
Perselingkuhan adalah hal yang paling di benci para kaum hawa di muka bumi ini, karena sebab dari perbuatan tersebut mendapatkan dampak yang sangat besar untuk sebuah hubungan pernikahan dan juga kekeluargaan. Tidak hanya hati istri yang tersakiti karena ulah suami, namun juga hati anak yang akan hancur.
Kesempurnaan akal anak dan jalan pikirannya pasti akan terganggu karena memikirkan perasaan ibunya, batin anak dan orang tuanya sangatlah dekat. Kesedihan ibunya juga merupakan kesedihannya juga, walaupun ayah juga merupakan orang tuanya namun ikatan batin anak dan ayah tidak seberapa dibandingkan dengan ibu yang melahirkannya.
Brian sangat paham apa sedang terjadi kepada kedua orang tuanya, namun dia tidak seberapa tau apa yang sebenarnya terjadi. Yang dia perhatikan ialah perhatian mamanya yang mulai berkurang untuk papanya, mulai dari beberapa hari lalu dia sudah memperhatikan gelagat kedua orang tuanya.
"Dek kamu merasa gak sih kalau mama sama papa sedang tidak baik-baik saja."
"Enggak tuh, perasaan kakak aja kali." Bella merasa heran dengan pertanyaan kakaknya.
"Entah lah kakak juga kurang tau." Brian memilih segera masuk ke kelas.
Begitu sampai di depan kelas seorang siswi centil mendekati nya.
"Selamat pagi kak brian." Brian memutar bola mata malas.
"Minggir." Ujarnya malas.
"Iih kok gitu sih kak."
"Minggir gak aku mau lewat." Ketua Brian dingin.
"Yaudah lewat sana, dasar jahat." Siswi tersebut merajuk dan melipat kedua tangannya di dada dengan wajah yang ditekuk.
"Angelin masuk yuk, kak Brian memang gitu." Bella mengajak Angeline untuk masuk dan melupakan Brian yang mencuekinya.
Brian memang terkenal dingin dan tak banyak bicara ketika berada di sekolah, walaupun masih di bilang bocah. Namun dia sangat tampan dan juga cool makanya banyak siswi yang suka berteman dengannya.
Siang ini dara akan bertemu dengan alexsa di cafe yang biasa mereka kunjungi, dara sedang bersiap siap untuk berdandan. Terlihat arga yang memperhatikannya tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun. Dara merasa bodo amat dan tidak mau perduli, terkesan tidak baik namun sekarang bukan jamannya istri yang lemah karena di sakiti suami.
"Mau kemana kamu." Karena merasa di cuekin arga memilih untuk bertanya.
"Nana nana nana." Dara malah asik bernyanyi tanpa mengindahkan pertanyaan suaminya.
__ADS_1
"Jawab aku dara, aku tau kalau aku salah sama kamu. Tapi tolong jangan cuekin aku seperti ini sayang, please jangan terus terusan bersikap dingin." Arga memegang bajunya dengan muka yang memelas.
"Lepasin tangan kamu mas." Ujar dara sinis yang risih karena arga memegang bahunya.
"Sayang aku rindu sama kamu aku lelah kamu cuekin terus."
"Mas seharusnya yang capek itu aku, bukan kamu. Apa kamu tau sudah lama aku mengetahui perselingkuhan kamu bersama sekretaris murahanmu itu. Aku memilih diam mas, karena aku ingin melihat sejauh mana kamu bisa mengkhianati ku."
"Apa kamu masih ingat kejadian di saat dia keluar dari kamar pribadi kamu, mulai saat itu aku mulai mencurigai kamu dan mencari bukti atas semua kejanggalan yang aku rasakan." Arga terdiam mendengar perkataan istrinya, memang benar apa yang dikatakan dara.
Arga tidak tau lagi harus berkomentar seperti apa, dia terdiam dan tidak bisa memberikan pembelaan. Karena melihat suaminya yang terdiam dara tersenyum sinis dan keluar dari kamar.
Sebenarnya dara ingin sekali mendengar pengakuan jika Arga tidak benar-benar ingin mengkhianati nya walau sekedar berbohong. Karena hati kecilnya masih sangat mencintai suaminya, namun dia juga harus sadar jika ini memang sebuah kenyataan bukan khayalan.
Dara merasa sesak setiap kali berdebat tentang perselingkuhan suaminya, dia ingin sekali menghapus ingatannya agar bisa melupakan kenyataan yang menyakitkan ini. Rasanya masih seperti mimpi dia benar-benar tidak menyangka jika suami yang selama ini terlihat baik dan begitu sayang padanya ternyata tega menyakiti hatinya.
Tanpa sadar dia telah sampai di cafe yang menjadi tujuannya, dara segera turun untuk menemui kedua sahabatnya. Namun tak sengaja dia juga melihat karina yang memasuki cafe tersebut, dara memilih abai dan kembali berjalan ke tempat yang sudah di pesan oleh alexsa.
Dengan melihat wajahnya saja ingin sekali dara menjambak rambutnya dan menyeret dia keluar dari tempat ini. Untung akal sehatnya masih berfungsi dengan baik, dara tidak ingin mengambil resiko hanya karena masalah pribadinya.
"Muka murung amat bestie, kenapa hm ayo cetita." Celine yang memang begitu paham dengan perubahan dara mencoba untuk bertanya.
"Bestie boleh gak sih aku nangis disini." Tanya dara dengan mata yang berembun.
Sekuat apapun dia menahan namun di saat ada yang bertanya tentang keadaannya dara jadi lemah. Apalagi kedua sahabatnya yang memang sudah seperti keluarganya sendiri, dara rasa tidak ada salahnya jika dia jujur kepada mereka.
"Bestie are you okey." Alexsa memastikan, dia memilih bangun dan duduk di samping dara.
"Hiks hiks hiks sakit sa, cel. Aku gak kuat rasanya aku lelah sekarang, hiks hiks ternyata orang yang aku anggap suami yang baik tega berkhianat." Celine dan alexsa saling pandang mereka bingung dengan ucapan dara.
"Ayo cerita dulu bestie, jangan sedih sendiri. Ada kami yang selalu siap mendegar semua keluhan kamu." Dara menatap kedua sahabatnya dengan berurai air mata.
"Mas Arga selingkuh dengan sekretarisnya hiks hiks hiks." Celine dan juga alexsa terkejut bukan main.
__ADS_1
"What. Kamu serius bestie ayolah dara jangan becanda." Celine masih tidak percaya dengan omongannya dara.
"Aku tidak sedang bercanda cel, aku sendiri yang mergokin mereka di apartemennya wanita itu."
"Kurang ajar si Arga, kesambet apa sih dia sampek tega berbuat seperti itu." Alexsa dan celine begitu geram mendengar penjelasan dara.
"Perempuan itu juga sedang berada di cafe ini sekarang, kita tunggu aja apakah mas Arga akan kesini menemui dia." Alexsa dan celine celingukan mencari keberadaan wanita itu.
"Yang pakai dress warna navy." Tunjuk dara ke meja pojokan yang memperlihatkan belakangnya karina.
"Gak keliatan wajahnya, pengen aku jambak itu perempuan."
"Iya tuh memang murahan."
"Jangan sembarangan, mereka udah menikah siri." Pengakuan dara semakin membuat mereka kaget dan berang. Ternyata Arga sudah melangkah begitu jauh, dan mereka baru tau sekarang.
Setelah memesan makanan mereka masih setia mendengarkan curhatan dara, sesekali alexsa juga mencuri pandang ke arah mejanya karina. Dan dia begitu kaget melihat Arga yang datang dan duduk tepat di depan karina, ternyata yang di katakan oleh dara memang benar adanya.
"Dara kita pindah aja yuk, kita pesan privat room aja sambil karokean biar kamu bisa sedikit melupakan bajingan itu." Alexsa tidak ingin bila dara melihat Arga yang sudah berada di sana.
"Aku paham sa, dia sudah datang kan. Biarkan saja aku oke kok, lagian semuanya juga sudah terlambat aku juga tidak bisa melawan takdir." Jawab dara dengan lesu dan terlihat pasrah.
Karena tidak tahan celine dan juga alexsa bangun dan ingin melabrak mereka, namun langsung di cegah oleh dara. Walau bagaimanapun karina juga istri dari suaminya, dia tidak ingin menganggu mereka. Biarkan semuanya berjalan semestinya dia juga akan mencari jalan keluarnya.
"Biarkan saja mereka, aku gak apa apa kok." Dara meyakinkan kedua sahabatnya.
Terkadang di saat hati sudah lelah dengan pikiran, keadaan sekitar pun sudah mulai terabaikan.
**Jangan lupa like, dan koment ya guys๐ค๐ค
Jangan pernah bosan menunggu updatan ku
Keantusiasan kalian dalam membaca karyaku adalah sebuah harapan dari jemariku yang lelah mengetik.
__ADS_1
Love you all๐๐
#Bersambung**