Suami Pilihan Abang

Suami Pilihan Abang
Bram dan nayla jadian


__ADS_3

Arga mendekati istrinya dan memeluk dari belakang.


"Sayang makan siang dulu yok" ajak Arga dengan pelan.


"Siapa perempuan gila tadi mas hm" tanya dara to the point.


"Clien mas sayang" jelas Arga jujur.


"Clien kok gitu amat, emang sering ya dia keluar masuk ruangan kamu sesuka dia?? ". Dara masih dalam mode Ngambeknya.


Arga tidak tau harus menjawab apa, karena yang di tanya sama dara memang benar.


" Sayang itu gak penting, mendingan sekarang kita makan dulu kan kasian sama babynya" ajak Arga secara halus.


"Kamu aja sana, pokoknya aku mau pernikahan kita di publish ya mas".


" Iya iya, makanya kita makan dulu habis itu mas bakal adain perkumpulan seluruh karyawan buat ngenalin istri cantiknya mas oke" jawab Arga dengan sabar menghadapi sifat bumil nya satu ini.


"Yaudah ayuk" dara mengambil tasnya dan menggandeng lengan suaminya keluar.


Perubahan sifatnya dara memang sangat drastis terbalik dari biasanya, pribadi dara aslinya lembut, manjan juga supel. Mungkin bawaan debay kali ya makanya agak ngeselinπŸ˜…. Untung arga punya banyak stok kesabaran untuk menghadapi perubahan mood bumil nya ini.


πŸ€βœ¨πŸ€βœ¨πŸ€βœ¨πŸ€βœ¨πŸ€βœ¨πŸ€βœ¨πŸ€βœ¨πŸ€βœ¨


Alexsa sedang berkutat di dapur apartemen vicky untuk membuat menu makan siang buat mereka berdua, walaupun vicky bersikap kasar padanya alexsa tidak mau ambil hati walau bagaimana pun vicky tetap suaminya.


Selesai memasak alexsa menghidangkan semuanya di meja makan dan memanggil suaminya untuk makan.


"Vic bangun ayok makan dulu ini udah siang loh" alexsa memberanikan diri untuk membangun kan vicky.


"Paan sih ganggu aja, kamu aja sana yang makan gak sudi aku makan makanan dari kamu" ketus vicky tanpa memikirkan perasaan istrinya.


"Vic aku mohon jangan giniin aku, aku tau aku salah tapi please hargai aku" pinta alexsa dengan memelas.


Vicky menghempaskan tangan alexsa dengan kasar, dia sangat geram karna tidurnya di ganggu oleh alexsa.


"Kamu bisa diem gak sih?? aku lagi tidur jangan berisik kalok mau makan kamu aja sana" usir vicky dengan geram.


Alexsa tersentak dengan perlakuan vicky yang tega menghempaskan tangannya dengan kasar. Hatinya begitu sakit dan terluka dia hanya bisa menagis dalam diam.


Harapan ingin memiliki vicky dengan sepenuhnya ternyata hanya membawa luka bagi dirinya sendiri.


"Aku harus kuat ini sebuah cobaan buat aku, huhhf mencintai memang menyakitkan ternyata" gumam alexsa sambil menyemangati diri sendiri.


Alexsa memakan makan siangnya sendiri tanpa memperdulikan vicky lagi, sedangkan vicky kembali melanjutkan tidurnya yang tertunda. Hatinya sedang tidak karuan makanya dia lebih memilih tidur dari pada harus bangun dan bertatapan dengan alexsa yang bisa membuatnya naik darah.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Kini bram sedang menunggu nayla di cafe yang sudah dia booking sebelumnya. Bram memilih cafe outdoor agar kesan alamnya dapat, sesuai rekomendasi dari anton temannya. Hatinya sedang degdegan sekarang bahkan keringat dingin mulai terlihat di keningnya, bram malah mengatur pernapasannya terlebih dulu sebelum menyambut kedatangan nayla.


Tak berapa lama akhirnya nayla mulai terlihat, namun ekspetasi emang tak sesuai harapan. Nayla hadir dengan membawa seorang laki-laki yang terlihat merangkul pinggangnya dengan begitu mesra. Kini raut wajah gugup bram berganti dengan rasa terkejut dan merasa kecewa, bunga yang ada di genggamannya perlahan dia jatuhkan agar nayla tidak melihatnya.


"Hai Mas udah lama nunggunya? " tanya nayla dengan menampilkan senyum bahagianya.

__ADS_1


Bram menutupi rasa terkejutnya dengan mempersilahkan mereka duduk.


"Emm enggak kok, ayok mari silakan duduk dulu" ajak Bram.


Nayla dan laki-laki tersebut pu duduk dengan berdampingan dan saling melemparkan senyum.


"Mas kenalin ini mas agus calon suaminya nayla" Ucap nayla tanpa memikirkan bagaimana perasaan Bram saat ini.


"Agus martowardojo" agus menjabat tangannya Bram, namun Bram hanya mengangguk dan tersenyum canggung.


Hatinya sangat sakit seperti tercubit saat ini. Namun Bram juga tidak bisa berbuat apa-apa selain berusaha menutupi rasa kecewanya terhadap kebenaran yang dia dapat hari ini, pupus sudah harapan dia mengaharapkan nayla.


"Saya bramantyo" balas Bram singkat.


"Maksud mas mengundang nayla ada apa ya mas? " tanya nayla to the point.


"Seperti biasa nay lagian juga kan mas sering ajakin kamu makan begini" jawab Bram .


Nayla hanya tersenyum melihat cara bicara Bram yang terlihat tak seperti biasanya.


"Mumpung mas ngundang Nayla hari ini, sekalian ada yang mau aku sampaikan" Nayla mengeluarkan sebuah undangan dari dalam tasnya dan menyodorkan ke arah Bram.


Bram mengerutkan keningnya.


"Ini undangan aku sama mas agus minggu depan kita nikahan mas Bram jangan lupa datang ya" jelas Nayla.


Deg!!!


"Mm_ emmenikah?? apa kamu gak lagi bercanda nay? " tanya Bram dengan muka yang memerah karena berusaha menahan rasa sedihnya.


"Iya mas, datang ya" Nayla masih menampakan senyum indahnya tanpa tau kalau saat ini Bram begitu terpukul dengan pernyataan yang dia katakan.


"Nay, apa kamu beneran akan menikah bersama dia? " tanya Bram hati hati.


Nayla mengangguk sambil melirik agus dengan melemparkan senyumnya. Kini perhatian Bram tertuju pada agus yang lagi mengenggam jemarinya Nayla sambil mengecupnya.


"Jika memang keputusan kamu udah pasti, aku hanya bisa mendoakan yang terbaik buat kamu nay" ucap Bram sendu.


Agus merasa sepertinya Bram menyukai Nayla, sangat jelas terlihat saat bagaimana caranya Bram menatap Nayla.


"Emm apa kita bisa memesan makanannya? " tanya agus mengalihkan perhatian bram.


"Emm maaf maaf saya lupa, sebentar saya panggilkan pelayannya" ujar bram berusaha bersikap biasa saja.


Begitu pelayan datang, bram di buat bingung karena bukannya membawa nampan berisi menu pesanannya, malah nampan tersebut di isi dengan kue tart yang ukurannya lumayan besar. Nayla dan agus juga saling pandang kemudian mereka mengatakan happy birthday secara bersamaan.


"Happy birthday mas bram" ucap nayla dengan suara lantang.


Bram masih dalam posisi bingungnya, 'happy birthday? ' tanyanya sendiri. Dan keluar lah anton, dan para karyawan bengkelnya sambil terus menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk nya. Kemudian pandangan bram beralih ke arah nayla yang sudah melepaskan tautan tangannya bersama agus.


"Maksudnya apa ini?? " tanya bram dengan ekspresi bingung.


"Selamat ulang tahun mas" ucap nayla dengan menampilkan senyum manisnya, dan membawakan kue tart kecil untuk bram.

__ADS_1


"Ya ampun aku sampai lupa, maksih nay" bram menepuk keningnya sendiri karna melupakan hari ulang tahunnya sendiri.


Semua karyawan mengucapkan selamat ulang tahun kepada bram, dan kemudian mereka menyuruh bosnya untuk melakukan sesi potong kue. Bram pun memotong kue tart pemberian nayla, dia ingin memberi kue potongan pertama untuk nayla. Namun dia lebih dulu melirik ke arah agus dengan ragu, namun nayla yang paham akan maksud bram dia mendekati bram dan langsung merebut kue tersebut dari tangannya.


"Santai kali bro, ahahaha makanya jangan kelamaan menunda-nunda" ejek anton.


"Maksudnya? " tanya bram.


"Yaelah kayak gak ngerti aja, nayla sama agus settingan doang ini rencananya nayla" jelas anton.


"Rencana gimana, jangan buat aku bingung ton".


" Makanya jangan pacaran sama oli terus, update sama sinetron kek sekali kali ".


" Nayla sama agus gak ada hubungan apa apa, mereka cuma mau ngeprank kamu aja sebenarnya kita sih yang buat rencana" jelas anton.


"Jadi dekorasi yang aku buat untuk nyatain perasaan aku ke nayla itu juga dia udah tau?? " tanya bram.


"Hehehe sorry bro iya dia tau, sengaja aku balik keadaan biar kamu sendiri yang ngerjain kan biar sekalian aku yang ngirit" jelas anton sambil cengengesan.


Para karyawan hanya tersenyum mendengar obrolan kedua atasan mereka. Sedangkan nayla terus menatap ke arah bram dengan tersenyum.


Bram mendekati nayla dan mengenggam kedua tangannya.


"Nay kamu kan udah tau sama niat aku, jadi gimana? " tanya bram cemas.


"Gimana apanya? " tanya Nayla cekikikan karena merasa lucu sama pertanyaan bram.


"Ya itu yang di ceritain sama anton".


Anton yang mendengar namanya disebut menoleh dan menemukan jidatnya sendiri. Ternyata bram benar-benar bodoh kalau soal urusan percintaan.


" Yang jelas kali mas ngomongnya ".


" Aku gak mau kita tunangan dulu, aku maunya kita langsung nikah" jelas bram.


"Terus" tanya Nayla singkat dan menutup mulutnya karna menahan tawa.


"Kok terus!! kamu mau kan nikah sama aku? " tanya bram to the point.


Sontak membuat gelak tawa dari semua teman dan juga karyawannya. Mereka tidak habis pikir dengan jalan pikiran bram yang begitu simple dalam menyatakan perasaannya pada seorang perempuan.


"Bwahahaha kamu bodoh apa pura pura bodoh sih bram? " tanya anton tidak kuat menahan tawa.


"Diam ton, jadi gimana nay will you marry me? " tanya bram dalam mode serius.


Nayla tidak kuasa menahan rasa bahagianya, dia langsung mengangguk dan terus memeluk bram dengan menangis bahagia dalam pelukannya. Bram terkesiap mendapat pelukan tiba-tiba dari Nayla, dia pun membalas dan tersenyum penuh bangga.


"Yes, akhirnya gak jomblo lagi" ucap Bram kegirangan.


Suara tepuk tangan dan ucapan selamat riuh terdengar dari pada sahabat dan karyawannya.


#Bersambung

__ADS_1


__ADS_2