Suami Pilihan Abang

Suami Pilihan Abang
Bermain ke kantor suami


__ADS_3

Hati yang begitu cerah, secerah hatinya alexsa yang kini merasa lega setelah menumpahkan segala rasa sedihnya kepada dara. Dia beruntung mempunyai teman baru seperti dara, orangnya welcome dan juga enak di ajak charing. Mereka mengobrol tentang banyak hal dan saling menukar cerita tentang kisah mereka masing-masing.


Dara masih stand by di cafe, karena arga menyuruhnya untuk tetap disitu sampai dia datang. Dara hanya manut saja sama perintah dari suaminya, apalagi dia juga malas beranjak dulu. Rencananya arga akan menjemput dara untuk mengajaknya check up ke dokter obgyn, karena hari ini adalah jadwal pemeriksaan dara dan kandungannya.


"Dar, kamu jadi periksa." Tanya alexsa memastikan.


" Em jadi le xsa. Ini lagi nungguin mas arga dulu, kamu habis ini mau kemana. " Tanya dara.


"Hehe mau berkunjung ke kantor suami, sekalian ngantar makan siang." Jawab alexsa cengengesan.


" Dasar kamu. Awas jangan sampai ngerusuh ya di sana. "


" Enggak janji. " Jawab alexsa cekikan.


Dara hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah alexsa. Dia jadi teringat dengan celine, kira kira gimana sekarang kabar sahabatnya itu. Seketika wajahnya terlihat murung karena merasa kangen dengan celine, alexsa yang melihat perubahan wajah dara pun merasa penasaran.


"Dar, kamu kenapa murung begitu. Ada yang kamu pikirin." Tanya alexsa.


" Huff aku kangen sama celine." Jawab dara lesu.


"Celine siapa. Kakak kamu apa adek kamu. "


" Celine sahabat aku lexsa. Dia juga sama seperti kamu, periang, banyak ketawanya. Pokoknya bikin aku rindu." Jawab dara menceritakan sedikit tentang sahabatnya.


Alexsa tersenyum melihat keantusiasan dara saat menceritakan tentang sahabatnya.


"Permisi nona. Ini pesanannya." Kata pelayan yang mengantarkan pesanan alexsa.


"Oke."


"kamu jadi ke kantor suami kamu." Tanya dara.


"Em jadi sih. Tapi aku temenin kamu dulu ya, sampai arga datang." Dara mengangguk.


Dan begitu arga datang, alexsa juga langsung pergi ke kantornya vicky dengan memakai jasa taksi online.


Para karyawan yang melihat kedatangan alexsa menyapanya dengan senyum. Alexsa juga membalas dengan senyum terbaiknya, dia memasuki lift khusus ceo agar cepat sampai ke ruangan suaminya.


Alexsa tidak pernah mengetuk pintu di saat memasuki ruangan suaminya. Dia langsung melenggang masuk tanpa permisi, karena dia tau hari ini vicky tidak mempunyai kesibukan apapun. Alexsa menenteng paper bag yang berisikan makan siang untuk vicky, dia membuka gagang pintu ruangan vicky dengan senyum yang mengembang.


Namun senyumnya langsung lenyap di saat melihat pemandangan yang ada di depan matanya.

__ADS_1


"Hei j*la*g mingir kamu." Ketus alexsa dengan sengaja menyingkirkan alena dari lengan vicky.


Vicky pun terkejut dengan kedatangan alexsa yang secara tiba-tiba ke kantornya. Alena ingin sekali menjambak rambutnya alexsa, namun masih dia tahan karena takut jika alexsa akan mengadu semuanya kepada orang tua vicky.


" Lexsa. Apa apaan kamu, ngapain kamu kesini." Tanya vicky kesal.


"Honey aku kesini mau nganterin makan siang untuk kamu. Emang kamu cukup kalau hanya di kasih tampang doang sama dia, perut kan juga butuh asupan gimana sih." Cibir alexsa.


" Tampang seperti apa yang kamu maksud, jangan cari gara-gara terus kamu alexsa ya." Alena mulai terpancing.


"Itu tu, yang suka kamu umbar." Tunjuk alexsa ke badannya Alena dengan telunjuknya.


" Udah udah bisa gak jangan usah ribut terus. Kamu Alena kembali ke ruangan sekarang, dan kamu lexsa pulang sana." Ucap vicky menegahi.


Alena menyentakkan kakinya di lantai karena geram sama alexsa. Di tambah vicky yang juga ikut ikutan menyuruhnya keluar. Tapi tidak dengan alexsa, dia masih stand di sana tanpa ingin beranjak sedikitpun. Alexsa membuka paper bag yang berisikan makan siang untuk vicky, dan menyanyikan nya untuk vicky.


"Honey ayok makan dulu, kamu pasti lapar kan. Aku tau itu." Vicky merasa dengan perubahan sikap alexsa yang begitu sangat tenang. Tidak seperti dulu, jika dia membentak pasti alexsa akan memberontak dan akan menangis nangis. Tapi sekarang malah kebalikannya.


" Kamu tarok aja di sana, abis itu kamu pulang."


"Enggak, aku bakal temenin kamu makan siang dulu. Baru aku pulang." Jawab alexsa dengan lembut.


Vicky tidak ingin berdebat lagi, dia pun segera memakan makan siangnya.


"Khuk, aku lagi makan ya lexsa jangan tanya yang aneh aneh." Vivy tersedak gara-gara pertanyaan alexsa.


" Yaudah deh, aku tunggu kamu habis makan aja kalau gitu." Alexsa bangun dan memilih duduk di sofa.


Vicky sampai tidak selera lagi untuk makan, pertanyaan alexsa membuatnya bingung. Haruskah dia menjawab kalau mereka di jebak, atau malah memberi tau jika dia telah mengambil kesuciannya Alena. Mungkin saat ini vicky harus mengetahui yang sebenarnya dari alexsa, apa di saat dia menjebaknya alexsa masih tersegel. Atau malah sebaliknya, vicky tetap harus memastikan kebenarannya.


"Lanjut dong makannya, kok berhenti." Tanya alexsa bingung melihat vicky menyudahi makan siangnya.


" Masuk ke kamar pribadi aku sekarang. Ada yang mau aku omongin."


Alexsa pun mengikuti perintah dari vicky. Dia segera masuk ke kamarnya vicky dan di ikuti oleh vicky dari belakang.


"Duduk disana, jangan rebahan." Tegas vicky yang membuat alexsa memanyunkan bibirnya.


" Iya iya, mau ngobrolin apa." Tanya alexsa dengan kesal.


"Kamu jawab dengan jujur, apa kamu masih tersegel waktu penjebakan waktu itu." Tanya vicky to the point.

__ADS_1


Alexsa memukuli vicky dengan tasnya.


" Hei tuan vicky Khan, kamu lupa apa pura-pura lupa hah. Kamu yang merobeknya aku bersih dari noda, enak aja main tuduh tuduh." Alexsa tidak habis pikir dengan jalan pikirannya vicky, bisa bisanya dia menuduhnya dengan pertanyaan bodoh seperti itu.


"Ya mana aku tau, saat itu aku sedang dalam pengaruh obat lexsa." Jawab vicky santai.


" Ya kamu gak akan terasa lah, karena saat itu yang ada dalam pikirannya kamu bukan aku, tapi dara. Kamu cuma memanggil manggil nama dara, segitu cintanya ya kamu." Jawab alexsa dengan kesal bercampur marah saat mengingat kejadian waktu itu.


Vicky tidak tau harus menjawab apa sekarang. Tapi selama ini alexsa hanya dekat dengannya, bahkan dia tidak pernah mau dekat dengan laki laki lain selain dirinya. Vicky bingung harus percaya sama siapa.


"Karena masih bingung, kalau mau kepastian ke apartemen aku aja. Di sana ada CCTV-nya kamu bisa liat kebenarannya di sana. Dan satu lagi kamu harus hati hati sama istri baru kamu itu." Tegas alexsa, dia pun meninggalkan vicky dan keluar dari sana.


" Enak aja main nuduh nuduh begitu, emang aku perempuan apaan cobak." Alexsa menggerutu sendiri di ruangan kerja vicky.


Dia tidak Terima jika vicky menyamakannya dengan perempuan itu. Sekarang malah vicky yang jadi malu sendiri, apa benar yang dikatakan sama alexsa. Betapa malunya vicky jika yang dikatakan sama alexsa adalah kebenarannya.


Alexsa memilih keluar dari ruangan vicky dan menghampiri Alena yang sedang santai di kursi kerjanya.


"Hei pelakor kurang cerdik, lama ya nunggunya." Tanya alexsa dengan menaik turunkan alisnya.


"Heuh dasar gak tau malu, gak capek apa cinta sama orang yang gak pernah cinta sama kita." Sindir Alena dengan sinis.


" Hahaha kata siapa, orang baru habis ngadon buah cinta kok. Nasip memang di buat jadi pelampiasan. " Balas alexsa kalah telak.


Alexsa memilih pergi dari sana sebelum terjadinya keributan. Setelah kepergiannya alexsa, vicky pun keluar dari ruangannya dengan rambut yang acak acakan dan baju yang sedikit kusut. Alena memperhatikan dengan bola mata yang membesar. Ternyata apa yang di bilang sama alexsa benar adanya.


Dia menghampiri vicky dan menghunus tatapan tajam ke arahnya. Vicky merasa aneh dengan tatapan Alena, baru kali ini dia melihat Alena menatapnya seperti itu. Karna tak mau ambil pusing, vicky memilih abai dan kembali melanjutkan langkahnya menuju ruangan beni.


Cek lek. . .


" Kusut amat bos, kenapa. " Tanya beni heran melihat penampilan vicky yang acak acakan.


" Saya lagi pusing ben, nantik malam kamu ke apartemennya lexsa ya. Ambil rekaman CCTV yang dua minggu lalu."


"Buat apa bos."


" Udah kamu turutin aja jangan banyak tanya. Makin pusing saya." Vicky keluar dari ruangan beni dan kembali ke ruangannya.


Bonus visual


__ADS_1


#Bersambung


__ADS_2