
Yuda berdiam diri di dalam mobilnya melihat sang mantan istri memasuki sebuah rumah yang tidak bisa dikatakan sederhana. Dari seberang jalan, Yuda memuaskan rindunya hanya melihat Maya yang sedang berjalan membelakangi dirinya. Bukan tidak ingin menyapa. Tapi mengingat kebodohannya di masa lalu membuat Yuda tidak percaya diri untuk menyapa mantan istrinya.
Yuda berlalu dari tempat itu setelah melihat pintu rumah itu tertutup. Satu Minggu ini, Yuda sudah bisa merasakan kelegaan hati karena sudah mengetahui keberadaan mantan istrinya. Dia juga menugaskan beberapa orang untuk selalu menjaga mantan istrinya dari kejauhan.
Bukan tanpa alasan dia berbuat hal itu. Sebelumnya, Yuda juga sudah mendengar semua kelicikan Linna dari Lola. Yuda tentu saja marah akan rencana rencana busuk Linna kepada putranya demi menguasai harta miliknya. Dari keterangan yang dia dapatkan dari Lola. Yuda bisa menyimpulkan jika kecelakaan Bima. Linna adalah pelakunya. Dan Yuda sudah menyiapkan beberapa rencana untuk mengungkapkan kelicikan istrinya sebelum Yuda menceraikannya.
Di bangku penumpang mobil itu. Yuda tidak terasa meneteskan air matanya. Demi Linna. Dia menceraikan Maya. Penyesalan air mata itu memang hanya beberapa tetes tapi tidak dengan hati Yuda yang remuk redam menyadari kebodohannya dulu. Apalagi kebodohan dan keegoisan itu menyebabkan Bima di ambang kematian.
Tapi kemudian Yuda menarik nafas lega. Keberadaan mantan istri dan perkembangan kesehatan Bima adalah anugerah baginya. Tujuan saat ini adalah rumah sakit untuk menjebak sang putra kesayangannya.
"Tetap jaga kesehatan nak. Ingat, ada kehidupan di dalam tubuh yang berjuang untuk berkembang," kata Yuda kepada Ella yang masih saja tidak bersedia untuk beristirahat di rumah.
"Iya pa. Kata dokter, dua hari lagi. Mas Bima sudah bisa pulang ke rumah tetapi masih harus kontrol ke rumah sakit," jawab Ella. Bima sudah diperbolehkan untuk rawat jalan setelah satu Minggu sadar dari komanya.
"Perkembangan yang bagus. Kamu harus segera sembuh Nak, lihat istrimu yang mengorbankan banyak hal untuk menjagamu. Jangan sia siakan pengorbanannya," kata papa Yuda kepada Bima. Bima hanya menggerakkan bibirnya untuk menanggapi perkataan papanya.
Ella menatap dua pria itu. Dia ingin mengatakan tentang wanita yang dilihat oleh Nada. Tapi Ella tidak menemukan kata kata yang pas jika papa Yuda nantinya menanyakan bahkan ingin bertemu dengan Nada. Mama Maya sudah memberikan peringatan keras untuk tidak memberitahukan tentang keberadaan mereka berdua kepada papa Yuda.
"Ella, adakah sesuatu yang kamu sembunyikan dari papa?" tanya Yuda membuat Ella tiba tiba terkejut. Pertanyaan itu mengingatkan Ella tentang statusnya sebelum menikah dengan Bima. Ella sudah berpikir jika papa Yuda sudah diprovokasi oleh Linna.
"Maksud papa?" tanya Ella balik. Dia ingin menjawab pertanyaan papa mertuanya jika papa Yuda memperjelas pertanyaan itu. Bima sudah terlihat menggerakkan kepalanya ke arah papa Yuda dan Ella secara bergantian. Walau bibirnya tidak bisa mengeluarkan kata kata tapi kupingnya sangat tajam untuk mendengar. Sama seperti Ella, Bima juga bingung dengan pertanyaan papanya.
"Aku mendapat laporan dari orang orang suruhan papa jika hari dimana Bima sadar. Ada dua orang wanita masuk ke ruangan ini. Siapa mereka Ella?" tanya papa Yuda membuat Ella kembali terkejut.
__ADS_1
Papa Yuda bukannya tidak mengetahui siapa wanita yang dia maksud tidak lain adalah mantan istrinya. Pertanyaan itu bermaksud untuk menguji kejujuran Ella.
Ella merasakan jantungnyaya berdetak kencang. Saat ini, dirinya bagaikan makan buah simalakama. Jujur salah tidak jujur juga salah. Ella meremas ujung bajunya karena sedikit gugup. Papa Yuda bisa melihat kegugupan itu.
"Sebelum aku menjawab pertanyaan papa. Bolehkah aku juga memberikan pertanyaan kepada papa?" tanya Ella. Papa Yuda mengerutkan keningnya tapi akhirnya menganggukkan kepalanya.
"Apa arti seorang istri untuk papa?" tanya Ella sedikit gugup. Dia takut pertanyaannya membuat papa Yuda marah atau tidak suka dengan pertanyaan itu.
"Istri adalah wanita yang seharusnya dilindungi dan dihargai. Istri adalah rumah tempat suami pulang setelah lelah satu harian bekerja. Istri adalah teman berjuang dimasa sulit dan istri adalah teman menuai setelah perjuangan di masa sulit."
Papa Yuda berbicara pelan dengan pikiran yang sudah berkelana ke masa lampau. Arti istri yang dia ucapkan tidak sesuai dengan kenyataan perjalanan rumah tangga yang dia jalani bersama Maya. Maya adalah teman hidup berjuang di masa sulit tapi temannya menuai panen adalah Linna.
"Beruntung sekali Tante Linna mempunyai suami seperti papa," kata Ella.
"Mama Maya. Apa yang papa lakukan jika bertemu dengan mama Maya?" tanya Ella sambil menatap papa mertuanya. Pancingannya ternyata berhasil untuk memancing papa Yuda menyinggung tentang Maya.
"Papa tidak punya nyali untuk bertemu dengannya nak. Tapi jika diijinkan dan Maya bersedia melihat pria bodoh ini. Maka papa akan rela bersujud di kakinya atas segala kesedihan dan penderitaan yang papa buat," kata papa Yuda penuh sesal. Entah bagaimana nanti dirinya menyesali dirinya jika mengetahui bahwa ada seorang putri yang cantik yang tidak pernah mendapat kasih sayang darinya.
"Apa papa benar benar menyesal?" tanya Ella lagi. Ella jelas bisa melihat penyesalan itu nyata. Tapi Ella juga ingin mendengar dari mulut papa mertuanya.
"Sangat menyesal nak."
"Dan wanita yang papa tanyakan tadi adalah mama Maya. Keberadaan mama Maya yang mampu membuat mas Bima terbangun dari komanya."
__ADS_1
Akhirnya Ella merasa mantap untuk jujur kepada papa mertuanya. Dia juga ingin yang terbaik untuk hubungan kedua mertuanya walau hanya berstatus mantan.
"Papa sudah mengetahuinya nak. Bahkan papa baru saja dari depan rumah mereka," kata Papa Yuda. Dia suka dengan cara berpikir Ella.
"Maksud papa?.
"Hanya melihat tidak berani untuk menyapa," kata papa Yuda.
"Aku ingin yang terbaik untuk kalian pa," kata Ella.
"Terima kasih nak."
Dua hari kemudian, atas bujukan Ella dan menjamin keselamatan mama Maya. Akhirnya mama Maya bersedia bertemu dengan papa Yuda. Di tempat yang sama yaitu ruangan rawat Bima. Papa Yuda sudah menunggu kedatangan mantan istrinya. Tidak dapat dipungkiri jika hatinya diliputi rasa takut saat ini.
Bahkan papa Yuda tidak berani menatap pintu yang sudah berderit sebagai pertanda bahwa yang mereka tunggu sudah datang.
"Papa," panggil Ella yang melihat papa mertuanya masih menunduk. Papa Yuda memberanikan diri menatap dua wanita yang sudah berdiri di sebelah tempat tidur Bima.
"Maya, siapa gadis cantik ini?" tanya papa Yuda terkejut ketika melihat Nada. Dia masih ingat pertemuan pertamanya dengan gadis cantik itu.
Mama Maya hanya melihat Yuda sekilas kemungkinan mengulurkan tangannya mengelus wajah putranya.
"Apa sudah ada perkembangan?" tanya mama Maya kepada Ella. Dia mengabaikan mantan suaminya. Kedatangannya ke ruangan ini bukan karena semata ingin bertemu dengan Yuda. Mengetahui jika Bima sudah bisa pulang hari ini. Mama Maya sadar, dirinya akan sulit bertemu dengan Bima. Untuk menemui Bima nantinya di rumah Yuda merupakan hal sulit bagi Maya. Selain karena berbahaya bagi keselamatannya juga tidak ingin melihat wanita yang menghancurkan rumah tangganya.
__ADS_1
Yuda akhirnya malu sendiri. Menjadi pengusaha terkenal dia tidak pernah mendapat perlakuan diabaikan seperti yang dilakukan oleh Maya saat ini.