
Namira hanyalah seorang gadis manis yang ramah dan juga cantik, ia adalah seorang mahasiswi berusia 20 tahun, Mira adalah nama pangilan akrab dari keluarga dan juga kerabat nya.
Namun Mira di kenal sebagai gadis yang kurang gaul di kalangan teman teman nya, tentu saja karna mira tidak memiliki banyak waktu luang untuk hanya sekedar berjalan jalan bersama teman teman nya. Karna sore dan malam ia harus mengajar les privat bahasa Inggris. Walaupun sejujurnya mira sangat ingin bisa menikmati masa masa kuliahnya dengan menyenangkan bersama teman teman nya.
Mira adalah anak pertama dari 2 bersaudara Mira memiliki seorang adik merempuan bernama Tania berusia 15 tahun.
Namun Tania sedikit berbeda dari darinya. Daya tahan tubuh Tania sangat lemah sehingga sejak ia kecil sangat sering sakit sakitan. Bahkan Tania hanya berhenti sampai di sekolah menengah pertama.karna ia kesulitan berkonsentrasi pada pelajaran nya, Tania jarang masuk kesekolah dan itu membuatnya sering ketinggalan banyak pelajaran. Kini Ia hanya berdiam diri dirumah dan harus tetap rutin cek up ke dokter.
Dulu Ibu Mira bekerja, namun harus berhenti karna ibu lebih memilih untuk merawat Tania.Sedangkan ayah nya adalah seorang Guru.Mira sangat menyayangi adiknya dan keluarganya. keluarga mereka juga harmonis dan ramah.
Dari dulu mira selalu mengalah untuk adik nya. ia tau bahwa adik nya masih memerlukan banyak biaya untuk pengobatan nya. Sehingga Mira sudah terbiasa hidup berhemat . karna Mira termasuk murid yang berprestasi sejak masih SMA ia sudah sering di mintai tetangga nya untuk mengajar les privat.
Sampai suatu hari Ayah Mira mengatakan tentang bagai mana pendapatnya bila ada yang datang untuk melamarnya?
__ADS_1
Tentu Mira terkejut mendengarnya. "Bagaimana mungkin aku menikah sedangkan kuliahku masih sangat panjang. Apakah ayah sudah tidak mampu membiayaiku lagi?" Itulah satu satu nya yang bisa terfikirkan dalam benak Mira saat itu.
Namun sebelum pikiran Mira sampai kemana mana Ayah mengatakan bahwa ia tetap bisa melanjutkan kuliah sampai selesai. Dan tidak perlu lagi mengajar les privat.
Mira bingung menghadapi situasi saat itu. Ucapan Orang tuanya terlalu tiba tiba dan sulit untuk dicerna oleh Mira. Di satu sisi Mira senang kalau ia bisa kuliah dengan tenang dan tidak merasa membebani orang tuanya lagi. Tapi di sisi lain menikah ? Apa apaan itu dan siapa pula yang mau menikahi ku dan membiayai kuliah ku.apa ini hanya lelucon ayah? Pikirnya..
Tak hanya sampai disitu, Ayah mengatakan bahwa Mira sudah mengenalnya. Mereka pernah beberapa kali bertemu.
" Apa kamu masih mengingat Rehan putranya pak wibowo?" Ayah melihat ke arah Mira dengan penuh harapan.
sedangkan Mira yang tadinya terlihat tegang kini mulai sedikit melemaskan tubuhnya dan bersandar di kursi yang sedang ia duduki. kepalanya menghadap ke atas. ia mengingat ingat sosok yang baru saja disebutkan oleh ayahnya. Mata nya memandang lurus ke arah langit langit rumah nya.tiba tiba mulutnya terbuka. sepertinya ia sudah berhasil mengingat sosok pria yang dimaksud ayahnya.
"Mas rehan yah? kini tubunya kembali sedikit tegak.
__ADS_1
" Nah iya itu, semalam Rehan menelfon ayah katanya Rehan mau datang kesini untuk bersilahturahmi .dia juga bilang ingin menemui dan melamarmu"
"Terus ayah jawab apa ?" Mira semakin antusias ingin segera mendengarkan jawaban ayahnya."
"Ayah cuma bilang semua keputusan ada di tangan Mira, ya kalau mau datang berkunjung pintu rumah ini selalu terbuka untuknya" kini gantian ayah yang mulai menyandarkan tubuhnya di kursi.. kelihatan nya pun ayah Mira tak kalah terkejutnya mendengar pengakuan dari Rehan.
"Keluarga wibowo itu keluarga baik baik dan terhormat, Rehan pun sudah sejak kecil aku mengenalnya. sekarang ia sudah sukses dan mapan,tak kusangka ia memili ketertarikan kepada mira, aku tidak meragukan kesanggupan nya untuk membahagiakan mira, hanya saja apa kami sudah siap melepaskan Mira.." pikiran nya mulai jauh berputar putar memenuhi semua isi di kepalanya.
Malam itu terasa begitu panjang, mereka berbincang sampai tak terasa malam telah begitu larut, ayah memutuskan untuk mensudahi pembicaraan malam ini sampai disitu.
"ya sudah istrirahat lah nak,besok kita sambung lagi" begitu kata ayah sambil mengusap lembut kepala putrinya itu, lalu berjalan meninggalkan mira yang masih terduduk di sana.
bersambung..
__ADS_1