Suami Rahasia

Suami Rahasia
lamaran


__ADS_3

Keluarga sudah bersiap siap di ruang tamu, nampak juga beberapa barang barang dan makanan seperti pakayan dan beberapa buah buahan sudah terbungkus rapih di atas meja, keluarga rehan dan mira memang masih menjunjung tinggi tradisi tradisi lama keluarga mereka.


Rehan pun sudah bersiap ia benar benar sangat terlihat tampan seperti biasanya mereka pun ahirnya berangkat bersama menuju kediaman rumah mira.


Tak jauh berbeda dengan pemandangan di kediaman milik mira, karpet sudah tergelar rapih ..ibu dan tania sedang sibuk mengecek ulang hidangan hidangan yang sudah di persiapkan, tampak juga ada beberapa kerabat yang sudah datang


“ Tan.. coba lihat dulu kakakmu di kamar sudah siap atau belum.. mungkin sebentar lagi rehan dan keluarganya akan tiba” ibu mengelus punggung milik tania.


“ Iya bu” Tania kemudian memcuci tangan nya lalu bergegas menuju kamar milik mira.


“Kak.. udah siap belum” Tania masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


Mira yang sedang melamun di depan meja rias nya sontak terkejud mendengar suara Tania .


“ Kamu nih bikin kaget aja..” mira lalu berpindah posisi duduk nya ke samping tempat tidur.


“ Deg degan ya kak” Tania mencoba meledek kakaknya yang sudah sangat gugup itu


“ Enggak kok biasa aja” mira berusa menyembunyikan perasaan nya saat itu.


“ Ih bedak kakak ketebelan itu.. gak rata..” Tania menunjuk sisi sebelah kiri pipi milik mira.


Mira langsung berlari menuju kaca dan memperhatikan wajahnya.. melihat hal tersebut Tania langsung tertawa terbahak bahak.. dan melihat itu mira langsung mengerti bahwa adiknya hanya sedang menjahilinya.. ia langsung berlari mengejar tania keluar kamar..


Saat sedang asik kedua kakak beradik itu sedang berlarian tiba tiba suara mobil terdengar berhenti di halaman rumah mereka.. ibu dan ayah langsung bergegas menyambut kedatangan keluarga rehan. Mira dan tania hanya saling berpandangan lalu mereka ikut bergabung bersama ibu dan ayahnya.


Mereka saling bersalaman ibu dan ayah tampak tertawa dan saling berpelukan dengan orang tua rehan.. maklum saja mereka sudah lama tidak bertemu..


“Mira sangat cantik ya.. pantas saja rehan sangat jatuh hati..” ibu rehan membuka percakapan di antara mereka sambil mengusap bahu mira.


“ Rehan juga sangat tampan dan gagah” ibu mira membalas pujian calon besan nya itu.


Perkacapan antar dua keluarga itu pun semakin lama semakin dekat, sampai ahirnya acara pun telah usai . Sesuai keputusan yang sudah di sepakati bahwa pernikahan akan di laksanakan pada minggu depan seperti permintaan orang tua rehan dan acara hanya sederhana dan di hadiri kerabat dekat saja sesuai permintaan mira.


Di perjalanan pulang rehan mengirim pesan kepada mira


“ Trimakasih sudah mau menerima saya .”


Mira yang sedang membantu ibu membereskan sisa sisa acara berlari menuju dapur karna mendengar ponsel nya bergetar di atas kulkas.


Ia tersenyum dengan wajah yang berseri seri sambil mendekap ponsel di dadanya namun ia segera sadar dan meletak kan ponselnya kembali setelah membalas pesan singkat tersebut dengan emoticon bergambar love.


Rehan yang membaca pesan balasan dari mira pun langsung tersenyum sambil mengigit jarinya gemas


Kamu imut banget sih.. aku merasa jadi muda lagi


Keesoka harinya Mira sudah kembali beraktivitas seperti biasa nya ia berangkat kuliah dengan penuh semangat dan percaya diri.


“ Woi.. sobek ntar tu bibir senyum terus perasaan, habis dapat durian runtuh apa semalem” David selalu lebih dulu menyapa mira.

__ADS_1


“Apaan si.. siapa juga yang senyum senyum..” mira langsung memanyun kan bibirnya


David yang gemas dengan tingkah mira langsung saja mencubit bibir milik mira


Mira yang kaget langsung saja menepis tangan david dan itu membuat david terkejud


“Eh maaf mir ..” david terlihat sedikit khawatir


“iya gak papa”


Harus lebih hati hati ni, sekarang udah ada mas rehan


“ Mir kamu nanti malam ada jadwal ngajar ngak?” David membuka tas nya dan mencari cari sesuatu.


“ Enggak ada, memang nya ada ada?” mira melirik ke arah tas david, ia penasaran apa sebenarnya yang david cari di dalam tas nya.


“ Mau pergi nonton konser ngak?” david menyodorkan sebuah tiket


“ Konser siapa dav?” mira mengambil tiket dan membacanya.


“ baca aja sendiri” david menantikan ekpresi mira.


“Haaaah??? Ya ampunn... Suju..” mira terlihat sangat gembira hanya dengan melihat foto boyband kesukaan nya di tiket yang ia pegang.


“ Tuh kan.. pasti kamu seneng.. yuk nonton bareng anak anak yang lain nya”


“ ini seriusan ntar malem.. ini tiket punya siapa?” mira menyodorkan kembali tiket yang baru saja ia peluk.


“ makasih banget dav.. tapi aku gabisa janji ya”


Aku ingin kesana aku ingin nonton sama mereka, tapi aku harus bilang apa sama ibu..


“ pokoknya harus dateng ya.” Davit kembali mengenakan tas nya dan bersiap pergi.


“ Iya tapi...”


“ gak ada tapi tapi... Yauda aku masuk dulu.. masih ada kelas.. sampe jumpa ntar malem” davit berlarii meninggal kan mira .


Mira sudah berada dirumah sore itu dannia ounnlangsung menghampiri ibunya yang sedang menyiram tanaman di belakang rumah


“ bu.. nanti malem mira mau keluar sama temen temen ya” mira mendekap tubuh ibunya dari belakang.


“ mau ngapain mir ?” Ibu masih melanjutkan kegiatannya saat itu


“ mau lihat suju” Mira mengatakan nya dengan sedikit ragu.. ia bahkan sampai memejamkan matanya bersiap siap menerima jawaban dari ibunya.


“ Suju boyband?” ibu langsung menghentikan kegaiatan nya dan membalik kan tubuh


“ Iya bu, rame rame kok sama temen temen..boleh ya” mira pun merengek seperti anak kecil

__ADS_1


“ gaboleh!” singkat padat dan nyakitin jawaban dari ibunya. Sebenernya mira sudah tau pasti akan seperti itu jawaban yang akan ia terima, tapi kan berusaha tidak adaalah nya untuk di coba.


“Yaudah” mira langsung masuk kedalam rumah sambil berjalan lunglai dengan bibir manyun nya.


Ibu yang melihat mira sangat kecewa sebenarnya merasa kasihan karna slama ini ia tidak pernah punya kebebasan untuk melakukan hal hal menyenangkan bersama teman teman nya..


“ Mir..”


“Apa..” mira menghentikan langkah kaki nya


“boleh asal perginya sama rehan”


Mira lalu membalik kan tubuhnya.


“ Mas rehan? Ya gak mungkin lah mas rehan mau.. dia kan sibuk bu.. lagian jauh.. kalo memang gaboleh yasudah gak papa..”


Kenapa malah ngasih syarat yang ngak masuk akal begitu sih.. ah dasar ibu..


Mira kembali melanjutkan langkahnya kali ini semakin cepat dan semakin kesal.. di kamar ia langsung melemparkan tubuhnya ke atas tempat tidur..


“ Ah sebel..sebel..”


Mira kemudian menghubungi david..


“ Halo mir.. ada apa?” terdengar suara david dari balik ponsel nya.


“ maaf ya dav.. aku kayaknya gabisa pergi”


“ Loh memang nya kenapa”


“ pokonya aku gabisa.. maaf banget ya.. besok aku ganti deh uang tiket nya..”


“ yaudah lo gausah... Gak papa ko.. simpan aja buat kenang kenangan” mendengar ucapan david mira pun mulai tertawa..


“ Maaf ya dav..”


“ iya udah gak papa”


“ Yaudah bye”


“Bye”


David terlihat sangat kecewa karna ia sangat ingin bisa pergi bersama mira.. sebenarnya dia tidak suka dengan boyband itu..tapi demi mira ia sampai rela membeli tiket itu .


Mira ahir ahirini terlihat agak berbeda, sebenernya ada apa ya.. apa dia sudah memiliki pacar sekarang?


David mengacak acak rambutnya sendiri. Sebenarnya david sudah memiliki perasaan sejak SMA pada mira ..namun ia tidak berani mengungkapkan nya karna mira terlihat tidak berminat pada suatu hubungan .


David ini tidak jauh bebeda perawakan nya dengan bayu sekertarisnya rehan.. tubuhnya kurus dan tinggi. Gaya penampilan nya pun sangat keren di kalangan seusianya sebenarnya ia juga cukup populer di antara cewe cewe kampus. Namun ia hanya tertarik pada mira.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2