
Rehan merapikan rambut nya di depan cermin ia sudah tampak sangat sempurna dengan baju setelan jas berwarna navi, wajah nya benar benar mengambarkan visual yang sangat tampan bak baru saja keluar dari tokoh komik, tangan nya meraih ponsel yang berada di meja dan setelah ia menghidupkan ponsel itu bibirnya pun tersenyum dengan sangat manis
Rupanya dia menghubungiku semalam.. aku sangat ingin menghubungi nya tapi aku harus segera berangkat ke ke kantor sekarang ada rapat penting pagi ini.. Ah... pekerjaan ini sangat merepotkan.. aku bahkan sampai tidak memiliki waktu untuk menyentuh ponselku.
Rehan memasukan ponsel itu ke saku celana nya lalu bergegas pergi.
Sesampainya di kantor meeting pun berjalan dengan sesuai harapan nya ia sudah berhasil menjalin kerjasama dengan perusahaan yang lebih besar senyum di wajah nya semakin sumringah.
“ Bang.. makan yuk.. laper nih belum makan nih dari pagi.. gara gara ni proyek ahir ahir ini aku jadi jarang makan” Bayu duduk di atas meja kerja milik rehan.
Bayu adalah kteman sekaligus sekertaris pribadi Rehan, mereka sudah sangat dekat walaupun usia bayu lebih muda 4 tahun di bawah rehan. Bayu memiliki wajah yang tampan dan cute perawakan tubuh yang sedikit lebih kurus dan tinggi membuat nya terlihat seperti salah satu personil boyband ia pun sangat populer di kalangan pegawai wanita di kantor itu.
“ Turun..” Rehan mengerak kan kedua matanya mengisyaratkan agar bayu segera turun dari atas mejanya.
“ Apanya bang?” Bayu tidak menangkap sinyal yang sudah rehan berikan ia menatap rehan dengan kebingungan.
Rehan bangkit dari duduk nya lalu berjalan meninggalkan Bayu.
“ Loh bang.. mau kemana?” Bayu segera membalik kan tubuh nya melihat ke arah kemana rehan pergi.
“ Mau cari sekertaris baru..” Rehan terus melangkahkan kaki keluar dari ruangan milik nya.
Bayu langsung turun dan mengikuti rehan.
“ Bang..tunggu..” Bayu mengeraskan suaranya sehingga semua staf dan pegawai yang berada di ruangan itu melihat ke arah nya dan Rehan yang tak jauh berada di hadapan nya.
Rehan menghentikan langkah nya lalu membalik kan tubuh.. tatapan nya mengancam walau pun tetap belum terlihat seram. Melihat itu Bayu pun langsung menyadari bahwa ia sudah sangat melewati batas ia lupa bahwa saat mereka berada di kantor Rehan adalah Bos nya.
Upsss.. Bayu menugatupkan mulutnya Lalu membungkuk beberapa kali.
“ Baik pak.. saya mengerti.” Ia melihat ke sekitar dan sudah ada beberapa orang mulai berbisik bisik.
Rehan pun kembali melangkahkan kakinya begitu pun di ikuti oleh bayu.
Mereka sudah berada di sebuah cafe tak jauh darimu kantor, Rehan sedang menikmati kopi hitam yang sudah biasa ia pesan.
“ Abang tidak pesan makanan?” Bayu mengunyah sandwich berukuran besar .. ia kesulihat menelan makanan nya.
Buugh..!!
“Ahh..” Rehan menendang kaki bayu dari bawah meja lalu menyodorkan es kopi milik Bayu .
“ Kosongkan dulu mulut mu baru bicara..bagaimana aku bisa lapar bila memlihat mu dihadapan ku seperti itu.. membuatku kehilangan selera” Rehan meletak kan gelas kopinya di meja lalu memandang ke arah jalan dari balik kaca jendela di samping nya.
“ Maaf bang... Abang belakangan ini sangat sensitif seperti wanita yang sedang datang bulan saja”
Bugh...!!
“ Aduhh” Bayu mengusap usap kakinya..
“Hadiah apa yang disukai anak anak muda ?” Rehan melihat sebuah toko pernak di sebrang jalan dari balik jendela.
“ Abang bertanya padaku ?” Bayu melihat ke arah Rehan lalu ke arah jendela tidak ada siapa pun di luar sana hanya beberapa orang berlalu lalang dengan cepat.
__ADS_1
“ Dia sangat manis dan sederhana sifat nya yang polos itu benar benar sangat mengemaskan..” Rehan tersenyum senyum sendiri sambil membayangkan seseorang yang sangat ia sukai.
“ Ahh... Abang pasti sedang memikirkan gadis yang sering abang ceritakan itu ya..”
“Semalam ia menghubungiku.. namun aku tidak mengetahuinya.. kau kan tau aku bahkan tak sempat menyentuh ponselku.. aku benar benar fokus menyelesaikan proyek ini agar bisa melamar nya dengan tenang besok.
Buuurrrr...!!
Cairan es kopi tersembur keluar dari dalam mulut bayu.
“ maaf bang..” Bayu menarik tissu yang tersedia di atas meja lalu menyeka noda di pakayan milik Rehan.
“ Sudah lah.. aku akan menganggap nya tidak terjadi.. aku tidak mau fikiran ku di pengaruhi energi negatif karna mu..”
“ Abang bilang lamaran? Besokk??” Bayu tampak begitu terkejud mendengar ucapan Rehan.
“maaf aku tidak memberitahumu.. aku hanya ingin memastikan dia menerimaku terlebih dahulu sebelum ahirnya aku akan memberi tahumu..”
“ Hah.. memang nya ada wanita yang sanggup menolak mu bang.. kalau aku wanita mungkin aku sudah sangat tergila gila padamu..”
“ Kendalikan ucapan mu.. aku sudah muak mendengar gosip gila di kantor.. lagian kenapa aku bisa menjadikan mu sekertaris ku.. padahal banyak wanita cantik di kantor..”
“ Aku jadi penasaran dengan wajah calon kakak ipar ..”
“ Dia sangat imut dan manis” Rehan tersenyum senyum membayangkan wajah Mira .
“ kalau boleh tau berapa usia calon kakak ipar”
Dengan wajah seimut dan sepolos itu dia lebih cocok di panggil adik kecil..
“ Jangan bilang kau menikahi gadis di bawah umur.. Haah...?? Tak ku sangka seleramu unik bang..”
Buugh..!!
“ aww.. sekali lagi abang menendang ku pasti kaki sudah tidak bisa berjalan..”
“ Ayo cepat berdiri... Bantu aku mencarikan nya hadiah permintaan maaf..” Rehan berjalan keluar meninggalkan cafe tembat ia baru saja beristirahat Rehan menuju toko pernak pernik yang sedari tadi sudah ia amati.
“coba tolongpilih kan aku satu benda yang di gemari oleh gadis muda” Rehan tersenyum pada salah seorang pelayan toko.
“ Baik pak” pelayan itu lalu mengambilkan beberapa barang.
Ada tas sepatu beberapa make up dan juga beberapa boneka yang sudah pelayan itu pilihkan.. namun tidak ada satu pun yang pas dihati Rehan..
barang barang ini terlalu biasa untuk di berikan kepada mira yang istimewa.
“ bang.. coba lihat ini.. dia pasti suka..” Bayu menunjukan pernak pernik atribut bergambar salah satu grup boyband korea BTS.
Rehan hendak menendang kaki milik bayu namun bayu dengan cepat dapat menghindarinya.
“ Kenapa juga aku barus memberikan gambar pria lain padanya.. kau ini benar benar tidak membatu sama sekali ya..” Rehan kembali berputar putar di dalam toko tersebut.. matanya fokus mencari sesuatu sampai ia menemukan nya.
Sore itu Mira sedang dalam perjalanan pulang dari kampus.. kebetulan sore ini dia sedang tidak ada jadwal mengajar les privat.. ia berjalan dengan sangat santai..
__ADS_1
Aku sedang tidak ingin buru buru pulang.. dirumah ibu pasti sedang sibuk mengurus persiapan untuk acara besok..
Mira mengambil ponsel dari saku nya..
Keterlaluan..mas rehan bahkan tidak repot repot untuk sekedar menelefon ku.. basa basi kek..jelas aku kemarin ada menghubungi nya..
Dengan raut kesal mira melanjut kan langkah kakinya dengan menendang nendang dedaunan kering yang bertaburan di jalanan.
( Suara melodi ponsel berdering.... )
Hah.. baru saja aku membicarakan nya.. dia benar benar menghubungi ku... Eheem...hmm..
“Halo.. mas rehan..”
“Mira..”
“ Iya ada apa mas rehan”
“ mira ada dimana sekarang”
“ Dijalan mas . Ini baru pulang dari kampus”
“ oke tunggu disitu ya jangan kemana mana”
“Memang nya ada apa mas ...”
Tuutt..tutt...tthut... ( Suara pangilan terputus)
Hah?? Apaan coba maksud nya nelfon Cuma ngomong gitu doang.. ah
Gak tau lah pusing..
Mira melanjutkan perjalanan nya..ia sengaja tidak memesan ojek online.. ia hari ini ingin naik bus..
Sesampai nya di halte ia duduk sendirian menunggu bus datang.. kemudian ia mendengar suara langkah kaki dengan cepat menghampirinya.. samar samar ia lihat dari kejauhan..
“ Mas Rehan !!” Mira terkejut sampai menjatuhkan ponselnya.
Dengan nafas sedikit terengah engah rehan menghampiri mira yang masih terlihat sangat terkejut.
“Ahirnya...ketemu juga..hampir saja aku tidak melihat mu..”
“ Mas rehan .. Kamu beneran mas rehan kan..? Mira masih nampak terkejut ia bahkan mencubit tangan nya sendiri untuk memastikan bahwa ia sedang tidak berhalusinasi.
Melihat tingkah mira rehan pun tertawa..
Bus sudah datang dan berhenti.. Rehan mengambil ponsel mira yang terjatuh dan menarik tangan mira untuk mengikuti menuju mobilnya..
“ Eh.. tapi bus nya..” Mira melihat ke arah bus di belakang nya.
Rehan terus menagandeng tangan milik mira berjalan menuju arah mobil .
Bersambung...
__ADS_1