Suami Pilihan Abang

Suami Pilihan Abang
Alena mulai bertingkah


__ADS_3

Terbiasa dengan kehidupan mewah membuat Alena nekad untuk menjerat vicky ke dalam kehidupannya. Walaupun kedua orang tuanya cukup mampu untuk memenuhi kebutuhannya, namun Alena tidak ingin meminta apapun dari mereka. Karena sedari remaja dirinya sudah hidup mandiri dan bebas dari kekangan orang tuanya.


Hingga pada saat menjelang dewasa dirinya masuk ke dalam pergaulan bebas yang di ajak oleh temannya. Alena yang saat itu sedang menjadi jadi pun dengan senang hati mengikuti mereka. Apalagi mencari kenikmatan sesaat adalah hal yang paling di cari kaum muda mudi yang sedang beranjak dewasa, tapi tidak untuk mereka yang masih mempunyai akal sehat.


Alena yang masih labil dan terbilang bebas dalam kesehariannya tidak sempat menggunakan akal sehatnya, apalagi dia tidak mempunyai seseorang yang bisa di ajak untuk bertukar pikiran.


Hingga dia melamar sebuah pekerjaan di tempatnya vicky, awalnya dia sempat mengajukan permohonan di perusahaan arga. Tapi kebetulan disana lagi tidak merekrut karyawan baru, jadi Alena beralih ke perusahaan vicky. Dan kebetulan di sana sedang merekrut karyawan baru, dan Alena mendapatkan posisi terbaik di sana sebagai sekretaris nya vicky.


Dia juga sempat kecewa karena target yang dia tuju adalah arga. Dia sudah lama mengincar CEO muda tersebut, namun selalu gagal karena arga bukan tipe laki-laki yang suka melirik perempuan. Dia juga sempat memantau arga supaya bisa melakukan sesuatu, tapi nasip keberuntungan tidak berpihak padanya.


Dan pada suatu hari dirinya di utus oleh vicky untuk ikutan meeting di perusahaan arga. Alena sangat senang karena ini merupakan peluang untuknya. Namun harapannya pupus ketika dia berhadapan dengan istri sahnya arga, walaupun istrinya terlihat calm dengan pakaian yang tertutup. Tapi jelas terlihat jika dia bukanlah perempuan sembarangan, Alena bisa menilai ketika dia berbicara dan tatapan matanya yang tajam.


Alena putus asa dan merasa kalah sebelum memulai. Ternyata selera arga di atas rata rata, bukan seperti dirinya yang suka dengan pakaian seksi dan terbuka. Dan malam itu dirinya dan teman temannya mendatangi sebuah clubbing dan dirinya melampiaskan rasa putus asanya dengan meminum di sana hingga puas.


Dan salah satu dari temannya sempat melihat vicky bosnya Alena di perusahaan, mereka semua terlihat merencanakan sesuatu.


#Flash back


"Girls sini sini. " Sintia salah satu temannya Alena mengajak mereka untuk merapat dan berdiskusi.


"Tuh ada mangsa baru, bos si alen." tunjuk Sintia ke arah vicky yang juga sedang menikmati wine nnya.


Sontak mereka semua melihat ke arah vicky, dan mereka mengangguk mengerti. Alena yang sedang mabuk pun hanya mengiyakan saja, karena kebetulan dirinya juga sedang butuh pelampiasan. Dirinya sampai lupa jika vicky baru saja menikah, karena pengaruh wine Alena jadi kehilangan konsentrasi nya.


"Ini biar jadi urusan aku, kau Sintia siapkan saja penginapan nya." Ujar tina.


"Oke, dan bela bayar bodyguard yang ada di sana untuk membawa vicky." ujar sintia.


"Oke, rancang seakan ini real kesalahan mereka dan bukan karena rekayasa oke." Bela dan Sintia melakukan tos dengan girang.


Mereka memang sangat suka dalam hal jebak menjebak, entah terbuat dari apa jalan pikiran mereka. Yang pastinya mereka selalu melakukan sesuatu tanpa memikirkan konsekuensi nya. Setelah melakukan aksinya dan berhasil tanpa ada yang curiga. Mereka berdua kembali ke club dan mulai mencari kepuasan untuk mereka sendiri.


#Flash back on


Alexsa sedang sarapan sendiri sambil mengecek beberapa notif yang ada di ponselnya. Tiba tiba Alena datang dengan rambut yang basah dan sengaja mengibaskan ke arah alexsa, dan tentu saja dia merasa kesal karena terganggu.

__ADS_1


"Ups sorry enggak sengaja." Ucap Alena dengan menutup mulutnya dan pura pura tidak sengaja.


"Heh jal*ng murahan, kau pikir aku ini bodoh apa. Kenapa mau pamer rambut hasil keramas dengan menggoda suami orang. Ish menjijikkan." ujar alexsa dengan meludah jijik.


"Ih kok tau sih, ternyata vicky sangat bisa di andalkan. Tau enggak semalam kami melakukannya sampai berapa ronde." Ucap Alena sengaja ingin memanasi alexsa.


Alexsa tidak memperdulikan dia malah kembali fokus pada ponselnya. Tapi Alena tidak tinggal diam dia malah memperlihatkan jejak percintaannya semalam yang ada di lehernya.


"Uhh semalam adalah malam yang sangat indah untuk kami, sampek ada jejak sebanyak ini pulak hihi." Alena tertawa pelan.


Alexsa hanya sekedar melirik dan tersenyum sinis, walaupun dirinya sangat emosi saat ini. Tapi sebisa mungkin dia menutupi nya.


"Hobi jal*ng memang begitu kali, mencari kepuasan dengan merusak punya sendiri dan kepunyaan orang lain. Hahaha kasian orang tuanya ck." sindir alexsa.


"Mungkin udah dari orang tuanya kali ya, salah dalam cara mendidik anak. Atau malah satu keluarga memang begitu kelakuannya ups, benar-benar menjijikkan." Alexsa sok bergidik saat mengatakan itu.


Alena menatap marah ke arah alexsa yang sudah menghina kedua orang tuanya.


"Maksud kamu apa hah bawa bawa orang tua aku, jaga ya ucapan kamu. Dan asal kamu tau, aku juga istrinya vicky dan aku berhak atas suamiku." jelas Alena berapi-api.


Alena sangat geram dia menepis tangannya alexsa dengan kasar. Dan hendak menarik rambutnya alexsa tapi terhenti karena mendengar suara vicky yang sedang mencari nya.


"Alena kamu dimana, Alena." Teriak vicky dari kamarnya.


"Kenapa gak jadi, takut ketahuan sifat aslinya jika kepergok sama suami." Sindir alexsa.


"Iya dong, harus bermain cantik ketika di depan suami." Ujar Alena dengan tersenyum mengejek dan kembali ke kamarnya.


Selepas kepergiannya Alena, dia benar-benar sangat emosi dan merasa geram. Alexsa mengepalkan kedua tangannya, tapi dia juga tidak boleh menyerah. Vicky tetap akan menjadi miliknya, apa dia juga harus bersikap menjijikkan seperti yang dilakukan oleh Alena. Kenapa tidak, vicky adalah suami sahnya.


Yah alexsa bertindak dengan cantik sekarang. Ternyata peran pelakor juga berguna saat ini, alexsa tersenyum kecut membayangkan semuanya. Istri sah tapi harus bersikap seperti seorang pelakor yang akan mempertahankan rumah tangganya.


Vicky memanggil Alena karena ada sebuah pekerjaan yang harus dia selesaikan hari ini jugak. Alena kesal karena harus masih bekerja untuk perusahaan, sedangkan alexsa malah enak enaknya di rumah.


"Sayang aku resign aja lah dari pekerjaan, masak aku harus kerja juga sih." Rengek Alena dengan suara yang di buat manja.

__ADS_1


"Kamu bertahan aja dulu, karena susah mendapatkan sekretaris baru dalam waktu singkat." Jelas vicky.


Alena hanya memanyunkan bibirnya karena kesal. Vicky hanya mengabaikan dan keluar dari kamar untuk mengisi perutnya yang lapar. Saat di dapur dia melihat alexsa yang sedang membuatkan sarapan untuknya dengan tampilan yang berbeda.


Alexsa terlihat sangat seksi dengan rambut yang di cepol ke atas dan menampilkan leher jenjangnya yang sangat mulus. Vicky sampai susah untuk menelan ludahnya, dia mendekati alexsa dan memeluknya dari belakang.


"Hei honey, sudah bangun. Ini aku buatkan sarapan special buat kamu." Ucap alexsa dengan menampilkan senyum termanis nya.


"Em iya sayang, ayuk temani aku makan." Vicky merangkul alexsa dan mereka sama sama duduk untuk sarapan.


Alexsa tersenyum evil, ternyata vicky hanya akan luluh dengan sedikit ada godaan.


"Aku suapin ya." Vicky mengangguk, alexsa duduk berdekatan dengan vicky.


"Sayang mana lagi yang harus aku kerjain." Teriak Alena dari dalam, begitu bunyi gagang pintu yang akan di buka oleh Alena.


Alexsa langsung duduk dalam pangkuannya vicky dan secepat kilat menyambar bibirnya dengan tangan yang dia kalungkan pada lehernya vicky.


Alena melotot tak percaya dengan pemandangan yang ada di depannya. Sedangkan vicky sangat merasa bahagia dan sedikit heran. Ada apa dengan kedua istrinya, mereka benar-benar sangat aneh, namun sangat menguntungkan bagi dirinya.


Alena kembali masuk ke dalam kamar dan menutup pintu dengan sangat kencang, hingga vicky dan juga alexsa terlonjak kaget. Dan melepaskan tautan bibir mereka.


"Sayang, kamu terlihat sangat agresif." Vicky mengutarakan isi pikirannya.


"Kamu suka." Tanya alexsa menggoda.


"Yes i like it. Kamu sangat menggoda dan terlihat seksi di mataku." alexsa tersenyum puas dan kembali menyuapkan sarapan untuk vicky.


Alena uring-uringan di dalam kamar, hatinya sangat panas karena pemandangan barusan yang dilihatnya.


"Kurang ajar kamu alexsa. Ihh dasar ternyata kamu ingin mengalahkan aku, tidak semudah itu." Gumam Alena dengan muka yang memerah karena menahan marah.


'Pokoknya aku engga boleh kalah, aku harus bisa mengambil hatinya vicky dan mempengaruhinya.'


#Bersambung

__ADS_1


__ADS_2