Suami Pilihan Abang

Suami Pilihan Abang
Alexsa hamil


__ADS_3

Setelah kejadian tak mengenakkan yang di alami Vicky, kini Bram dan yang lainnya telah kembali ke Indonesia sejak sebulan yang lalu. Alexsa tidak mempermasalahkan kejadian waktu itu, karena dari awal bertemu dengan dara dia sudah menceritakan semuanya.


Vicky yang hanya merasa malu pada istrinya, karena alexsa yang mengerti dia pun berusaha membuat suaminya agar bisa bersikap biasa saja dengannya. Dan dia juga menyuruh suaminya untuk bisa melupakan kejadian masa lalunya dengan bisa berdamai sama keadaan.


Ternyata Vicky memang tidak salah memilih istri, alexsa adalah istri yang sangat pengertian dan perhatian. Walaupun dulu dia sempat putus asa dengan hilangnya dara dari kehidupannya, tapi sekarang dia sadar dan paham. Ternyata cinta yang dimiliki oleh istrinya jauh lebih besar terhadapnya dari pada cinta yang dia miliki dulu untuk dara.


"Honey, kenapa melamun HM." Tanya alexsa pada suaminya.


"Tidak sayang, terimakasih ya kamu selalu ada buat aku." Ujar Vicky dengan mengecup kening istrinya.


"Memang udah seharusnya begitu kan hon, aku punya surprise loh buat kamu." Jawab alexsa dengan mengalungkan kedua tangannya di leher Vicky.


"Surprise apa HM." Tanya Vicky sambil menatap istrinya dengan tersenyum hangat.


"Tara. . ." Alexsa mengeluarkan testpack kehamilannya dan menunjukkan pada suaminya.


Vicky mengambil benda tersebut dan membolak-balikkan karena merasa bingung. Alexsa merampas kembali dan terlihat kesal dengan responnya Vicky.


"Ihhh kok do bolak-balik sih hon." Ucap alexsa kesal.


"Itu benda apaan sih." Tanya Vicky heran.


"Ya ampun." Alexsa menepuk jidatnya sendiri.


"Kamu benar enggak tau apa pura pura enggak tau sih." Alexsa sangat jengkel saat ini, niat ingin memberikan surprise malah dirinya sendiri yang di buat terkejut dengan reaksi Vicky.


"Ya enggak tau sayang." Jawab Vicky jujur.


"Kamu bodoh apa gimana sih hon, masak ini aja enggak tau. Urusan celup aja nomor satu." Cibir alexsa.


Vicky hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal, tanya salah gak tanya bingung.


" Yaudah surprise apa HM." Tanya Vicky tanpa rasa bersalah.


Alexsa melotot mendengar pertanyaan bodoh dari suaminya, dia malah semakin keki dan geram.


"Tau ah bete." Ketus alexsa dan masuk ke dalam kamarnya.


"Pms kali ya sensian amat." Ucap Vicky.


Karena merasa penasaran dengan benda barusan, Vicky berinisiatif untuk membuka google dan mengetik nama benda tersebut pada google. Setelah hasilnya keluar, Vicky melotot tak percaya dan sekarang dia merasa bersalah pada istrinya.

__ADS_1


"Ya Tuhan kenapa aku sangat bodoh, pantesan lexsa sangat marah." Gumam Vicky dia jadi tersenyum geli pada dirinya sendiri. Masak iya seorang CEO tapi benda begitu aja dia enggak tau.


Sudah sedari tadi Vicky menggedor-gedor pintu kamar, tapi hasilnya masih sama. Alexsa tidak mau membukakan pintunya, karena alexsa masih berada di dalam kamar.


Vicky memilih untuk memesan sebuah cake lewat via online, dia ingin meminta maaf sekalian memberikan surprise buat istrinya yang lagi mengandung buah hati mereka.


"Semoga alexsa suka dan enggak marah lagi." Ujar Vicky.


Setelah 15 menitan menunggu, cakenya Sudah sampai dan Vicky mengetuk pintu kembali. Namun sebelum mengetuk, pintunya sudah duluan di buka oleh alexsa dari dalam, alexsa keluar ingin mencari makanan karena merasa lapar.


"Eh udah keluar aja, surprise sayang." Ucap Vicky dengan tersenyum manis.


"Wah kebetulan aku lagi lagi lapar, makasih ya hon." Ucap alexsa mengambil cake dari tangannya Vicky dan membawanya ke dapur.


"Sayang tunggu dong." Vicky malah di tinggal di depan pintu kamar setelah alexsa mengambil cake darinya.


"Aku lapar hon." Ucap alexsa.


Alexsa memakan cakenya dengan sangat lahap sesekali dia juga menyuap kan ke suaminya. Vicky senang akhirnya alexsa tidak jadi marah lagi terhadapnya, dan cake pemberiannya ludes tak tersisa di habisin oleh alexsa.


"Enak ya sayang." Tanya Vicky.


Vicky yang tadinya tersenyum malah cemberut dengan kejujuran alexsa.


"Jujur amat sih, sesekali kek bohong buat senang suaminya." Omel Vicky.


"Hehehe gemes tau liat kamu manyun begitu." Alexsa malah terkekeh sendiri melihat bibirnya Vicky yang manyun.


*


*


*


Keluarga kecil yang bahagia, begitulah sematan yang pantas untuk keluarga dara dan Arga saat ini. Semenjak baby twins mereka menginjak usia satu bulan, mereka jadi semakin lucu dan aktif. Dara sangat bahagia dan dia juga tidak memakai jasa baby sitter karena dia ingin merawat sendiri kedua bayinya.


"Aduh lucu banget sih anak mama." Ucao dara memuji anaknya.


"Dedek Bella mau pup yang sayang ya." Dara asik mengajak anaknya untuk mengobrol.


"Uwee hummhumm uwee." Baby Bella menangis.

__ADS_1


"Aduh ternyata beneran pup kamu ya nak ya." Dara membawa baby Bella untuk membersihkan pupnya.


Kedua baby dara di kasih nama dengan Bella dan Brian. Karena mereka sepasang jadi dara dan Arga sepakat untuk memberi nama untuk mereka juga di awali dengan huruf yang sama.


Setelah selesai membersihkan pup anaknya, dara kembali menidurkan mereka. Hanya Bella yang suka rewel dan banyak keluhan, sedangkan abangnya Brian lebih banyak tertidur dari pada begadang sama mamanya.


"Lagi ngapain sayang." Tanya Arga .


"Eh udah pulang ya mas." Dara menyalim suaminya dan Arga mengecup kening istrinya.


"Iya sayang maaf ya pulang telat, mas lembur banyak kerjaan yang tertinggal bulan kemarin." Jelas Arga .


" Iya mas aku paham kok, mau makan sekarang biar aku panasin." Tanya dara.


"Udah enggak udah biar bibik aja, kamu disini aja temenin aku sama anak-anak." Dara tersenyum dan duduk di samping suaminya.


"Mas, ini mimpi enggak sih." Tanya dara tersenyum senang.


"Kamu kenapa Hm." Arga memeluk dara dan membenamkan wajahnya di ceruk leher istrinya.


"Enggak terasa loh mas kita udah punya dua baby aja hehe aku senang tau." Ucap dara terkekeh.


"Kamu ini, aku pikir kenapa. Makanya kita harus pandai bersyukur sayang, banyak loh yang usia pernikahannya udah puluhan tahun tapi masih belum mempunyai keturunan." Jelas Arga dengan mencubit pelan hidupnya dara.


Tok tok tok


"Mas pindah gih, bibik nganter makanan kamu tuh." Dara merasa tidak enak pada pelayannya jika mereka sampai melihat kemesraan mereka.


"Yaudah aku bukain pintu dulu ya." Arga membukakan pintu untuk pelayannya.


"Sini bik, biar aku aja." Dara mengambil alih nampan yang ada di tangan bik inem.


Kemudian bik inem izin pamit, dara berinisiatif untuk menyuapkan Arga.


"Aak mas biar aku suapin aja." Ujar dara.


Arga pun membuka mulutnya dan dara menyuap kan Arga hingga makanan nya tandas tak tersisa.


Arga sangat bersyukur akhirnya kesepakatan dia bersama bang Bram berjalan dengan sempurna dan berakhir dengan bahagia. Walaupun ini belum akhir dari semuanya, tapi dia berharap semoga rumah tangganya tetap berjalan mulus dan tentram.


#Bersambung

__ADS_1


__ADS_2