
Kini mereka semua sangat panik menunggu dara di luar kamar persalinan, karena hari ini dara akan melakukan proses persalinan secara normal. Sedangkan arga dengan setia menemani istrinya melahirkan di dalam.
"Mas perutku rasanya sakit sekali mas, rasanya juga ingin muntah." Ucap dara dengan lemas.
"Kamu yang sabar ya sayang, demi kedua buah hati kita kamu harus kuat dan sabar." Arga terus membelai pucuk kepala istrinya.
"Mas, hiks hiks sakit mas aku gak kuat. Rasanya sangat sakit huh huh ya Allah sakit sekali huh." Dara terus saja menarik dan membuang nafasnya dengan perlahan.
"Bismillah sayang, ini adalah pengorbanan seorang ibu. Ini juga anugerah yang Allah berikan kepada kamu, jangan menyerah ya kamu berzikir dalam hati insyaallah semuanya akan baik-baik saja." Ucap Arga memberikan semangat untuk istrinya.
Dara menatap wajah suaminya dengan linangan air mata, pikirannya melayang entah kemana di saat merasakan sakit yang sangat luar biasa.
Arga mengelap setiap peluh keringat yang keluar dari dahi sang istri, kemudian dengan lemah lembut Arga membacakan ayat-ayat Alquran yang bisa membuat dara lebih sedikit tenang.
"Sebentar lagi pembukaan terkahir ya pak, ibuk." Ujar dokter perempuan yang akan menemani dara lahiran.
Dara menatap suaminya, dan Arga mengecup kening istrinya dengan sayang.
"Percayakan semuanya sama Allah ya sayang, berjuanglah demi kedua anak kita. Kamu wanita hebatnya mas cup." Arga kembali melabuhkan satu kecupan manis di kening istrinya.
"Mas ini kenapa ada yang merembes ya, ya ampun mas ketubanku udah pecah mas." Ucap dara dengan panik.
Arga langsung menemui dokter dan menyatakan jika ketuban istrinya sudah pecah. Dan kemudian dokter mulai memberikan aba-aba untuk dara mengejan. Arga masih tetap setia menemaninya istrinya, dia terus menggenggam jemarinya dara dan sesekali mengecupnya.
"Sekali tarikan nafas lagi ya buk." Ujar sang dokter.
"Uwee uwee uwee."
" Uwee uwee uwee."
Arga menangis haru mendengar suara bayi mereka yang nangis bersahutan setelah proses persalinan. Dara juga merasakan hal yang sama, akhirnya dia telah menjadi seorang ibu. Harapan yang dia nanti nantikan setelah kehilangan bayi pertamanya dulu.
"Alhamdulillah ibuk, bapak. Bayi kalian sepasang, setelah suster siap membersihkannya bapak boleh mengazankannya." Ucap dokter tersebut.
Dara dan Arga saling melemparkan senyuman bahagianya.
"Terimakasih sayang, kamu adalah wanita terhebat. Kalian adalah sumber kebahagiaan mas sekarang." Ucap Arga sambil kembali melabuhkan kecupan di kening istrinya.
"Hiks aku sangat bahagia mas." Hanya itu yang bisa di ucapkan dara, karena rasa bahagianya benar benar sulit untuk dia ucapkan.
__ADS_1
Hanya bibirnya yang selalu melengkung membentuk senyuman.
Setelah proses azan dan Iqamah selesai. Mereka baru bisa memberikan bayi tersebut kepada ibunya agar bisa menyusui dini.
Arga harus melakukan dua proses yaitu azan dan Iqamah. Di karenakan bayinya sepasang maka dia harus dua kali menyerukan kalimat Allah tersebut.
*
*
*
Bram dan yang lain masih menunggu di luar ruangan. mereka masih menunggu dokter keluar dari ruangannya dara, terlihat Bram yang mondar-mandir gelisah menunggu kabar dari dokter yang menangani dara di dalam.
begitu dokter keluar Bram buru-buru menghampiri dokter tersebut, dan diikuti oleh istrinya, dan Celine juga suaminya Dirga.
"dok, bagaimana keadaannya adik saya." tanya Bram pada dokter yang menangani dara.
"Alhamdulillah pasien sudah selesai melahirkan sepasang bayi kembar." jelas dokter pada Bram.
"Alhamdulillah apa kami sudah bisa menjenguknya dokter." tanya Bram pada dokter sambil tersenyum senang.
dokter mengangguk, kemudian Bram dan yang lainnya segera masuk ke dalam ruangannya dara. setelah sampai di dalam Bram langsung memeluk adiknya dan menangis penuh haru.
"hiks terima kasih bang dara bahagia akhirnya darah bisa memiliki dua bayi. ini adalah anugerah terindah yang dara terima di tahun ini." ucap dara dengan penuh rasa bahagia.
Dan bergantian Celine dan suaminya bergantian memberikan ucapan selamat kepada dara. dan Nayla juga memberikan ucapan selamat kepada adik iparnya akhirnya dara telah menjadi seorang ibu.
"selamat ya besti akhirnya kamu telah menjadi seorang ibu aku ikut bahagia dara." ucap Celine sambil memeluk dara.
"Thanks you besti." cara membalas pelukan Celine dengan bahagia.
"Selamat ya dek akhirnya keinginanmu tercapai." ucap Nayla sambil memeluk dara.
"Terima kasih kak." ucap dara pada kakak iparnya.
Mereka sama-sama merayakan kebahagiaan ini begitu juga dengan Arga yang tak henti-hentinya tersenyum penuh rasa bahagia. Akhirnya keinginan dirinya dan dara untuk bisa memiliki anak kini telah tercapai.
Setelah dua hari berada di rumah sakit kini dara dan kedua bayinya telah diperbolehkan untuk pulang. Bram dan istrinya juga Celine dan suaminya masih setia menemani dara di rumahnya Arga.
__ADS_1
Mereka baru akan kembali ke Indonesia setelah dara dan bayinya genap berusia 1 minggu. Arga yang biasanya pulang bekerja pukul 07.00 malam kini dirinya selalu pulang lebih awal, apalagi di rumahnya juga masih ada abang iparnya.
Kabar kelahiran kedua bayinya dara sudah didengar oleh Alexa, dan tepat hari ini Alexa mulai berkunjung ke rumahnya dara. Dia sangat senang mendengar jika sahabatnya telah melahirkan dua bayi dengan selamat.
"Assalamualaikum." ucap Vicky memberi salam ketika sudah sampai di rumahnya Arga.
"Waalaikumsalam." yang menjawab dan membuka pintu bukanlah Arga melainkan Abang iparnya yaitu abangnya dara.
Begitu melihat Vicky seketika emosi Bram jadi naik, tanpa menunggu lama Bram langsung membogem Vicky tepat di pipinya. Tak hanya itu Dia masih memukuli Vicky tanpa mendengar teriakan dari Alexa.
Bram kalap dan lupa diri, melihat wajah Vicky mengingatkannya pada kejadian beberapa tahun yang lalu. Disaat adiknya disakiti oleh pria yang tidak bertanggung jawab yang ada di depannya saat ini.
karena mendengar teriakan dari luar mereka yang berada di dalam keluar menghampiri Bram, Nayla begitu terkejut saat melihat Bram memukuli seseorang yang berada di depannya sekarang. Apalagi Alexa yang pingsan, Bram tidak menyadari itu semua karena fokusnya saat ini hanyalah untuk Vicky seorang.
"Ya ampun mas apa yang kamu lakukan, kenapa kamu memukuli dia." tanya Nayla dengan panik.
"Laki-laki brengsek ini pantas untuk dipukuli." jawab bram dengan muka yang memerah karena menahan emosi.
Dirinya begitu murka di saat melihat Vicky datang ke rumah adiknya dengan menggandeng seorang perempuan. Walaupun kini dara sudah menikah, tapi Bram tetap masih sakit hati di saat melihat kehadirannya Vicky.
Arga dan Dirga segera mengangkat Alexa yang pingsan untuk dipindahkan ke sofa, Celine berinisiatif untuk mengambil minyak kayu putih yang ada di nakas dan mengoleskan pada hidungnya Alexa. sedangkan Arga mencegah Bram yang masih ingin memukuli Vicky.
"Bang sudah bang sudah biar aku yang jelasin semuanya." Cegah Arga pada Bram.
Vicky bangun dan mengelap bibirnya yang berdarah akibat pukulan dari Bram. Ternyata Bram semarah ini terhadap dirinya sebenarnya Vicky malu saat bertemu dengan Bram, tapi dia juga tidak tahu bila Bram berada di rumahnya dara.
"Apa kamu tahu Vicky gara-gara kamu adikku jadi bahan omongan orang, sekarang mau apa kamu datang kemari apa masih belum puas kamu menyakiti dara." tanya Bram yang masih dalam emosi.
"Bang sudah Abang sudah, biar nanti Arga yang jelasin semuanya." Arga masih melerai keduanya.
Dan kini Arga membawa Bram dan Vicky ke halaman belakang, Arga menjelaskan semuanya kepada Bram. dan dia juga meminta supaya Bram bisa menerima semuanya karena Arga tidak ingin mengulang kejadian yang lalu. Karena sekarang dara dan dirinya sudah bahagia.
Walaupun masih emosi namun Bram tetap menghargai permohonan dari Arga, Vicky hanya menunduk dan tidak berani melihat wajahnya Bram. Dirinya sangat malu bila mengingat sikapnya yang sangat pengecut saat itu.
Bram meninggalkan mereka dan memilih masuk ke dalam kamarnya, karena dia tidak ingin bila harus melihat wajahnya Vicky yang hanya bisa membuat emosinya naik.
Arga pun mengizinkan, selepas kepergian Bram Arga mengajak Vicky untuk menemui istrinya yang tadi pingsan. Yernyata Alexa sudah bangun dan langsung menghampiri Vicky dan dan meraba pipi suaminya yang sudah lebam akibat pukulan dari abangnya dara.
Vicky hanya mengkode dengan matanya bahwa dia tidak apa-apa , dan sekarang Vicky mengajak Alexa untuk menjenguk dara dan bayinya agar mereka bisa segera pulang.
__ADS_1
Setelah bertemu dengan darah dan kedua bayinya kini Alexa dan Vicky kembali pulang.
#Bersambung