
Setelah kejadian tak terduga antara vicky dengan alena, kini keduanya akan melaksanakan ijab kabul secara tertutup di kediamannya alena. Vicky sudah dari kemarin malam tidak pulang ke apartemennya. Bahkan dia sama sekali tidak memperdulikan bagaimana keadaan dan perasaan alexsa saat ini. Kini dia bersama alena sedang melaksanakan ijab kabul yang hanya di hadiri oleh pihak keluarga alena saja dan beni asisten vicky.
Setelah kata sah terucap, alena menitikkan air matanya karena merasa sedih akan kelangsungan hidupnya. Bahkan dia harus menjadi istri kedua demi menutupi aibnya karena ulah perbuatan dari teman temannya yang tidak punya hati. Vicky masih diam tak bergeming di tempatnya, dia juga sama hampanya seperti alena. Namun hanya ini pilihan akhir yang bisa dia ambil, demi nama baiknya juga masa depan seorang perempuan yang sudah dia rusak.
Jangan tanya kenapa vicky bisa sampai bersikap kasar kepada alexsa istrinya? itu karena kesalahan alexsa sendiri yang sudah menjebak vicky secara paksa. Dan vicky juga merasa ragu dengan alexsa apakah sewaktu dia bersama alexsa sebelum mereka menikah, alexsa masih virgin atau tidak. Vicky masih tidak tau karena waktu itu dia melakukannya karena pengaruh dari obat yang alexsa kasih.
Makanya hingga saat ini vicky masih menaruh kebencian terhadap alexsa, apalagi hubungannya bersama dara juga kandas gara gara alexsa yang sengaja mempengaruhi kedua orang tuanya agar vicky meninggalkan Indonesia dan kembali ke Paris waktu itu. Hingga vicky harus menerima kebencian dari orang terkasih nya hingga sampai sekarang. Namun sekarang dia juga harus mempertanggung jawabkan perbuatannya karena telah merusak seorang wanita, ya walaupun saat itu mereka sama-sama sedang terbakar gairah, namun ini real bukan rekayasa dari alena.
"Aku permisi ke kamar dulu" alena memasuki kamarnya dan menangis terisak di dalam sana.
Vicky hanya menyaksikan kepergian alena dengan pasrah. Kini dia menatap kedua orang tua yang alena yang masih marah padanya.
"Maaf jika saya sudah melakukan tindakan yang kurang baik terhadap putri anda" vicky meminta maaf kepada kedua orang tuanya alena.
Plak Tamparan keras mengenai pipi vicky yang di sebabkan oleh papanya alena.
"Cukup pa cukup, hiks hiks kita memang kecewa mungkin ini udah takdirnya anak kita pa" jelas mama alena dengan menangis, walaupun sakit namun dia juga sadar dengan apa yang telah menimpa putrinya.
"Ma, saya sakit hati ma gara-gara dia kehidupan anak kita jadi hancur ma" jawab papanya alena dengan murka.
"Sekali lagi maafkan saya, semua kebutuhan alena sekarang biar jadi tanggung jawab saya" ucap vicky tanpa memperdulikan perihnya tamparan yang di berikan oleh papanya alena.
"Puas kamu sekarang?? saya tidak tau harus mengatakan apa tapi ingat jika anak saya sampai tersakiti lagi oleh kamu, maka kamu akan tau akibatnya" ancam papa alena dan berlalu dari sana.
"Mama harap kamu menjaga putri kami dengan baik ya nak, jangan sakiti dia" mamanya alena berkata dengan lembut pada vicky.
Walaupun kecewa, dia juga tidak bisa berbuat apa-apa. Selama ini alena memilih hidup terpisah dengan kedua orang tuanya, dia ingin mandiri dan tidak ingin menggantung pada kedua orang tuanya. Hingga dia memilih bekerja di kantornya vicky sebagai sekretaris nya.
Kini kedua orang tuanya alena meninggalkan apartemen alena dan kembali ke rumah mereka dengan membawa rasa sakit dan juga kecewa terhadap putri semata wayangnya.
"Ben, saya harus gimana sekarang? " tanya vicky pada asistennya.
"Di jalanin aja bos. Saya juga sama bingungnya sama bos. " ujar beni jujur.
__ADS_1
Vicky mengacak-acak rambutnya karena bingung, posisinya saat ini benar-benar rumit. Namun dia juga tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Vicky hanya pasrah sekarang, tapi dia juga harus membujuk kedua orang tuanya alena. Supaya mereka mau memaafkannya dan juga alena.
"Ben makasih buat hari ini. kamu boleh pulang" ujar vicky. Beni pun mengangguk dan izin pulang kerumahnya.
Vicky memasuki kamarnya alena.
Eitt cek lek. . . Vicky membuka pintu kamarnya alena. Dia mengedarkan pandangannya ke seluruh isi kamar alena. Namun dia tidak menemukan dimana keberadaan alena, vicky pun jadi panik.
"Alena kamu dimana? elen jangan main-main ya kamu dimana? " tanya vicky mulai panik dan mencari keberadaan alena.
Vicky mulai mencari cari dengan panik. Apalagi alena tidak merespon panggilannya dari tadi. Hingga dia mendengar suara alena yang tiba-tiba muncul dari balkon kamarnya.
"Ngapain anda masih disini? " tanya alena ketus.
"Dari mana saja kamu! dari tadi saya nyariin. kenapa kamu tidak jawab? " tanya vicky geram.
"Kenapa! anda khawatir?? seharusnya anda harus lebih menghawatirkan istri anda yang berada di rumah sekarang. Bukan sama saya" jawab alena sinis.
"Saya hanya istri simpanan. Lagian anda menikahi saya juga karena terpaksa kan? ".
" Saya tidak pernah merasa terpaksa elen. Jika karena paksaan mungkin saat ini pasti saya akan bersikap kasar pada kamu." ucap vicky sambil menerawang kejadian beberapa hari lalu di saat dirinya menyodorkan sebuah map perjanjian kontrak kepada alexsa.
"Maksud anda?? " tanya alena bingung.
"Bisa gak kamu panggil saya dengan sebutan yang enak di dengar! " tanya vicky. Dia merasa risih dengan panggilan alena yang terus berbicara formal kepadanya.
"Saya gak tau harus manggil bapak dengan sebutan apa. Lagian saya juga sekretarisnya bapak." jelas alena.
"Pokoknya ganti. Sekarang kamu istrinya saya bukan cuma sekretaris" jelas vicky. Dia berbalik dan merebahkan dirinya di kasur milik alena.
Alena merasa sangat canggung sekarang. Dia bingung harus ngapain, apalagi sebelumnya hubungan mereka hanya sebatas atasan dan juga bawahan.
"Elen, ada yang mau saya sampaikan sama kamu. Apa bisa jangan terus berdiri disana? " tanya vicky dengan nada memerintah.
__ADS_1
Dan alena berjalan ke arahnya dengan perasaan yang ketar katir. Dia terus meremas kedua jemarinya karna merasa sangat gugup. Apalagi vicky terus memandangnya dengan pandangan yang tak biasa.
* * *
"Mas aku bahagia sekarang. Karena bang bram udah bisa nemuin pasangannya." ucap dara dengan senyum yang terus mengembang.
"Senang banget ya sayang? kamu mau hadir gak di nikahannya bang bram? " tanya arga. Kini mereka sedang berada di ruang tivi sambil menonton juga mengemil. Tepatnya arga yang sedang menemani istrinya yang sedang mengemil sambil menonton anime kartun kesukaannya.
"Emang boleh? " tanya dara berjingkrak kesenangan.
"Boleh, asal emmm" jawab arga sambil mengkode istrinya dengan mengedipkan sebelah matanya.
"Oke, pokoknya aku kasih plus plus asal kamu nepatin janji kamu ya?? " jawab dara. Dia sangat ingin menghadiri acara nikahannya abangnya
. Apalagi dia juga sangat rindu pada abang semata wayang nya.
"Gitu dong, pinter banget sih bumil ku" ucap arga sambil menoel hidung mancungnya dara.
Dulu dari rencana mau honeymoon. Kini keduanya harus benar-benar menetap disana karena pekerjaan arga yang semakin padat. Apalagi perusahaan pusat juga berada di sana. Jadi dara hanya bisa mengikuti apa kata arga saja, dia harus bisa memaklumi pekerjaan dari suaminya.
Dengan kandasnya hubungan dia bersama vicky. Dara tidak menyangka ternyata Tuhan telah menyiapkan seorang suami yang baik untuk dirinya. kini kebahagiaannya semakin lengkap dengan hadirnya buah hati mereka di dalam rahimnya dara.
"Mas makasi ya udah mau bersabar selama ini. " ujar dara sambil menciumi tangannya arga yang berada dalam pelukannya.
"Sama sama istriku" bisik arga pelan di telinganya dara.
"Janji ya jangan pernah tinggalin aku" dara menautkan jemarinya di jari arga.
Arga pun tersenyum membalas tautan jemarinya dara. Mereka berharap dalam hati masing-masing agar kedepannya hubungan mereka tetap hangat dan terus harmonis seperti sekarang.
Berharap juga tidak ada salahnya. Namun kehidupan selanjutnya juga tidak akan ada yang tau akan seperti apa kedepannya. Kita hanya bisa menjalankan dan mengikuti kemana arusnya. Semoga apapun yang terjadi nantik itulah yang terbaik buat kita semua.
#Bersambung
__ADS_1