
Dara begitu bersyukur dengan kehamilannya saat ini. Karena dari awal bulan pertama sampai sekarang ini, dia sama sekali tidak pernah merasakan yang namanya morning sickness. Hanya moddnya saja yang terkadang sering berubah ubah, namun dia juga sangat beruntung mempunyai seorang suami yang selalu sabar saat menghadapi perubahan moddnya.
Pagi ini cuacanya begitu dingin, apalagi di Paris kini sedang berlangsung nya musim dingin. Dara masih bermalas malasan di balik selimutnya, sedangkan arga sudah bangun sedari tadi untuk membersihkan dirinya. Karena pagi ini dia harus datang cepat ke kantor, karena akan ada meeting pagi. Makanya dia harus bangun lebih awal pagi ini, bahkan dia tidak ingin membangunkan dara. Apalagi dilihatnya dara yang menikmati tidurnya di bawah selimut tebal miliknya.
"Sayang, mas mau berangkat ini". Panggil arga.
"Woaamm jam berapa udah mas?." Tanya dara dengan suara khas bangun tidurnya.
"Udah jam 05 lebih sayang, mas ada meeting pagi". Jawab arga sambil terus memakai kemeja kerjanya.
"Uh dingin banget sih pagi ini." Keluh dara memang sedang kedinginan.
"Kalok ngantuk tidur aja". Ujar arga.
" Udah enggak. Tunggu ya aku bersihin muka dulu". Dara berlalu ke kamar mandi.
Arga hanya tersenyum melihat dara yang berlalu ke kamar mandi. Arga sengaja membangunkan dara biar dia tau kalau Arga harus berangkat sekarang. Biar setelah bangun nanti dia gak kebingungan, terus Arga juga yang kenak semprot.
cek lek. . . Dara menghampiri Arga yang sedang memakaikan dasi miliknya.
"Sini biar aku aja mas". Dara mengambil alih untuk memasangkan dasinya Arga.
" Makasih ya sayang". Arga mengecup keningnya dara dengan penuh sayang.
"Awas jangan genit di kantor". Ujar dara memperingatkan.
" Kamu ini, kapan aku pernah genit sama cewek". Tanya Arga sambil menjelaskan hidung mancungnya dara.
"Mana tau nantik liat cewek seksi kayak kemaren kamu langsung kepincut". Ucap dara geram mengingat masalah kemaren di kantor.
" Kamu jadi gak hari ini ketemuan sama alexsa". Tanya Arga.
"Oiya aku hampir lupa. Baru jam segini jugak, kami ketemuannya waktu makan siang". Jawab dara.
Untung Arga mengingatkan, dara hampir melupakan janjiannya sama alexsa. Selesai membantu suaminya berpakaian dan menemaninya sarapan, dara mengantar suaminya sampai depan pintu. Arga mengecup kening istrinya dan dibalas dengan dara menyalim tangannya arga.
Dara merasa bosan di rumah sendirian. Dia memilih untuk menelpon abangnya, lagian dia pun sedikit penasaran bagaimana kelanjutan hubungan abangnya dengan calon istrinya.
Tut tut tut. . .
📞 " Assalamu'alaikum bang".
📞"Waalaikumsalam dek. Tumben nelpon ada apa dek".
📞"Kangen bang. Emang gak boleh adek nelpon". Tanya dara kesal.
📞"Hehe boleh sayangnya abang. Ada apa dek". Tanya bram.
📞"Bang gimana udah fitting baju belum".
__ADS_1
📞"Udah dek. Kan lusa abang nikahannya ".
📞" kamu gimana sehat gak? kandungan kamu jugak sehat kan". Tanya bram lagi.
📞"Alhamdulillah aku sama kandungan aku juga sehat bang".
📞"Syukur alhamdulillah dek. Kamu sehat sehat ya dek, abang bersyukur Arga bisa menjaga kamu dengan baik".
📞"Iya bang. Aku juga makasih karena abang udah milihin suami yang tepat buat adek".
📞"Emm sekarang baru makasihnya. Dulu sok nolak lagi hihi". Ejek bram cekikikan.
📞"Ih abang ngeselin. Bang udahan dulu ya adek mau ketemuan sama temen".
📞"Iya dek. Assalamu'alaikum ".
Tuttttt.
" Non. ini susunya belum diminum ". Tegur salah satu art di rumahnya.
"Iya bik dara lupa, makasih ya". Jawab dara cengengesan.
Art tersebut pun kembali ke dapur. Art yang bekerja di rumahnya arga begitu bersyukur karena mempunyai majikan yang baik hati. Apalagi istri dari manjikannya juga supel, baik, dan tidak sombong.
" Istrinya tuan arga baik banget ya". Ucap art yang bernama marni.
"Em iya padahal lagi hamidun. Makanya kita jangan sampek buat kecewa mereka sama pekerjaan kita". Marni menegaskan.
* * *
Alexsa sedang menyiapkan sarapan untuk vicky dan juga dirinya. Misi pertamanya hari ini baru akan di mulai, alexsa terus menggerutu karena sudah jam 06 lebih, pintu kamarnya vicky belum juga terbuka.
"Dasar emang perempuan malas. Jam segini masih aja molor". Gerutu alexsa dengan kesal.
Karena bosan sendirian di dapur. Alexsa iseng menghidupkan musik dengan suara yang keras. Biar tidurnya vicky dan juga istri barunya terusik, alexsa sengaja mengerjai mereka. Biar rasa sedihnya juga sedikit terobati dengan adanya kekacauan pagi ini.
Dum dum dum dum bunyi musik yang begitu keras.
Alexsa sengaja memakai headset di telinganya, biar suara musik yang dia hidupkan tidak menganggu aktifitasnya. Dia terus menggeleng gelengkan kepalanya sambil menikmati musik yang ada di ponselnya. Alexsa hanya membuat dua porsi makanan saja, satu untuknya dan satu lagi untuk suaminya.
Vicky dan juga alena begitu geram dengan suara musik yang sengaja alexsa nyalakan. Vicky segera keluar dan mencabut kabelnya agar musik tersebut bisa berhenti.
" Kamu sengaja ya ngelakuin ini". Tanya vicky dengan menatap tajam ke arah alexsa.
Alexsa masih tidak mendengarkan omongan vicky, karena dia masih memakai headset di telinganya sambil menikmati sarapannya. Vicky yang geram menghampiri alexsa dan mencabut headset di telinganya.
"Ganggu aja sih". Cibir alexsa.
"Maksud kamu apa ngidupin musik pagi pagi begini hah ". Tanya vicky geram.
__ADS_1
" Emang salah ya ". Tanya alexsa tanpa merasa bersalah.
"Oh kamu cemburu, apalagi semalam aku tidurnya sama Alena". Tanya vicky menginterogasi.
"Hah cemburu biasa aja tu. pasangan iblis kok di cemburuin rugi tau". Jawab alexsa santai.
Alena yang berdiri di belakang vicky begitu geram mendengar perkataan alexsa, yang sengaja mengatainya sebagai iblis. Namun dia harus bisa menjaga imagenya di depan alexsa.
" Udah lah vic, mendingan sekarang kita mandi dan bersiap ke kantor ". Ajak Alena pada vicky.
Alexsa menatap sinis ke arah alena. Kemudian dia kembali melanjutkan sarapannya, setelah vicky dan alena masuk ke kamar mereka untuk bersiap siap. Alexsa segera melanjutkan aksinya untuk mengosongkan isi gula, susu, dan juga kopi. Kalau untuk sarapan hanya ada roti yang di bakar oleh alexsa. Sisa yang belum dia bakar semua dia sembunyikan, memang terlihat kekanak-kanakan.
Tapi bagi mereka yang serba sibuk dengan aktifitas kantornya, pasti akan di buat geram apabila ingin cepat sarapan tapi malah kehabisan stok. Alexsa kembali duduk dan melanjutkan sarapannya yang tertunda, begitu dia melihat vicky menghampiri meja makan. Dia langsung menggeser duduknya dan melayani vicky untuk sarapan.
"Honey. Ini breakfast kamu dan ini kopinya". Ujar alexsa dengan tersenyum manis.
Vicky langsung menyeruput kopinya dan mulai memakan sarapannya. Alena bingung melihat meja makan yang kosong, hanya ada dua piring yang berisikan makanan. Karena malas bertanya, dia menuju ke dapur dan mulai mencari cari sesuatu yang bisa di olah. Namun alena merasa heran, karena semuanya terlihat kosong.
"Vic, habis dari kantor kita belanja bulanan ya". Ujar alena sambil mendekati meja makan.
Vicky mengeryit heran, perasaan baru kemaren dia melihat alexsa belanja bulanan. Masak udah kosong lagi stoknya.
"Lexsa, kamu kemanakan semua isi kulkas sama dapur ". Tanya vicky merasa curiga.
" Loh kenapa tanya sama aku". Jawab alexsa singkat.
"Emang ada orang lain disini yang harus aku tanyakan".
" Terus kenapa, makanya kalok punya rumah jangan di anggurin. Kemarin aku adain party di sini kamu kan gak pulang, kan suntuk di rumah sendirian. Yaudah aku ajak aja teman teman aku ke sini". ucap alexsa santai.
Alena meyakini kalau ini adalah kerjaan alexsa yang sengaja mengerjai nya.
"Em elen, kamu sarapan di kantor aja nantik". Ucap vicky.
Alena hanya mengangguk. Walau sebenarnya dia sangat kelaparan saat ini.
" Makanya jadi perempuan jangan pemalas. Jangan taunya mainin pinggul aja, dasar ******* saweran ". Ejek alexsa sinis.
" Lexsa jaga sikap kamu". Bentak vicky.
"Ups lupa, udah sah ya tapi sayang jadi simpanan. Vic kenalin dong istrinya sama papa mama. Apa aku aja ya kali ya yang ngasih tau". Ucap alexsa sekalian mengancam.
" Jangan mulai kurang ajar kamu lexsa. Awas kalau sampek papa sama mama tau ". Ancam vicky balik.
"Ii takut. Ahahahha kasian ya kamu Alena, istri rasa simpanan". setelah puas mengatai Alena, dia kembali masuk ke kamarnya dan bersiap untuk mandi.
Alena benar-benar jengkel pagi ini. Dia tidak Terima jika alexsa terus menerus menghinanya. Vicky bisa melihat kalau Alena merasa sangat kesal pagi ini dengan ulahnya alexsa.
#Bersambung
__ADS_1