
Masih seperti biasanya mereka saling diam dan tidak saling menyapa. Arga kehabisan akal untuk berpikir dia juga tidak mungkin meninggalkan karina begitu saja. Hatinya telah bercabang dengan adanya cinta lain yang bersarang.
Pagi pagi sekali setelah selesai membereskan segala keperluan untuk anak anaknya. Dara segera berganti pakaian dan berangkat ke kantornya, karena hari ini glen kembali datang untuk menemuinya. Dara menginginkan glen untuk membantunya keluar dari masalah ini.
"Mau kemana kamu seburu buru itu." Arga mengintimidasi, namun dara hanya melirik sekilas tanpa berniat menjawab.
"Dara aku masih suami sah kamu, seharusnya kamu bisa menghargai aku di sini." Arga emosi karena sudah tidak tahan di diamkan terus.
"Jika anda sadar masih berstatus sebagai suami saya, pasti perselingkuhan itu tidak akan terjadi paham." Arga berang mendengar penuturan dara.
"Tapi kamu tidak bisa seenaknya pergi tanpa izin dari saya. Saya itu laki-laki dan saya berhak menentukan semuanya, kamu jangan keras kepala dara." Arga mencekal tangannya dara dengan keras tanpa sadar.
"Aw. Lepaskan tangan saya, heuh ternyata sebahaya inikah virus cinta masa lalu kamu." Arga tersadar dan melepaskan cengkraman tangannya.
"Huff maaf saya khilaf, dara maafkan saya tolong jangan seperti ini."
"Sudah lah saya capek berdebat. Kalau kamu lapar tinggal makan aku pergi dulu, masih banyak hal yang harus aku urus."
*
*
*
"Mbak apa buk daranya sudah datang."
"Maaf Pak masih belum. Anda bisa menunggu di ruang tunggu aja pak mungkin sebentar lagi buk dara juga sampai." Ujar receptionist kantor.
"Oke." Glen menuju ruang tunggu sambilan menunggu kedatangan dara.
Dara memasuki kantor dengan tergesa-gesa, namun langkahnya terhenti karena panggilan dari receptionist.
"Maaf buk ada yang sedang menunggu ibuk di ruang tunggu."
"Laki-laki." Receptionist tersebut mengangguk.
"Suruh keruangan saya sekarang ya." Dara langsung masuk ke dalam ruangannya.
Tak lama Glen pun menyusul masuk ke dalam ruangannya dara.
"Selamat pagi catinku hehe." Glen cengengesan dan menggaruki kepalanya.
"Dasar lebay kamu, silakan duduk bubupukku. " Glen mengeryit heran.
__ADS_1
"Apaan bupuk, yang ada bapak kali neng bukan bupuk."
"Kamu aja yang gak tau, bupuk itu artinya. Bujang lapuk ku ahahahahaha." Dara tertawa sambil memegang perutnya.
"Dasar kamu ya." Glen menoel hidungnya dara dengan gemas. Dia juga bersyukur akhirnya dara bisa tertawa lepas seperti ini.
"Becanda Glen. Duduk aja dulu mau aku bikinin kopi apa gimana."
"Udah gak usah repot lagian aku udah ngopi sih. Gimana soal kasus yang mau kamu bahas." Glen menanyakan tentang kasus karina dan arga.
"Menurut kamu aku salah gak sih kalau nuntut mereka." Dara terlihat ragu untuk melanjutkannya.
"Aku nanyak boleh gak." Dara mengangguk.
"Emang udah berapa kali kamu di gituin sama dia."
"Makanya itu glen. Baru kali ini kita bertengkar hebat karena dia ketahuan selingkuh dan nikah lagi. Awalnya tu ya kita gak pernah sekalipun ribut, bahkan aku sendiri juga gak nyangka kalau dia bisa sebejat sekarang ini." Jelas dara yang membuat glen mangut mangut.
"Ini misalkan kalian balikan lagi. Kamu masih bisa gak kasih kepercayaan buat suami kamu." Dara lesu dan terdiam dengan pandangan kosong.
"Aku gak tau glen. Susah sih buat percaya lagi sama pengkhianat, aku masih bingung mau lanjut apa udahan."
"Aku cuma nyaranin aja ya. Kamu pikirkan dulu baik baik soalnya suami kamu udah nikah loh ini."
"Buktinya kamu simpan aja dulu. Kamu yang sabar nanti pasti akan ada jalan keluarnya oke." Dara menatap glen dengan mata berembun.
Kini mereka masih mengobrol ringan di ruangannya dara. Glen juga sedikit memanfaatkan waktu untuk bisa membuat dara tersenyum dan tertawa seperti sekarang ini.
"Ih dasar jahat kamu glen hahahaha. Tapi kasian sih si ceweknya."
"Hahahaha iya sih. Tapi yasudah lah udah berlalu jugak kan." Dara mengangguk membenarkan ucapan glen.
*
*
*
Bram masih bermanja-manja di dalam kamar bersama nayla istrinya. Bahkan dia sama sekali tidak berniat untuk pergi ke kantor, karena bawaannya pengen di ranjang terus bersama sang istri.
"Mas bangun dong aku udah gerah loh." Nayla merasa risih karena Bram terus saja memeluknya.
"Kamu kan udah mandi sayang, aku masih betah kamu tidur aja ya temenin aku." Jawab Bram dengan suara khas bangun tidur.
__ADS_1
"Ih mas mau siang loh ini nantik siapa yang jemput azam di sekolah." Bram mendesah dan membuka matanya.
"Aku akan bangun tapi kamu kasih asupan dulu mau gak." Nayla memutar mata jengah.
"Yaudah kalau gak mau, aku keluar aja lah." Baru hendak bangun namun tubuhnya langsung di tarik oleh Bram.
"Aaa mas kamu ngeselin." Bram tidak mendengarkan ocehan Nayla, dia malah semakin gencar melakukan aksinya.
Akhirnya Nayla harus mandi untuk yang kesekian kalinya. Bram hanya terkekeh pelan melihat wajah manyun dari sang istri, dia malah menggodanya.
"Enak ya yang."
"Enggak." Ketus nayla yang membuat Bram terkekeh.
"Masak. Perasaan tadi merem melek begitu kamunya."
"Masss kamu ngeselin."
"Ahahahahaha." Nayla melemparkan centong nasi ke arah Bram karena kesal di ledeki olehnya.
*
*
*
Pukul 12:00 arga baru keluar dari rumahnya karena karin terus menelponnya dan menyuruhnya untuk pulang. Walaupun sedikit malas namun dia tidak ingin membuat karina menunggu. Dengan lesu dia mengendaradi mobilnya dan menuju apartemen istri keduanya, hanya karina tempatnya untuk pulang sekarang.
"Semakin hari malah semakin rumit. Aahh stres aku lama lama." Grammy arga kesal.
Cek lek. . .
Dengan semangat karina membuka pintu kamarnya dan terlihat arga yang begitu lesu menghampirinya. Dengan begitu sensual dia mendekati arga dan merayunya, karina sengaja memakai lingerie untuk menyambut arga pulang.
"Mas aku kangen." Bisiknya di telinga arga dan sengaja menggigit telinganya.
"Ekhem karin aku harus kekantor." Arga agak sedikit tercekat karena menahan sesuatu yang sudah mulai terangs*ng di bawah sana.
"Sebentar saja mas. Aku yakin kamu akan puas dan menikmatinya." Tak ingin berlama-lama karina mendorong arga ke kasur dan menindih nya.
Karena sudah sesak menahan akhirnya arga membalas permainan karina dengan nafas memburu. Karina tersenyum puas dalam hati tidak sia sia dia menggunakan trik ini, karena ternyata sangat mudah membuat arga terhasut dalam buaian nya.
#Bersambung
__ADS_1