
Vicky berangkat ke kantor di ikuti oleh kedua istrinya. Saat akan memasuki mobil, alexsa lebih dulu menyalip Alena supaya dia bisa duduk berdampingan dengan suaminya. Alena benar-benar kalah cepat sama alexsa, dia pun memilih duduk di jok belakang sambil menggerutu pelan.
"Jangan berucap dalam hati. Langsung aja komplen kalau gak suka". Ujar alexsa seakan dia tau isi hatinya alena.
" Kalian bisa gak jangan bertengkar terus ". Ucap vicky geram.
" Dia tu yang suka nyinyir ". Jawab alena kesal.
'Awas kamu alexsa, liat aja nantik. Apa kamu pikir aku gak berani sama kamu. Jangan salah ya'. Alena bermonolog dalam hati.
Alexsa menyuruh vicky mengantarkannya ke cafe yang akan menjadi tempat ketemuannya dia bersama dara. Dan vicky pun mengantarkan alexsa tanpa perdebatan lagi, karena kantornya pun searah dengan cafe tersebut.
"Makasih honey, cup". Alexsa mengecup bibir vicky dengan berani di depan Alena.
Vicky terkejut dengan tingkah absurd sang istri pertamanya. Sedangkan Alena hanya menatap kesal ke arahnya, alexsa mengerlingkan matanya di saat tatapannya tak sengaja melihat Alena yang juga sedang menatap ya.
" Kalau iri bilang dong, diem mulu dari kemaren. Honey kalau carik istri baru yang pinteran dikit dong, masak iya pajangan murahan kamu bawak ke rumah". Alexsa berkata pedas.
Muka Alena benar-benar merah padam saat ini. Alexsa lama kelamaan makin melunjak untuk menghinanya.
"Jaga omongan kamu ya alexsa". Tegur Alena yang sangat geram melihat tingkahnya alexsa yang semakin menjadi jadi.
" Ups bisa ngomong rupanya, kirain bisu hihi ternyata konslet pita suaranya ". Ejek alexsa sebelum keluar dari mobilnya vicky.
Alena juga keluar dari mobil, dan masuk ke jok depan. Sebelum masuk dia sempat melirik alexsa dengan ekor matanya, mulut alexsa benar-benar sangat berbisa ternyata. Karena terburu-buru dia memilih masuk ke mobil dan segera menyuruh vicky untuk meninggalkan tempat ini.
"Vic, pokoknya aku gak mau ya tinggal satu rumah sama perempuan itu". Alena akhirnya mengutarakan isi pikirannya.
"Alexsa jangan di dengerin, udah jangan bahas itu lagi. Kita udah sampek ini". Vicky menyuruh Alena untuk segera turun dari mobilnya, sebelum ada yang melihat.
Alena pun turun sambil terus menggerutu karena kesal dengan alexsa, dan sekarang di tambah lagi sama vicky. Karena di kantor mereka harus kucing kucingan biar tidak ada orang yang curiga.
__ADS_1
" Enggak di rumah, enggak di kantor. Pokoknya sama sama bikin kesel ih". Alena menghentakkan hentakan kakinya di lantai.
* * *
Dara dan alexsa kini sedang memesan makanan dan juga minuman untuk mereka berdua. Alexsa sangat suka melihat wajah dara yang begitu tenang, manis juga teduh saat di pandang. Dia sampai senyum senyum sendiri saat memandang wajahnya dara.
"Kenapa sih". Tanya dara merasa aneh dengan tingkahnya alexsa.
"Hehe kamu cantik banget ya dar, aku aja betah gini ngeliatin kamu". Ucap alexsa jujur.
" Apa sih jangan aneh aneh loh ya ". Ucap dara sambil terkekeh karena merasa lucu sama omongannya alexsa.
" Iya serius dara, kamu memang perfect. Pantesan vicky susah move on ". Sekarang wajahnya alexsa murung seketika saat mengingat kenyataan hidupnya yang sedikit ironis.
" Jangan bahas itu lagi, sekarang kan dia udah jadi milik kamu". Jawab dara.
"Hiks hiks aku sedih dar, hiks vicky jahat dara". Alexsa akhirnya menumpahkan segala rasa sesak yang sudah dari semalam dia tahan tahan.
Dara pun begitu terkejut dengan perubahan sikap alexsa. Kenapa tiba-tiba dia sampai menangis, apakah ada yang salah sama ucapannya.
"Vicky dar hiks vicky semalam bawa istri barunya kerumah hiks hiks aku sedih dara, dari semalam aku tahan tahan. Dan baru sekarang aku bisa meluapkan rasa sedih ku". Ucap alexsa di sela tangisnya.
Dara mendekati alexsa dan segera memeluknya. Dia menepuk-nepuk pelan bahunya alexsa agar dia sedikit merasa lebih tenang.
" Ayok cerita dulu ada apa".
Dan alexsa pun mulai menceritakan semuanya tanpa ada yang terlewatkan. Dara mendengarkan semua keluh kesah alexsa dengan tenang.
"Ternyata kurang ajar juga ya si vicky, kamu harus kuat ya lexsa. jangan mudah menyerah tunjukin kalok kamu bisa, pokonya jangan mudah menangis di depan mereka". Dara memberi semangat untuk alexsa.
" Dar, kamu kan lebih tau gimana vicky. Boleh ya ceritain dikit aja tentang sifatnya dia". Pinta alexsa pada dara.
__ADS_1
"Emm boleh kok". Dan dara mulai menceritakan tentang bagaimana karakter sesungguhnya seoarang vicky.
" Makasih ya dar, udah mau luangin waktunya buat aku". Ucap alexsa begitu senang dengan adanya dara sebagai teman curhatnya.
"Sama sama, boleh kali ya kita bestian". Ucap dara yang juga di angguki oleh alexsa. Dan mereka tertawa bersama karena merasa lucu dengan candaan ringan mereka.
" Emang nama istri barunya siapa sih". Tanya dara penasaran.
"Alena" . Jawab alexsa cepat. Dara yang lagi minum pun jadi tersedak mendengar nama Alena di sebut.
"Alena, kamu gak salah nama lexsa". Tanya dara memastikan.
" Pelan pelan dar, kenapa melotot gitu. Seram ya namanya". Tanya alexsa cekikan.
"Aku kayak merasa familiar gitu sama namanya. Em itukan client nya mas arga loh lexsa, nah aku ingat sekarang dia juga pernah tau mau godain mas arga". Jelas dara saat mengingat beberapa hari yang lalu.
" Beneran kamu. Emang sih dia ulat bulu, nempel di mana-mana ". Alexsa begitu geram jika mengingat nama Alena.
" Kerjain aja sampai dia kapok, jangan mau kalah sama istri simpanan kayak dia". Ucap dara.
"Vicky kenapa bisa sampai nikah sama dia cobak. Apa ada unsur lain atau apa gitu". Tanya dara penasaran.
" Aku belum tau dar, nantik bakal aku tanyain ke vicky ".
" Pokoknya kamu jangan pernah sungkan kalau mau curhat sama aku oke. Kamu harus kuat pokonya, ingat jangan pernah main fisik. Cukup gunain otak aja buat berfikir ". Ujar dara memberi peringatan agar alexsa bisa lebih pintar dalam bersikap.
" Makasih bestie, yaudah yuk makan dulu. Bosen juga ngebahas dia mulu". Dara tersenyum melihat tingkah alexsa yang sangat mudah melupakan kejadian yang baru saja di alaminya.
Alexsa memang perempuan yang tangguh, dan dia juga bukan perempuan yang suka memendam masalah. Jika ada tempat untuknya bisa berkeluh kesah, maka dia akan membagi segala rasa sedihnya dan setelah menceritakan semua kisah peliknya.
Perasaannya sedihnya juga akan berkurang, apalagi jika ada yang memberinya motivasi. Maka semangatnya pun akan semakin bertambah. Dara juga sama senangnya karena bisa mempunyai teman yang unik seperti alexsa, dia juga merasa lucu melihat perubahan sikapnya alexsa yang seperti anak kecil. Cepat sekali berganti moddnya, layaknya anak kecil yang nangis karena meminta permen, namun disaat dia mendapatkan mainan baru. Maka masalah permen yang dimintanya tadi pun akan dia lupakan.
__ADS_1
Tak semua kisah akan berakhir sama, dan tak semua cerita akan berakhir sempurna.
#Bersama