
Plak plak plak. .
"Anak kurang ajar, siapa yang sudah menghamili kamu hah." Tanya papa Alisa murka.
"Hiks hiks ampun pa." Hanya kata kata itu yang bisa di ucapkan Elisa.
"Siapa lelaki itu Elisa." Teriak papanya dengan murka.
"Di_dia pacar aku papa hik hiks pa ampun pa." Elisa sujud di kaki papanya sambil meminta maaf berkali-kali.
"Kapan saya pernah mengajarkan kamu hal kotor seperti elis. Dimana akal sehat kamu hah." Papa Elisa menjambak rambutnya dengan frustasi.
"Papa hiks, pa maaf pa." Elisa masih memohon maaf pada papanya.
"Bawa laki laki itu kemari, baru papa maafin kamu." Ucap papanya sebelum beranjak pergi meninggalkanku Elisa yang terus menyalahkan dirinya sendiri.
Dia gadis yang cantik juga cerdas. Namun kebodohannya hanya satu yaitu salah dalam menaruh hati dan perasaan yang berlebihan pada pasangannya.
Dia terlalu mencintai pacarnya sehingga rela mengorbankan kesuciannya demi mewujudkan keinginan sang pacar. Dia baru menyesal setelah mengetahui jika sang pacar telah menipunya dan yang paling menyedihkan dia menyaksikan sendiri, jika pacarnya telah resmi menikahi gadis lain. Bertepatan di saat dirinya baru mengetahui jika dia sedang mengandung.
Elisa ingin menemui pacarnya dan memberitahukan tentang kehamilannya, namun hal yang tak di sangka nyata di depan mata. Elisa hancur saat melihat bahwa kekasih yang selama ini dia cintai telah resmi menjadi milik orang lain.
Hatinya sangat hancur dan rapuh saat ini, karena selama ini dia telah di tipu sama laki laki brengsek tersebut. Dia juga tidak ingin mengganggu acara itu, karena pasti tidak akan ada yang mempercayainya nanti.
Dia memilih bungkam dan menahan beban ini sendirian. Hingga pada saat pulang dia bertemu dengan Vicky yang hampir menabraknya. Elisa megambil kesempatan itu untuk mewujudkan keinginannya, tapi ternyata gagal total. Sebenarnya dia juga tidak ingin mengambil resiko dengan merusak rumah tangga orang.
Namun karena tidak punya pilihan lain, Elisa nekad dan akhirnya dia juga yang kenak getahnya akibat perbuatannya sendiri.
"Awas kamu Tama." Gumam Elisa dengan gigi yang bergelutuk.
Hatinya mendadak panas saat menyebut nama Tama, Elisa benar sangat marah kepada mantan kekasihnya. Dia tidak terima jika di bodohi seperti ini, karena selama ini dia begitu tulus dalam mencintai Tama.
"Akan ku buat kalian menderita, tunggu saja pembalasan dariku.," Gumamnya dengan murka.
__ADS_1
*
*
*
Dara sangat senang karena Arga baru saja mengurus surat perpindahan mereka ke Indonesia. Dia sudah sangat rindu kepada abangnya dan juga rumah yang menjadi tempat sandarannya dulu, dara sudah tidak sabar untuk segera meluncur ke negara kelahiran.
"Makasih ya mas kamu udah mau nurutin permintaan aku " Ucap dara sambil memeluk suaminya.
"Sama sama sayang, mas senang kalau kamu bahagia." Tutur Arga.
Keduanya saking menatap dalam diam dan sama sama tersenyum bahagia. Apalagi dara dia begitu antusias menyambut hari esok, dia juga akan membawa baby twinsnya untuk berziarah ke makam orang tuanya.
"Pasti mereka senang mas." Ucap dara sambil melihat ke arah boks baby-nya.
"Kamu udah selesai packingnya." Tanya Arga.
"Udah mas, kan dibantu sama mereka jadinya gak butuh waktu lama hehe." Jawab dara tersenyum manis ke arah Arga.
"Iya mas aku tau, makanya gak butuh waktu lama, orang aku cuma bawa perlengkapan baby aja kok." Jawab dara.
Karena hari pun sudah larut mereka memutuskan untuk tidur. Dara sudah tidak sabar untuk segera terbang ke negara kelahirannya hatinya begitu deg degan menantikan hari esok.
Begitu pagi menjelang dara terbangun lebih awal dari biasanya, dia begitu antusias mempersiapkan segala keperluan keluarga kecilnya. Setelah selesai dengan dirinya sendiri, Kemudian dia beranjak ke kamar baby twinsnya dan memandikan mereka.
Selesai mengurus kedua malaikat kecilnya, dia kembali membangunkan sang suami yang masih tertidur pulas.
"Mas ayo bangun mas." Dara menggoyangkan bahunya Arga dengan pelan.
"Hmm hoamm." Arga terbangun karena merasakan goyangan di bahunya.
"Udah jam segini loh mas, pesawat jam berapa take off." Tanya dara.
__ADS_1
"Ya ampun yang aku lupa, maaf ya." Arga segera bangun dan beranjak ke kamar mandi.
"Ya ampun punya suami kok tulalit gitu sih." Dara tersenyum geli dengan tingkah Arga.
Kini mereka semua telah berada di bandara dan sebentar lagi pesawat yang akan mereka tumpangi take off. Dara tidak berhenti-henti untuk terus tersenyum, hatinya begitu gembira mengingat hari ini dia bersama keluarga kecilnya akan kembali ke negara asal mereka.
Sudah sekian lama semenjak dirinya di boyong untuk berbulan madu oleh suaminya, kini dia baru bisa kembali ke negaranya asalnya. Sewaktu pernikahan Bram dia juga sempat balik, hanya saja cuma sebentar kalau sekarang mereka akan benar-benar menetap di Indonesia hingga seterusnya.
Mereka hanya membawa seorang art dari sana untuk mengurus baby twins.
Setelah menempuh perjalanan udara yang lumayan lama. Akhirnya mereka landing di bandara Soekarno-Hatta, Arga terlihat sangat. mempesona sebagai hot Dady karena dirinya menggendong sang putri. Begitu juga dengan dara yang terlihat sangat cantik dan begitu elegan sambil berjalan menggandeng suaminya.
Sedangkan baby boy berada di stroller miliknya karena sedang tertidur. Dara tidak henti-hentinya menebar senyuman dari pertama turun dari pesawat hingga kini mereka berada di dalam mobil milik Arga.
Karena semalam tanpa sepengetahuan dara, suaminya telah menghubungi sopir pribadinya untuk menjemput mereka hari ini.
"Kamu yang nyuruh ya mas." Tanya dara, dan hanya mendapatkan anggukan dari suaminya.
"Kita langsung kerumah bang Bram aja ya mas." Ucap dara.
"Iya sayang. Em pak kita langsung kerumah istri saya aja ya." Ujar Arga pada sipir.
Dan mereka pun langsung menuju rumahnya Bram, rencananya dara akan mengejutkan sang Abang dengan kedatangannya yang secara tiba tiba. Karena dia dan suaminya sama sekali tidak memberitahu Bram kalau hari ini mereka akan tiba dan menetap disini.
Begitu sampai di rumahnya, dara segera turun seakan dia lupa jika dia sekarang bukanlah gadis single lagi. Dia turun dari mobil tanpa memiliki beban sedikit pun, karena saking semangatnya dara sampai melupan sang suami dan juga anak anaknya.
"Em kayak ada yang kurang perasaan, tapi apa ya." Begitu sampai di depan pintu, dara tidak jadi masuk dan terlihat kebingungan.
"Ini yang ketinggalan." Ucap Arga tiba-tiba berada di belakang dara.
"Hehe ya ampun mas aku kupa kalau udah ada kalian. Hehe maaf ya mas." Ucap dara cengengesan.
"Mikir apa sih yang Sampek ngelupain anak sama suami." Ucap Arga manyun.
__ADS_1
"Hehe maaf mas, aku udah kangen banget sama bang Bram." Jawab dara sambil mengambil alih baby bella dalam gendongan suaminya.
#Bersambung