu saja.
"Jangan menyentuh ku" ucap vicky dengan menekankan kata katanya.
Deg! alexsa mundur beberapa langkah karna begitu terkejut dengan ucapan vicky.
"Honey maksudnya apa " tanya alexsa sendu, tenggorokannya sampai tercekat karna berusaha menahan air matanya agar tidak merembes.
"Baca, dan tanda tangan sekarang" ucap vicky tanpa basa basi.
Alexsa mengambil mapnya dan membaca seluruh isinya. Air mata yang sedari tadi dia tahan akhirnya keluar tanpa permisi.
"Mm maksud nya i ini apa??" tanya alexsa dengan suara terputus.
"Asal kamu tau lexsa pernikahan ini bukan keinginan ku, tapi keinginan kamu jadi apapun konsekuensinya kamu harus Terima".
" Vicky kamu jangan gila, aku bukan mainan kamu tidak seharusnya kamu membuat perjanjian konyol seperti ini vicky" teriak alexsa dengan marah sambil menangis.
"Konyol kamu bilang?? kamu yang harusnya berpikir sebelum menjebakku ke dalam permainan konyol yang kamu buat".
" Vic aku melakukan semua itu karna aku cinta sama kamu" teriak alexsa menggebu-gebu.
Cuiihh vicky meludah.
__ADS_1
"Ck!!! cinta?? asal kamu tau alexsa aku dari dulu sampai sekarang tidak pernah sekalipun cinta sama kamu".
" Aku dekat dan menerima kamu itu hanya karena paksaan kedua perusahaan yang sedang menjalankan kerja sama itu aja gak lebih".
Ucapan vicky saat ini benar-benar membuat hati alexsa semakin terluka. Alexsa memegang dadanya yang sangat sakit dengan ucapan vicky.
"Jangan sok merasa paling tersakiti, disini aku juga korban jebakan kamu".
" Jadi sekarang tanda tangan surat perjanjian itu, dan jangan pernah coba coba kabur atau melaporkan kejadian ini pada siapapun atau kamu tau sendiri akibatnya " ancam vicky penuh penekanan.
Alexsa menerima sodoran map tersebut dari vicky dan langsung menandatangani nya.
"Good Girl" ucap vicky dengan mengelus rambut alexsa.
"Kamu jahat vicky" ucap alexsa sebelum akhirnya dia masuk ke kamar mandi dan menumpahkan segala rasa sedihnya dengan menangis sejadi-jadinya.
Vicky hanya tersenyum sinis menatap kepergian alexsa yang masuk ke kamar mandi. Hatinya sudah tertutup dengan rasa iba karena hilangnya cinta dari kekasih masa lalunya.
Vicky mengambil map tersebut dan menyimpan di brankas pribadinya.
Dia bahkan tidak perduli dengan keadaan alexsa. Baginya sekarang ucapan cinta adalah kebencian yang tertunda, hatinya sudah beku dengan yang namanya cinta. Vicky menaiki kasur dan memilih tidur tanpa memikirkan bagaimana keadaan hatinya alexsa yang sudah dia sakiti dengan ucapannya.
Puas menangis alexsa keluar dari kamar mandi dan berjalan pelan mendekati sofa yang ada di kamar mereka.
Alexsa memilih tidur di sofa dari pada harus tidur bersama lelaki yang tidak punya hati seperti vicky.
"Bagus kalau kamu tau diri, tidak seharusnya kamu tidur di kasur ku" ucap vicky tanpa melihat ke arah alexsa yang sudah hampir ingin menangis lagi.
"Aku juga gak sudi tidur satu kasur dengan lelaki yang tidak punya hati seperti kamu" ucap alexsa tak mau kalah.
"Begitu lebih baik" balas vicky.
Aku harus sabar ini adalah pilihanku, sabar lexsa kamu pasti bisa, jangan lemah ini baru permulaan, kalahkan rasa sakitmu dengan rasa cinta yang kamu punya. Alexsa menyemangati diri sendiri dalam hati.
#Bersambung
__ADS_1