Suami Pilihan Abang

Suami Pilihan Abang
Perdebatan


__ADS_3

Malam ini arga menginap di rumahnya karena permintaan dari anak anak, dia juga tidak tega terus terusan memberi mereka harapan yang tidak pasti. Dia juga pusing karena istri mudanya tidak mengizinkan dia untuk pulang ke rumahnya.


"Sayang aku pulang demi anak anak." Bujuk arga pada karina.


"Tau ah aku males, kapan sih kamu pisahnya sama dia." Karina tidak rela jika arga masih pulang kerumahnya dara.


Arga tercengang mendengar permintaan karina, hati kecilnya berdenyut dan terasa perih.


"Aku pergi dulu, kamu hati hati dirumah." Setelah mengecup keningnya karina dia segera keluar dan masuk ke dalam mobil.


Arga kembali merenungkan ucapan spontan karina tadi, hati kecilnya tidak Terima jika dia harus melepaskan dara. Jauh dari lubuk hatinya dia masih sangat mencintai dara, hanya saja setelah kejadian tidak mengenakkan waktu itu membuat hubungan keduanya terasa renggang.


"Bercerai." Gumam arga dengan suara paraunya.


Dia menggelengkan kepalanya mencoba untuk menepis segala pikiran buruk yang ada dalam otaknya.


Tiba dirumah ternyata kedua anaknya telah menunggu kedatangan arga di ruang tamu, bella segera berlari memeluk papanya.


"Papa." Teriak bella dan melompat ke arah arga.


"Hei princess papa, apa kabar kamu sayang." Arga menggendong bella dan membawanya duduk di samping brian.


"Hai pa." ujar brian tersenyum.


"Hei boy kalian udah makan." Mereka menggeleng serentak.


"Loh kenapa belum makan hm." Tanya Arga heran padahal sekarang sudah jam 09 malam.


"Kita sengaja nungguin papa pulang dulu, soalnya kita udah lama gak makan bareng sama papa." Hati Arga terasa sakit mendengar ucapan dari putrinya.

__ADS_1


"Iya pa, abisnya papa sibuk kerja terus sih." Bella memonyongkan bibirnya.


"Maafin papa ya, ayok kita makan sekarang biar papa yang suapin." Brian dan bella saling melirik dengan tersenyum senang.


"Horee ayok kak kita makan sama papa." Dengan senangnya bella menarik tangan brian dan membawanya ke meja makan.


Di sela sela makan Arga mencoba untuk melihat sekitar, dia seperti merasa ada sesuatu yang kurang. Pas tersadar ternyata dara tidak ikut makan bersama mereka, Arga pun menghela nafas pelan.


"Mana kemana sayang."


"Mama sakit pa, tadi cuma makan bubur aja." Arga kaget mendengar pengakuan putranya, sekejam inilah dirinya sekarang.


Arga begitu tersentil dengan keadaan ini, sampai istrinya sakit pun dia tidak tau. Dia baru sadar jika selama ini dia bahkan tidak pernah menelpon istrinya lagi.


Dengan sedikit terburu buru dia menyuapi kedua anaknya, pikirannya hanya tertuju kepada dara.


"Nak kalian lanjut makan sendiri boleh, papa mau liatin mama dulu." Bella dan brian pun mengangguk patuh.


Dilihatnya dara yang sudah tertidur dengan wajah pucat dan terlihat sangat kelelahan. Arga mengusap lembut kening istrinya, tanpa terasa air matanya ikut menetes melihat kondisi sang istri yang sekarang.


"Hiks hiks apa aku begitu keterlaluan. Kenapa semua ini harus terjadi ya Tuhan, kenapa aku bisa berpaling darinya." Arga merenungi kesalahannya sendiri saat melihat betapa lemahnya wajah sang istri.


Dara terbangun saat merasakan seperti ada sesuatu yang jatuh di atas wajahnya, perlahan dia membuka matanya. Dia langsung bangun dan meringsut ke samping saat melihat kehadiran suaminya.


"Kenapa pulang." Arga hanya menatap kosong ke arah dara.


"Pergi kamu saya mau istirahat." Arga mendekati dara dan langsung memeluknya.


"Lepas mas, lepasin. Jangan sentuh aku pergi kamu lepasin." Dara meronta ronta dalam pelukannya Arga.

__ADS_1


"Enggak sayang hiks hiks biarkan dulu seperti ini, maafkan aku sayang."


"Lepas mas jangan sentuh aku, kamu jahat kamu pengkhianat." Arga tidak memperdulikan cacian dara dia masih memeluk dengan erat.


"Hiks hiks hiks lepasin mas, sekali lagi aku bilang LEPASIN AKU." Dara menekan ucapannya hingga membuat Arga melepaskan pelukannya.


Mata Arga terlihat memerah karena habis menangis, dia menatap dalam kedua bola matanya dara. Dia bisa melihat jika dara memendam kebencian yang begitu dalam untuk dirinya, sudah tidak ada lagi tatapan memuja dan cinta untuk dirinya.


Perlahan Arga menunduk dan menahan sesak dalam hatinya, melihat sirat kebencian dari tatapan matanya dara. Dari tatapan tersebut membuatnya rapuh dan menyesali perbuatannya, Arga kalah dalam memperjuangkan rumah tangganya.


"Pergi kamu." Teriakan dara membuat arga memejamkan matanya.


"Please maafkan aku." Tutur arga lemah menahan sesak dalam hatinya.


"Aku bilang pergi, jangan pernah kembali lagi karena aku tidak sudi memiliki seorang suami pengkhianat seperti kamu."


Arga sangat tertampar dengan ucapan dara, dia tidak bisa menjawab dan mengucapkan sepatah katapun. Ternyata akibat dari perbuatannya akan seperti ini, rasanya masih seperti mimpi.


Dulu rumah tangga mereka sangat damai bahkan mereka sangat jarang berselisih. Tapi sekarang semuanya akan berakhir arga tidak sanggup membayang semuanya. Dia masih ingin bersama dara, dirinya begitu bodoh karena terhasut dengan masa lalu.


Nyatanya sekarang kehidupan masa depannya yang akan menjadi taruhan, tidak sanggup menahannya sehingga air matanya berhasil lolos dari pelupuk matanya.


Dara tidak perduli dengan arga dia bangun dan mendorong arga untuk keluar, dia masih belum sanggup untuk berhadapan dengan suaminya.


Hatinya akan kembali sakit dan terluka jika mereka bertemu dan bertatap muka.


**Semuanya maaf untuk update yang tertundaπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ˜


Author baru sembuh dari sakitπŸ˜“πŸ˜©,

__ADS_1


#Bersambung**


__ADS_2