
Perceraian memang bukan ujung dari semua masalah, namun terkadang semua itu harus di lakukan untuk menghindari masalah tersebut. Banyak sebab yang menyebabkan sebuah perpisahan itu terjadi, namun yang sangat sulit bagi wanita memaafkan adalah sebuah pengkhianatan.
Jika seseorang mudah berkhianat, maka seterusnya dia akan seperti itu. Sekali berbohong maka kebohongan selanjutnya akan menunggu.
Hanya jalan pintas yang selalu terbesit dalam pikiran kita pada saat itu, mempertahankan memang bisa hanya hati yang tidak sejalan. Untuk apa memilih bertahan jika hati dan pikiran sudah tidak sama, hanya akan masalah baru yang akan datang.
Cuaca di pagi ini sangatlah mendung, bahkan rintik-rintik hujan mulai berjatuhan satu persatu. Dara berpikir jika alam juga sedang bersedih sama seperti dirinya yang kini sangat gelisah dengan keputusan yang telah dia ambil.
"Bismillah." Dengan sekali tarikan nafas dia masuk ke dalam mobil dan segera melesat ke kantor pengadilan agama.
Tak berselang lama akhirnya dia sampai sebelum arga. Glen telah standby di depan mobilnya sambil melambaikan tangan ke arahnya.
Dara segera menghampiri glen dengan perasaan cemas, glen menganggukkan kepalanya untuk meyakinkan dara.
"Bang bram hadir." Dara menggeleng lemah.
"Belum ada yang tau tentang perceraian ini glen, hanya aku, kamu dan mas arga saja." Jelasnya.
"Baiklah, tapi setelah ini aku mohon bicarakan permasalahan kamu dengan bang bram oke." Dara mengangguk.
Mereka pun masuk ke dalam karena sidang akan segera di mulai, dara segera mengambil tempat duduknya. Namun ada rasa cemas yang Menyelimutinya karena kursi yang akan di duduki oleh arga masih kosong tak berpenghuni.
Glen berusaha meyakinkan dara jika arga akan datang dah sidang akan segera di mulai, dara meremas kedua jarinya karena sangat gelisah.
"Mas arga kemana ya." Gumam dara yang masih merasa cemas.
__ADS_1
Yang mulia hakim dan yang lainnya telah memasuki ruang sidang, dara semakin di buat takut dah gelisah.
"Maaf saya terlambat." Dara bernafas lega ternyata arga hadir tepat waktu.
Sidang pertama di buka dan berlangsung selama setengah jam lamanya. Banyak Pertayaan hakim yang mengarah kepada arga, dara hanya memeberikan bukti untuk mempermudah sidangnya.
Dia tidak ingin bila masalah ini semakin berlarut dah dirinya akan semakin tersiksa, hakim menerima semua permintaan dara hingga akhirnya final sidang akan di lanjutkan dua hari lagi.
Sidang hari ini telah di tutup, dara sedikit lega dah merasa tenang.
"Apa kamu puas." Dara melihat ke arah arga.
"Menurut kamu mas."
"Tidak semua masalah harus berujung seperti ini dar, banyak cara lainnya yang belum kita coba."
"Oke, semoga kamu bahagia." Arga meninggalkan dara dan pergi menuju mobilnya.
Sebenarnya dia juga sangat terluka dan terpukul dengan keadaan ini, namun semuanya telah terjadi.
"Kenapa harus begini hiks, sakit sekali rasanya melepaskan orang yang masih kita cintai." Dara juga sangat terpukul dengan pilihannya ini, namun hatinya juga akan semakin sakit bila masih mempertahankan arga sebagai suaminya.
"Maafkan mama nak."
Glen hanya bisa menyaksikan dari kejauhan kesedihan yang di alami oleh dara, ingin sekali dia memberikan kekuatan untuknya. Namun dara masih tidak ingin untuk di ganggu oleh siapapun, Glen pun harus mengharapkan keputusannya.
__ADS_1
Dara ingin menemui abangnya dan menceritakan semuanya, rasanya juga tidak kuat bila tidak ada tempat untuk mengadu.
"Hiks hiks kenapa sesakit ini ya Tuhan, kenapa harus sesakit ini." Dara tidak kuasa menahan tangisnya, rasanya masih seperti mimpi.
Baru kemaren putra putrinya lahir dah sekarang dia harus berpisah dengan suaminya. Pasti hati kedua anaknya juga akan terluka bila mereka mengerti dengan keadaan ini.
Dara tidak sanggup bila brian dah bella akan terus menanyakan tentang papanya, dia masih bingung harus memberikan jawaban yang seperti apa.
Tidak ingin larut dalam kesedihan dia memilih mampir ke makam anaknya, dara semakin sedih saat melihat makam kecil milik anaknya.
"Hiks hiks mama kangen sayang, do'akan mama ya nak agar bisa kuat menghadapi semua ini."
"Mama rapuh sayang mama lemah. Hiks hiks kenapa papa harus menyakiti hati mama, dulu dia sangat mencintai dan menyayangi mama. Tapi sekarang papa sudah berbeda dia selalu menyakiti mama dengan perlakuannya."
Dara mencium nisan anaknya dengan perasaan yang tak menentu, rasa kehilangan masih membekas dalam hatinya.
Dan kini dia harus menghadapi masalah baru lagi, dia harus lebih tegar dan sabar dari sebelumnya.
Walaupun melepaskan adalah pilihan akhirnya, namun yang namanya hati tetap tidak bisa untuk di bohongi.
Kini dirinya kembali di sakiti oleh lelaki yang berbeda, namun dengan status yang lebih miris.
Walau materi sangat tercukupi namun yang namanya kasih sayang tetap tidak bisa untuk di beli.
**Marhaban Ya Ramadhan 🙏🙏🕌
__ADS_1
#Bersambung**