Suami Rahasia

Suami Rahasia
keputusan


__ADS_3

Keesokan harinya Mira sedang menunggu sarapan bersama Ayahnya di meja makan, sedangkan ibu sedang memasak dan Tania membantunya Sedikit.tiba tiba Mira memegang tangan ayahnya yang sedang menikmati teh hangat buatan Tania.


" Yah.. Mira sudah ambil keputusan..Mira akan menerima Lamaran mas Rehan"


spontan ayah langsung terbatuk karna tersedak,Tania berlari menghampiri ayah dan menuangkan air putih yang tersedia di meja.. Maya pun langsung berdiri dan mengusap usap punggung ayah nya.


Ibu berjalan mendekat sambil membawa dua piring nasi goreng ke arah meja dan meletak kan nya didekat suaminya dan juga Maya lalu menarik kursi tepat di samping Maya.


"Apa ibu gak salah dengar Mir?kamu barusan bilang apa? Lamaran?kapan kamu di lamar? Memang nya siapa yang melamarmu?" Ibu menghujani Mira dengan banyak pertanyaan..


"Ah itu... Anu bu... " Mira terlihat bingung mau menjawab dari yang mana.

__ADS_1


"Sudah sudah jangan bahas ini sekarang.. nanti sore kita bicarain pelan pelan" ayah mencoba menghentikan ibu yang terlihat seperti sedang mengintrogasi Mira.


"Tapi kan yah .."


"Ayah bilang sudah bu! Nanti pulang ngajar ayah ceritakan semuanya.." Ayah memotong ucapan ibu. Ibu terlihat sedikit kesal.


Mira dan Tania saling berpandangan.. mata Tania mengisyaratkan bahwa ini terjadi karna ulah kakaknya, namun Mira malah mengangkat bahunya serta mengerutkan kening nya. suasana pagi yang biasanya hikmat berubah menjadi sedikit tegang.


Hari berlalu.. Ibu sudah mendengarkan semua penjelasan dari ayah,dan keputusan ibu pun tak jauh berbeda dengan ayah. Karna ibu juga sudah mengenal baik siapa Rehan dan keluarga nya. Semua keputusan di serahkan padaku.


Ayah sudah mengabari Rehan bahwa niatan baiknya sudah di terima . Dan rehan memutuskan untuk berkunjung minggu depan.

__ADS_1


Poin pertama yang kunilai saat yakin untuk menerima nya adalah dia itu pria yang baik dan berasal dari keluarga yang sangat hangat. Ya walaupun aku belum memiliki perasaan apapun padanya tapi entah mengapa aku memiliki keyakinan pada pria itu.


Jujur saja sebenarnya kami tidak begitu saling mengenal .mungkin hanya beberapa kali bertemu di acara acara besar keluarga kami. Dia memang terlihat sedikit memperhatikan ku, namun aku tidak terlalu menyadarinya.


Kalo berbicara soal fisik pria berusia 27 tahunan itu sudah mendapatkan nilai 98 dari standar tipe pria ideal ku . tubuhnya tinggi dan proposional seperti model . Wajah nya sendu namun sangat manis saat tersenyum. Dia sangat berkharisma, dari caranya berbicara sangat mengambarkan bahwa ia itu pria yang sangat dewasa dan hangat.di tambah dia itu memang tipe pria pekerja keras terbukti dengan pencapaian nya di pekerjaan nya kini. setidaknya itu lah yang aku ingat saat terahir kali aku bertemu dengannya 2 tahun yang lalu. Ah berati sekarang usianya sudah 29 tahun. Aku penasaran apakah dia tetap sama seperti dulu atau sudah banyak berubah.


Jujur saja sebenarnya aku merasa sedikit tidak percaya diri ..secara aku hanya seorang mahasiswi biasa yang tak memiliki keistimewaan khusus. Untuk kuliah Aku bahkan mengajar les bahasa untuk murid dasar demi meringankan beban orang tua membayar biaya kuliahku. Jujur rasanya sangat melelahkan, aku ingin seperti teman teman ku yang bisa fokus pada pelajaran tanpa menghawatirkan soal biaya dan tetap bisa nyaman bergaul dan beteman dengan sesama mahasiwi lain nya.


Berbanding terbalik dengan kehidupan Rehan dan keluarganya yang berpendidikan tinggi serta hidup berkecukupan. Rasanya kurang serasi bila aku menjadi pendamping hidupnya.


kadang terlintas di benak ku apa sebenarnya alasan mas rehan memilih aku, toh sudah pasti dia sudah terbiasa di kelilingi oleh gadis gadis cantik dan berkarir yang sepadan dengan nya.

__ADS_1


Namun lamaran itu nyata,ia menyatakan nya sendiri kepada kedua orang tua ku bila ia bersunguh sunguh menginginkan aku sebagai teman hidupnya.lalu untuk alasan apa aku menolak nya. juga di usia 20 tahun ini rasanya sudah tidak masalah bagi ku untuk menikah. Dan mas Rehan pun sudah menyanggupi untuk tetap memperbolehkan ku menyiapkan kuliahku dan membiayainya, rasanya semua kekhawatiran ku selama ini sirna tentu aku menerimanya dengan segenap hatiku.


Bersambung...


__ADS_2