
Moza masih setia berjalan di belakangnya dara sambil membawa berkas berkas penting milik sang bos cantik. Begitu sampai di meja yang telah dia booking sebelumnya, Moza mempersilakan dara untuk duduk.
"Moza kemana owner dari alexsa beauty, bukankah dia sudah sampai duluan." Moza menunjuk ke seorang perempuan cantik dan seksi yang lagi telponan menghadap ke arah yang berlawanan.
"Dia ada disana buk, sebentar saya panggilkan." Dara mencegah.
"Jangan biarkan saja dulu mungkin telponnya penting." Ucap dara yang tidak mempermasalahkan.
Begitu alexsa berbalik dia dan dara sama sama tercengang dengan mulut yang terbuka, tanpa menunggu lama mereka saling berpelukan karena setelah sekian lama akhirnya mereka bertemu kembali.
"Apa ini beneran kamu dara." Tanya Alexsa girang.
"Iya lexsa ini aku, kamu apa kabar." Dara balik bertanya.
Moza terlihat bingung dia tidak mengerti kenapa si bos Sampai berpelukan dengan owner tersebut.
"Aku baik dar. Gak nyangka ternyata kita bisa ketemu lagi kamu ngapain kesini."
"Aku yang punya Bella glow loh."
"Waw amazing suami kamu ngizinin dar." Kini mereka menarik kursi dan mendudukinya.
Keduanya saling berbincang ringan sampai melupakan tujuan utama mereka, Moza sampai jengah mendengar obrolan keduanya. Dia juga tidak berani menegur apalah nasip hanya bawahan.
"Buk maaf kalau saya lancang, apa meetingnya bisa kita mulai." Moza bertanya dengan ragu ragu.
Mereka berdua melihat ke arah Moza bersamaan dan kemudian menepuk jidat masing masing.
"Ya ampun sampai lupa lagi."
"Iya dar asik ngerumpi sih."
"Hehe kamu juga kan, yaudah kita bahas yang lebih penting dulu." Barulah mereka masuk ke dalam topik bisnis.
"Oke deal ya."
"Deal." Kemudian dara dan alexsa saling menukar nomor WhatsApp.
"See you bestie."
Moza membulatkan matanya apa dia tidak salah dengar. Ternyata bosnya juga sangat kekinian dalam berbicara dengan sahabatnya.
"Hei kamu kenapa bengong Moza." Tanya dara membuyarkan lamunan Moza.
"Eh gak papa buk maaf saya jadi bengong."
"Iya gak papa. Moza kamu pulang naik taksi bisa."
"Bisa buk tenang aja."
"Oke soalnya saya buru buru."
Mereka berpisah di parkiran cafe, dara segera mengendarai mobilnya menuju rumah. Begitu sampai di rumah dia langsung di sambut dengan pelukan hangat oleh kedua anaknya.
"Mama." Teriak Bella dan Brian sambil berlari menuju mamanya.
__ADS_1
"Aduh anak mama happy banget sih."
"Iya dong ma kan senang mama udah pulang." Jawab Bella sedangkan Brian hanya mengangguk dan tersenyum melihat Mamanya.
"Papa udah pulang belom."
"Mungkin bentar lagi ma." Brian menjawab pertanyaan mamanya.
"Kalau gitu mama ke kamar dulu ya sayang, kalian main dulu aja mama mau mandi. Bau asem ih." Bella dan Brian mengangguk patuh, dara begitu gemas melihat anak anaknya yang menurut.
Dia pun segera naik ke kamar atas dan langsung mandi kemudian berganti pakaian sambil menunggu suaminya pulang.
Ceklek. . .
"Hai sayang kamu udah pulang."
"Iya mas baru aja selesai mandi."
Arga mendekati istrinya dan mencium keningnya, dara memejamkan mata menikmati ciuman suaminya. Disaat Arga memeluknya dara seperti mencium bau parfum perempuan, Seketika emosinya jadi naik. Namun dia mencoba untuk bersikap tenang dan tidak terpancing dulu.
"Mas kamu ada meeting di luar hari ini."
"Ngak sayang, emang kenapa."
"Em gak cuma nanya aja kok." Jawabnya sambil melepaskan jas yang ada di tubuhnya Arga.
Dan lagi lagi dara menemukan bekas lipstik di kemejanya Arga, karena Arga memakai kemeja putih. Walaupun amarah sudah di ubun-ubun namun dara masih menahannya, dia buru buru melepaskan jas milik suaminya kemudian meminta untuk melepaskan kemejanya juga.
"Mas sini kemejanya aku lepasin juga pasti gerah kan." Ucapnya dengan lembut seperti biasanya.
Arga langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, dia sama sekali tidak tau bagaimana dengan hatinya dara yang terluka setelah melihat jejak wanita lain di kemejanya.
"Setau ku kamu tidak begini mas, apa aku yang terlalu percaya sama kamu." Gumam dara pada dirinya sendiri.
Dara tetap bersikap seperti biasanya terhadap Arga, dia akan mencari tau sendiri akar permasalahannya.
Walaupun hatinya cenat cenut dan terasa panas tapi dia mencoba untuk mensterilkan pikirannya. Akan tidak baik bila dia terlalu gegabah dalam mengambil keputusan, dara harus bisa bermain halus tanpa membuat Arga curiga.
Ceklek. . .
"Sayang kamu kenapa."
"Mas aku tunggu di meja makan ya sama anak anak." Dara meninggalkan Arga sendirian di kamar dan menunu ke dapur.
Setelah selesai berganti pakaian Arga langsung menyusul istri dan juga anak anaknya ke meja makan.
"Halo jagoan sama princessnya papa."
Bella langsung duduk di pangkuan Arga begitu dia melihat papanya. Sedangkan Brian tetap memilih untuk melanjutkan makanan, dia hanya membalas sapaan papanya dengan sebuah senyuman.
"Mau pakek lauk apa mas."
"Ayam sama sayur SOP aja sayang, tambahin sambel dikit."
Mereka makan dengan lahap begitu juga dengan dara, seakan kejadian mengejutkan barusan sama sekali tidak terjadi. Ternyata dia sangat tegar dalam menghadapi permasalahannya.
__ADS_1
"Mas Minggu depan kita liburan yuk."
Bella dan Brian begitu antusias saat mendengar kata liburan dari mamanya.
"Kemana ma."
"Ayo dong pa mau ya." Rengek Bella pada papanya.
"Em Minggu depan ya sayang."
"Iya mas gimana kamu gak sibuk kan." Tanya dara.
"Oke deh kita liburan." Jawab Arga yang membuat kedua anaknya kegirangan.
"Yeeyyy liburan uhuy asik udah lama kita gak liburan." Bella berjingkrak senang mendapat persetujuan papanya.
Setelah acara makan malam mereka kembali ke kamar masing-masing, dara menceritakan pertemuannya tadi siang dengan alexsa pada suaminya. Arga mendengarkan semua cerita dara sambil mengelus-elus rambut Istrinya.
"Mas gantian dong kamu yang cerita."
"Mau cerita apa yang, aku seperti biasa sayang." Jawab Arga tersenyum.
"Kamu kemana aja mas selain meeting." Tanya dara pelan pelan.
"Emm kemana ya, banyak sayang. Ke lahan pembangunan proyek baru, meeting di cafe terus ya balik ke kantor." Jawab Arga santai.
"Yakin gak kemana-mana."
"Kamu kenapa sih posesif begini."
"Emang gak boleh aku nanyak."
"Boleh yang tapi jangan kayak di introgasi juga kali, berasa jadi tersangka akunya." Jawab Arga pura pura marah.
Dara juga pura pura untuk tertawa bahkan dia merayu suaminya agar tidak marah lagi.
"Becanda mas udah lama tau kita gak becandaan." Tutur dara.
Arga tersenyum dan memeluk istrinya, dia memejamkan mata dan menikmati pelukan dari istrinya yang begitu membuat perasaannya terasa damai dan tentram.
"Jangan pernah tinggalkan aku ya yang apapun yang terjadi kedepannya." Ucap Arga tanpa sadar yang membuat hati dara bercenut.
"Maksudnya mas." Seketika Arga tersadar dari lamunannya.
"Ma_maksud apanya yang."
"Jangan pernah tinggalkan, maksudnya gimana. Emang siapa yang mau ninggalin dan di tinggalin." Tanya dara memastikan ucapan Arga yang membuatnya kaget.
"Sayang biduk rumah tangga pasti akan ada badainya, pasti akan ada saja permasalahan yang datang. Makanya kita harus saling menjaga dan mempertahankan rumah tangga kita ya kan." Arga menjelaskan kepada dara agar tidak salah paham sama ucapannya.
"Em aku pikir kenapa. Yaudah mas yok tidur besok kita kerja."
"Sayang mas kangen." Dara yang paham akan kemauan suaminya pun siap melayani tanpa paksaan.
#Bersambung
__ADS_1