
"Pokoknya kamu harus bisa menyakini kedua orangtua aku oke." Tegas same pada Alena.
"Same, apa kamu gak tega bohongi mereka." Tanya Alena.
"Itu biar jadi urusan belakangan, yang penting aku dapat posisi CEO di perusahaan bokap." Tukas same.
"Serah lu deh." Alena hanya pasrah.
Same benar benar buta hati akan posisi itu, sebenarnya dia bukanlah seorang player atau Casanova. Dia hanya ingin mencari seseorang yang bisa di jadikan sebagai istri kontrak saja, namun karena susah untuk mencarinya. Dia meminta bantuan pada salah satu temannya, dan akhirnya temannya merekomendasikan Alena sebagai pilihannya.
Waktu itu Alena pikir bahwa same juga butuh sesuatu yang selalu dia lakukan, makanya dia sampai berani merayu dan membawa same menikmati sensasi yang sangat luar biasa bersama. Same juga sempat menolak karena dia sama sekali belum pernah melakukan making love, tapi karena Alena yang begitu cantik, seksi, dan menggoda akhirnya dia pun tergoda dan terjadilah hal yang sangat ingin dia hindari.
Karena selain cantik, Alena juga seksi dan suaranya sangat lembut mendayu-dayu.
"Ini surat kontraknya." Same menaruh di atas nakas yang ada di sampingnya Alena.
Alena menaikkan satu alisnya.
"Secepat ini kah." Tanyanya.
Dan same mengangguk, kemudian Alena pun mengambil kertas tersebut dan membacanya.
Kedua matanya melotot setelah membaca semua isi dalam surat kontrak tersebut, same yang banyak di untungkan dalam surat yang dia buat.
"Ini surat KW aku gak mau." Tukas Alena menolak.
"Hei." Same menyentil kening Alena.
"Walaupun kontrak kita sah secara hukum dan negara, apanya yang salah cobak." Tabya same tanpa rasa bersalah.
"Aku bacain ya, kadang kamu lupa." Ucap Alena dengan kesal.
"Poin pertama : Pihak kedua wajib mematuhi aturan yang di buat oleh pihak pertama.
poin kedua : Pihak kedua harus mau melayani pihak pertama dalam urusan ranjang.
Poin ketiga : Dan pihak pertama juga yang bisa menentukan kapan waktunya harus bercerai.
Dan BLA BLA BLA . . . . . .
Same hanya mendengarkan apa yang Alena bacakan sambil mengangguk dan menikmati cerutunya.
"Aku gak setuju." Bantah Alena.
"Yudah bayar pinaltinya." Tukas same kemudian pergi dari sana.
__ADS_1
"Ihhh ngeselin, aku gak sanggup kalau harus bayar pinaltinya hiks kenapa aku harus terjebak dengan pernikahan ini." Keluh Alena dengan sedih.
Dia hanya berpikir tentang karma dan karma. Ternyata sangat sulit menjalani hidup tanpa bisa berkeluh kesah kepada orang terdekat, segala sesuatu hanya dia sendiri yang dapat menyelesaikannya. Tiada tempatnya untuk mengadu dan bermanja-manja, Alena meras hidup sendiri.
"Mama, papa, aku kangen kalian hiks hiks aku menyesal ma." Alena meratapi nasipnya dengan mengingat kedua orang tuanya.
Tok tok tok
Dia segera menghapus air matanya dan membuka pintu.
"Alena mama masuk boleh." Teriak mama same dari luar.
"Boleh ma, masuk aja." Jawab Alena dari dalam.
Ceklek. . .
Pintu terbuka, mama same masuk dan duduk di sampingnya Alena.
"Sayang kamu kenapa Hm." Tanya mama same lembut sambil memegang pundaknya Alena.
"Hehe enggak papa ma, cuma kecapean aja kok." Tukas Alena berusaha untuk tersenyum.
"Mama pikir sakit, kalau kamu butuh apa apa bilang aja sama mama ya nak. Jangan sungkan-sungkan karena sekarang kamu anaknya mama jugak sama seperti same." Ucapnya dengan tulus.
"Iya ma." Hanya itu yang bisa Alena ucapkan.
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
Dara masih asik bermain dengan anak anaknya, karna hari ini Arga lembur di kantor dan tidak bisa pulang lebih awal. Brian sangat mudah terlelap tanpa harus di Nina boboin dulu, tidak seperti Bella yang sangat rewel dan membuat dara begitu kewalahan menghadapi nya.
"Sayang bobok dong nak, mama ngantuk." Ucap dara pada baby Bella.
Sedangkan baby Bella masih melek tanpa mengindahkan perkataan mamanya, dia masih asik memainkan mainannya dengan mata yang masih terbuka lebar.
"Mas Arga masih lama gak ya, hoamm aku ngantu lagi." Dara sudah merem melek sedari tadi.
Karena baby Bella juga tidak tidur tidur, akhirnya dara memutuskan untuk menyuruh salah satu art untuk menjaganya.
"Bik, bik inem." Panggil dara sambil menggendong baby Bella.
"Iya nya ada apa." Tanya inem.
"Bik, mintak tolong boleh." Tanya dara.
"Boleh non ada apa." Tanya inem.
__ADS_1
"Bik, saya ngantuk. Boleh ya jagain Bella bentar aja cukup 60 menit." Tukas Bella.
"Jagan sungkan non, bibik mau kok ini kan memang sudah tugasnya saya." Jawab bibik dengan tersenyum tulus.
Walaupun dara adalah seorang majikan, namun dia sangat menghargai para artnya. Ingin meminta sesuatu saja dia masih sungkan dan tidak enak hati.
Akhirnya dara bisa istirahat setelah menitipkan baby Bella pada artnya, dia tertidur sudah lebih dari satu jam.
"Ya ampun aku ketiduran lama lagi." Dara bangun dengan tergesa-gesa menuju kamarnya baby Bella dan Brian.
Sampainya di sana ternyata baby Bella sudah tidur dan terlihat Arga yang begitu telaten dalam menidurkan baby Bella pada keranjangnya.
"Kamu sudah pulang mas." Tanya dara pada suaminya.
Arga menoleh dan tersenyum pada istrinya.
"Iya sayang, kamu tidur di kamar ya barusan." Tanya Arga.
"Iya mas, aku ngantuk banget badanku juga pegal-pegal." Ucap dara dengan suara paraunya.
Arga mendekati istrinya dan mencium keningnya. Dara begitu tenang di saat Arga mendekatinya, rasanya sangat nyaman dan tentram.
"Mas kita tidur disini kan malam ini." Tanya dara.
"Kita tidur di kamar kita aja ya, baby twins ada art yang jagain." Ujar Arga.
Jika sudah begini dara sangat paham kalau sang suami lagi ingin bermanja-manja dengannya.
Mereka pun meninggalkan kamar baby twins dan masuk ke kamar mereka. Arga begitu lelah dan ingin di manja oleh istrinya, dara juga begitu merindukan suaminya. Semenjak kehadiran baby twins mereka sudah sangat jarang berduaan. Makanya malam ini untung ada kesempatan, Arga akan membuat dara melayang dalam dekapannya.
Dara begitu menikmati permainan suaminya yang selalu sukses membuatnya terbuai dan merasakan kenikmatan yang tiada duanya.
Bahkan sekarang Arga yang di buat kaget dengan tingkat ke agresifan dara. Sekarang dara sangat bisa membuatnya puas dan meminta lagi, dia sangat berani dan sangat agresif. Arga benar-benar menikmati nya, dara ingin memanjakan suaminya dengan dirinya yang bermain di atas agar bisa membuat Arga menikmati permainannya.
Dia hanya ingin membuat suaminya senang, itu juga sebagai bumbu agar suaminya tidak mencari jalan pintas di luaran sana. Apalagi sekarang para wanita penggoda sangat gencar mencari mangsa.
"Kamu hebat sayang, aku suka cara kamu." Puji Arga sambil terus menikmatinya dengan mata yang terpejam.
"Akhh. . . . " Keduanya tumbang setelah sama sama mencapai puncak.
Arga membawa dara dalam dekapannya, mereka tertidur karena sama sama kelelahan.
Happy new year π₯³π₯³π₯³π₯³π₯³π₯³
#Bersambung
__ADS_1