
Ternyata anak anaknya sudah pada tidur dara menghela nafasnya, gara-gara perbuatan keji suaminya kini keluarga kecilnya berantakan. Karena badannya terasa begitu lengket dara memutuskan kembali ke kamarnya untuk mandi, namun begitu gagang pintu di buka hal yang pertama kali muncul adalah arga.
Ternyata arga sengaja menunggunya pulang, dia menghunus tatapan tajam ke arah dara.
"Siapa laki laki itu." Tanyanya spontan.
"Bukan urusan kamu, minggir aku mau mandi." Namun tangannya langsung di cekal oleh arga dengan begitu kuat, sehingga membuat dara meringis.
"SIAPA LAKI-LAKI ITU." Dara menyertakan tangannya hingga terlepas dari genggaman suaminya.
"Semarah itulah kamu hm, dia hanya mengantarkan ku pulang dengan selamat tanpa di macem-macemin. Bukan seperti kamu mas." Arga tidak menghiraukan perkataan istrinya malah dia semakin berang.
"Kamu bisa menghubungi ku dengan ponsel kan, tidak harus meminta pertolongan kepada laki-laki lain." Arga memarahi dara dengan menunjuk nunjuk wajahnya.
"Tau apa kamu sama keadaan ku hari ini mas, TAU APA KAMU bahkan aku masuk rumah sakit aja kamu gak tau mas. Lantas kenapa malah memfonisku sembarangan." Dara membatantah ucapan arga sehingga dia terdiam dan merasa bersalah.
"Dan ponselku juga terjatuh, bisa gak kamu berfikir dengan lebih jernih lagi hah. Minggir aku mau mandi." Dara mendorong arga dan langsung masuk ke kedalam kamar mandi.
Arga menyesal telah memarahi istrinya dia bingung dengan keadaannya sendiri, sekarang sifatnya benar-benar di kuat kontrol. Bahkan sekarang dara lebih banyak menangis karena ucapannya, ada apa sebenarnya dengannya.
Dara menangis di dalam kamar mandi karena begitu sedih dengan ucapan suaminya yang sembarangan Menuduh tanpa mendengarkan penjelasannya.
"Hiks hiks harus sampai kapan aku begini terus, kamu harus kuat dara. Ini tidak seberapa dengan penderitaan wanita lain diluaran sana.
Jika memang masih bisa di pertahankan aku harus kuat, jika batinku sudah lelah maka aku akan melepaskan."
Dara menarik nafas dalam dalam untuk menetralkan perasaannya, dia kembali melanjutkan mandinya karena badan dan fikirannya benar-benar lelah dan butuh istirahat.
Selesai mandi dia mendapatkan Arga yang sudah tertidur di atas tempat tidur, karena tidak ingin berbagi ranjang dengan suaminya. Dara memilih untuk tidur di sofa bukannya dia tidak menghargai sang suami, namun pergelumuran panas saat itu masih membekas di ingatannya.
Dara bahkan tidak sudi jika arga hanya menyentuhnya dia sangat jijik bila bersentuhan dengan suaminya. Walaupun sebenarnya dia juga sangat merindukan suaminya tapi akal sehatnya kembali mengingatkannya.
Dara merebahkan dirinya di sofa dan tanpa menunggu lama dia langsung terlelap, karena hari ini benar-benar menguras emosinya.
*
*
__ADS_1
*
Perbedaan cuaca membuat imun tubuh jadi berkurang walaupun cuacanya saat ini begitu panas tetap saja membuat kepala semakin berdenyut. Saking panasnya sampai membuat hidung jadi tersumbat dan kepala jadi migrain.
"Mas kenapa lagi sih." Alexsa capek melihat vicky yang terus terusan mengeluh.
"Sakit kepala sayang, aduh rasanya pening banget bikinin aku apa gitu biar legaan."
"Hadehh kamu ini, balik aja gih ke sana." Usir alexsa geram karena suaminya hanya bisa mengeluh.
"Jahat kamu." Alexsa memutar bola matanya malas diapun membuat teh jahe untuk suaminya, karena dia juga tidak tau harus membuatkan apa.
Slruuupp. . .
"Loh kok jahe sih yang, ini cuaca panas loh makin hareudang kalau minum jahe." Protes vicky.
"Ihh kamu ngeselin hon, aku juga gak tau harus buat apa. Makan gorengan aja sana biar makin serek." Alexsa bangkit dari duduknya dan meninggalkan vicky yang manyun karena ulahnya.
Alexsa sedang mencatat ulang nota klinik nya, dan dia juga sedang mencarikan seorang brand untuk iklan terbarunya. Namun vicky malah mengganggu nya bekerja, untung anaknya di sekolah jika tidak akan semakin pening kepalanya.
"Gak anak gak suami sama-sama bikin puyeng." Vicky tersenyum mendengar omelan istrinya, dia juga tidak menyangka ternyata alexsa bisa semandiri ini sekarang.
"Awas hon kamu rusuh banget sih." Alexsa menutup laptopnya karena begitu geram.
"Hehehe kangen yang kamu jangan kerja terus dong." Tanpa menunggu lama vicky langsung menggendong istrinya dan membawa ke kamar.
Dan terjadilah apa yang seharusnya terjadi, namun dalam sensasi yang berbeda karena cuaca dan suasana yang sangat tidak mendukung.
Kehidupan rumah tangga mereka saat ini berjalan sangat harmonis, dan baru beberapa hari vicky sampai di Indonesia setelah sekian lama menyelesaikan urusannya di Paris. Dan sekarang akhirnya mereka bisa berkumpul kembali.
Terlepas dari semua permasalahannya dulu kini vicky lebih bisa dalam bersikap dan menyikapi suatu masalah. Pengalaman dulu benar-benar menjadi kesan dan pelajaran yang baik untuk dirinya.
*
*
*
__ADS_1
Pagi ini dara begitu antusias mempersiapkan bekal untuk anak anaknya, dan setelah pulang sekolah nanti mereka akan dada bawa untuk menginap dirumahnya bram. Karena besok juga weekend jadinya mereka bisa menghabiskan waktu bermain dirumah sepupunya.
"Ma nantik jadi kan kita nginap dirumahnya uncle."
"Jadi dong sayang senang gak." Bella berjingkrak kesenangan begitupun dengan brian.
Sedangkan arga hanya diam menyimak pembicaraan mereka, dia tidak berani angkat bicara jika kedua anaknya tidak bertanya.
"Ma, papa nginap juga kan. Seru loh kalau kita weekend disana nanti papa juga ada teman ngobrolnya." Tanya brian.
"Enggak sayang. Papa sedang ada kegiatan penting di kantor jadinya gak bisa ikut sama kita." Jelas dara pelan sambil mengelus pucuk kepalanya brian.
Bella merasa seperti ada sesuatu yang sedang di sembunyikan oleh kedua orang tuanya, namun dia juga tidak tau apa itu.
"Yaudah deh kita pamit dulu ma pa." Mereka menyalim dan mencium mama papanya sebelum berangkat kesekolah.
Hari ini dara dan juga arga tidak masuk kantor anak anaknya juga di antar oleh sopir, selepas kepergian mereka arga menarik tangannya dara untuk di bawa ke kamar.
Prammm.. . Arga membanting pintu kamar.
Dara sampai menutup kedua telinganya karena saking kerasnya bunyi pintu yang di banting oleh suaminya.
"Apa apaan kamu mas." Sentak dara geram.
"Apa apaan kamu bilang. Kamu yang apaan hah, main ngajakin anak anak liburan tapi gak ngajakin aku. Dimana pikiran kamu apa kamu pikir mereka gak akan curiga."
"Mereka tidak akan mengerti jika kamu tidak kasih tau." Arga semakin geram dengan jawaban dara, sehancur inikah hubungan mereka sekarang.
"Akhhh. . . Mau kamu apa sih sekarang hah."
"Kamu tanya apa mau ku mas, okey karena kamu sudah bertanya maka aku akan menjawab. Tolong segara urus surat perceraian kita di pengadilan."
Deg. . . Arga tidak menyangka jika dara akan memberikan jawaban yang menyakitkan itu. Dia kaget dan begitu syok, seluruh tubuhnya serasa bergetar hebat dan tanpa terasa air matanya berhasil lolos dari pelupuk matanya.
"Apa harus dengan cara yang seperti." Tanya Arga lemah, namun dara hanya memalingkan wajahnya karena tidak ingin melihat wajah rapuh suaminya.
"Iya, apa kamu masih ingat sama komitmen kita dulu mas, seharusnya kamu lebih paham siapa aku." Dara keluar dari kamar dan meninggalkan Arga yang masih termenung sendirian.
__ADS_1
#Bersambung