Suami Pilihan Abang

Suami Pilihan Abang
Misi karina


__ADS_3

Arga masih sibuk mengikuti meetingnya, walaupun tidak terlalu konsen namun dia juga harus bisa bersikap profesional. Begitu meeting selesai arga melepas jenuh sesaat apalagi pikirannya sangat kacau karena sudah dia hari tidak bertemu dengan keluarga kecilnya.


Dia membuka ponselnya untuk sekedar melihat foto keluarga kecilnya, hatinya kembali berdenyut saat mengingat malam pemergokan yang di lakukan dara. Betapa sakit dan hancurnya hati dara saat itu, arga merasa kehilangan arah dan tujuan hidup dia benci pada dirinya sendiri.


"Maaf Pak ini kopinya."


"Oh iya terimakasih." Setelah meneguk abis kopinya arga ingin beranjak pergi, namun dia juga bingung harus kemana mau menemui istri dan anak anaknya dia takut bila dara akan semakin marah padanya.


Karina sengaja berdiri dan terlihat seperti sedang mengambil sebuah objek di sampingnya arga. Dia juga merasa abai dengan kehadiran arga di sana kehadiran arga seolah olah tidak terlihat.


"Ngapain kamu ke sini hah." Tegur arga dengan geram namun masih tidak di respon oleh karina, dia malah keluar dari sana dan mencari objek lain di luar.


Karina malam mengambil gambar burung-burung dan pemandangan yang ada di depannya. Karena kebetulan cafe tersebut berdekatan dengan danau yang sangat indah dan masih asri.


Arga ingin menyangkal jika yang dilihatnya adalah karina bukan dina, namun hatinya tidak rela bila meninggalkan karina begitu saja. Dia pun menemui karina yang sedang mengambil gambar di tepi danau, dia ingin marah tapi tidak bisa karena wujudnya karina saat ini sangat persis seperti penampilan dina. Sudah beberapa kali arga menepuk pipinya sendiri untuk menyadarkan dirinya sendiri, namun masih sama yang berdiri di depannya saat ini adalah orang yang sangat mirip dengan mantan kekasihnya dulu yaitu dina.


"Dina apa kamu benar dina." Karina tersenyum sinis namun dia pura-pura tidak mendengar.


"Enggak kamu pasti karina, maksud kamu apa karin. Kenapa kamu berpakaian seperti ini hah." Arga seperti orang bodoh namun berhasil membuat karina sedikit puas.

__ADS_1


"Kamu tuli ya, maksud kamu apa berpakaian seperti dina hah."


"Kamu bisa sedikit santai gak bicaranya." Ketus karina.


"Kamu yang seharusnya mikir, maksudnya apa ini." Arga menarik narik baju yang karina pakai.


"Salahnya dimana kalau aku memakai stylenya aku sendiri, urusannya apa sama kamu hah. Dina dina siapa itu dina jangan banding bandingin aku sama perempuan lain ya cukup sama istri kamu aja." Balas karina dengan wajah yang dia buat semarah mungkin.


"Jangan berlagak polos karin, kamu ya kamu gak akan sama seperti dina. Aku sangat mengenal jelas siapa itu dina, siniin kameranya." Arga ingin mengambil paksa kameranya karina, namun segera di tepisnya.


"Jangan pernah menyentuh benda berharga milikku." Ketusnya dengan mata melotot sehingga membuat Arga mundur sekangkah.


"Untuk menyenangkan hatiku yang sedang terluka, karena sebuah objek tidak akan bisa berbohong tidak seperti manusia yang hanya bisa berjanji namun sangat mudah mengingkari." Kata kata karina berhasil membuat Arga terpaku, dia kembali mengingat kenangannya beberapa tahun lalu. Jawaban tadi sama persis seperti jawaban yang di berikan oleh almarhumah dina.


"Enggak mungkin, enggak, ini gak mungkin." Arga terduduk lemas di lantai sehingga membuat karina tersenyum sinis.


"Bagus rasakan kamu mas, ini pembalasan buat kamu." Gumam karina.


Perlahan namun pasti, arga mulai mendekati karina kembali. Namun kali ini karina menolak untuk di sentuh oleh arga, dia ingin melihat sejauh manakah arga akan mengejar cinta lamanya. Karina masih asik mengambil beberapa potret gambar yang ada di sekelilingnya. Arga setia mengikutinya karina dari belakang, bahkan tak segan dia juga membelikan minuman bahkan cemilan untuk karina.

__ADS_1


Karina hanya melihat dengan ekor matanya. Ternyata arga benar-benar mencari cara untuk mendekatinya.


"Aku udah beliin kamu minuman sama cemilan. Ayok di makan dulu ini kesukaan kamu loh." Arga mencoba membuka obrolan.


"Aku lagi sibuk kamu aja yang makan." Tolak karina yang membuat Arga lemah.


"Aku suapin, aaa." Arga menyuapi karina cemilan, dengan senang hati dia memakannya.


"Aku antar pulang ya, kebetulan aku libur besok."


"Oke." Karina akhirnya mengiyakan dan mereka pulang ke apartemennya karina.


Dia sampai melupakan istrinya yang sedang berada di rumah abangnya. Arga memang sedang buta akan mendiang mantan kekasihnya dulu, sehingga dia melupakan anak anaknya yang sedang menunggu untuk di jemput pulang.


Karina tidak hanya diam saja, dia akan mengambil kesempatan. Dengan begini dia bisa leluasa menguasi Arga malam ini, sudah lama dia merindukan belaian hangat seoarang pria. Dan mumpung Arga sedang bersamanya dia tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Dia sengaja memakai sebuah lingerie seksi untuk menggoda Arga, Arga yang sudah lama tidak mendapatkan sentuhan manja dari istrinya pun seperti mendapatkan angin segar.


"Kamu sangat seksi sayang, come on baby." Karina mendekat dan terjadilah pergelutan panas antara keduanya.


#Bersambung

__ADS_1


__ADS_2