Suami Rahasia

Suami Rahasia
Bab 28


__ADS_3

Bima mengetahui persis yang akan dilakukan oleh papanya. Bukan hanya kali ini. Bima melihat papa Yuda seperti itu. Tapi ini yang pertama papa Yuda melakukan hal itu di rumah. Biasanya papa Yuda akan membawa wanita bayaran ke apartemen atau hotel. Dan terkadang ruangan kerja papa Yuda di kantor berubah menjadi ruangan berbuat mesum.


Yang menjadi pertanyaan di benak Bima adalah apakah Linna adalah dalang dibalik hubungan Papa Yuda dan Lola. Jika Linna berperan dibalik hubungan Lola dan papa Yuda. Itu artinya Linna sudah merencanakan strategi lain untuk menguasai harta papa Yuda. Dan Bima tidak akan membiarkan itu terjadi. Sekalipun cabang perusahaan yang paling terkecil tidak akan bisa berpindah ke tangan Linna.


Bima memeriksa semua rekaman Cctv yang tersambung ke ponsel selama dia berbulan madu. Cctv itu sengaja dia pasang secara tersembunyi sehingga baik Papa dan anggota keluarga di rumah itu tidak mengetahui Cctv tersebut.


Rekaman yang memperlihatkan Lola dan Linna memasuki kamar Linna. Papa Yuda dan Linna memang sudah pisah kamar selama beberapa tahun ini. Itulah kadang yang membuat Bima tidak habis pikir. Jelas jika Linna mengetahui tabiat Papanya yang merupakan petualang wanita sejati. Tapi Bima tidak pernah mendengar Linna protes atau bahkan berniat cerai dari papa Yuda. Jika mereka bercerai sudah bisa dipastikan jika papa Yuda akan memberikan kompensasi perceraian yang besar.


"Dasar wanita wanita berengsek," maki Bima dalam hati. Dia memaki dua wanita yang berani bermain main dengan dirinya dan keluarganya.


Hampir satu jam Bima di kamarnya dan mengabaikan makan siang. Ketika rekaman yang menyorot ruang kerja papanya memperlihatkan papa Yuda dan Lola sudah keluar dari ruangan itu. Bima mengamati rekaman yang lain. Papa Yuda terlihat keluar dari rumah dan Lola memasuki sebuah kamar yang dekat dengan kamar papanya.


Bima bergegas keluar dari kamarnya. Dia langsung mendatangi kamar tempat Lola berada.


"Keluar," bentak Bima setelah wanita itu membuka pintu. Lola terkejut melihat kemarahan yang terpancar di wajah Bima. Selain itu rasa takut juga sudah menjalari hatinya.


"Katakan apa rencana kamu dan Linna," kata Bima setelah mereka duduk di sofa.

__ADS_1


"Apa maksud kamu Bima?" tanya Lola berani. Dia bukan lagi Lola yang pertama kali dilihat oleh Bima. Mungkin karena dia sudah dipakai oleh papa Yuda. Dia merasa sudah menang. Bima tersenyum sinis melihat keberanian Lola itu.


"Apa aku harus memperjelas apa yang barusan kamu lakukan bersama papaku?. Tega teganya kamu mengkhianati mamaku Lola," kata Bima marah sambil mengamati wajah Lola. Tidak ada ketakutan di wajah Lola sama sekali setelah mendengar perkataan Bima. Pemikiran Bima sudah tepat. Jika Lola dan Linna bekerja sama.


"Ini peringatan pertama dan terakhir kepadamu Lola. Berani kamu bekerja sama dengan Linna untuk menguasai harta papa. Maka kamu tidak ada ampunan nantinya. Sebelum itu terjadi. Maka mundur lah. Aku sudah menyelidiki latar belakang kamu. Kamu bukan putri dari seorang pengusaha melainkan anak yang dibesarkan di panti asuhan."


Rasa kasihan yang pernah muncul di hati Bima untuk Lola kini yang ada rasa muak. Tapi Bima masih mempunyai hati untuk memperingatkan Lola.


"Karena itukah kamu tidak bersedia dijodohkan dengan aku. Seandainya aku putri pengusaha. Kamu pasti bersedia kan menikah dengan aku. Ternyata kamu adalah orang yang rakus yang pernah aku kenal. Sudah mempunyai harta berlimpah tapi masih saja mencari istri dari golongan konglomerat," jawab Lola sinis.


"Terserah kamu menilai aku seperti apa. Yang pasti aku tidak suka dengan wanita seperti kamu yang menghalalkan segala cara untuk hidup enak. Ingat, kamu tidak tidak dapat apa apa dengan kerjasama kalian ini. Dan satu yang perlu kamu ingat. Kamu sudah bermain api sekarang. Maka suatu saat nanti kamu akan terbakar dan hangus," kata Bima marah. Dia langsung beranjak dari duduknya dan keluar dari rumah. Bima harus menahan marah kepada dua wanita licik itu. Andaikan negara ini bukan negara hukum. Bima sudah pasti melenyapkan dua wanita itu.


Pekerjaan menumpuk itu tidak langsung siap hari ini. Sore hari. Bima sudah terlihat memasuki mobilnya menuju apartemen. Setelah sampai di basement apartemen Bima langsung berpindah ke mobil yang lain. Dia langsung menuju rumah pribadinya.


Bima memasuki rumahnya dengan lesu. Tapi ketika kakinya menginjak di ruang tamu. Bima disambut dengan aroma masakan dari arah dapur.


"Sayang, kamu pulang kemari?" tanya Bima sambil menghirup aroma tubuh Ella dari belakang. Tangannya sudah melingkar di pinggang Ella. Tadi pagi Ella sudah minta ijin untuk ke rumah Zico. Dan akan singgah ke rumah ini besok pagi sebelum berangkat bekerja.

__ADS_1


"Iya bang. Aku juga menginap di sini malam ini," jawab Ella dengan tangan yang masih sibuk bergerak di atas kuali. Bima tentu saja sangat senang. Dia berdiri di samping Ella setelah puas mengganggu istrinya memasak.


"Bang, kamu duduk santai di sana. Aku selesaikan dulu masakan ini," kata Ella sambil menunjuk bangku kayu tidak jauh dari Ella berdiri. Bima mengangguk tapi tangannya terulur mengambil cumi cumi crispy yang sudah matang. Bima memasukkan satu cumi cumi crispy itu ke mulutnya kemudian bergerak menuju bangku kayu yang ditunjukkan oleh Ella tadi. Setelah Bima duduk. Ella menyodorkan cumi cumi yang sudah matang beserta air putih kepada Bima. Sungguh, Bima sangat senang dengan perlakuan Ella yang seperti ini.


Bima menikmati cumi cumi crispy itu sambil memperhatikan Ella memasak. Makan siang yang terlewatkan tadi menambah rasa enak cumi cumi itu. Setelah cumi cumi itu berpindah ke perutnya, Bima baru sadar jika Ella memasak masih dengan pakaian kerja yang tadi pagi dia pakai. Bima sungguh terharu melihat Ella yang melaksanakan kewajibannya sebagai istri.


"Sayang."


"Ya."


"Aku sudah kenyang. Masakan kamu enak."


"Kamu menyukainya?.


"Tentu saja. Aku suka masakan rumahan seperti yang kamu masak ini."


Ella menoleh ke Bima dan melihat piring kosong di tangan Bima. Ella tersenyum mendengar pujian suaminya. Dia hendak berpindah ke depan wastafel untuk mencuci peralatan yang dipakainya tadi. Tapi tangan Bima bisa menjangkau tubuh tangan Ella hingga Ella terduduk di pangkuan suaminya.

__ADS_1


"Aku tidak ingin menunda kehamilan sayang. Kamu tidak keberatan kan?. Mengandung dan melahirkan anak anakku?" tanya Bima sambil menatap lekat wajah istrinya. Keinginan Papa Yuda untuk segera menggendong cucu juga merupakan kerinduan Bima yang ingin mempunyai anak. Ella tidak langsung menjawab pertanyaan Bima. Dua insan itu saling menatap.


__ADS_2