Suami Rahasia

Suami Rahasia
Kedatangan Rehan


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang sudah di sepakati oleh keluargaku juga keluarga mas rehan untuk melakukan sebuah pertemuan, setelah sebelumnya gagal karna mas rehan sedang ada keperluan yang mendesak. Sejak pagi aku sudah sangat merasa gugup entah karna apa aku harus gugup aku bahkan sudah mempersiap kan jawaban jawaban yang padahal belum tentu mereka tanyakan padaku sampai ahirnya aku mendengar suara mobil yang berhenti di depan rumahku di susul suara ayah dan ibuku.


“Kak.. sudah datang kak cepetan kesini..” Tania memberikan kode padaku dan itu malah membuat ku semakin tidak karuan.


“tenangkan dirimu mir.. tenang.. tarik nafas.. huuft.. dia itu kan masih asing kamu aja ga punya perasaan apa apa sama dia.. jadi kalo dia berubah pikiran setelah melihat mu gak akan bakal ada yang sakit..”


“Mira.. kesini nak.. ini Rehan sudah datang” Suara ibu membuyarkan lamunan ku,aku segera bergegas merapihkan pakayan ku dan berjalan keluar ,aku tidak berani melihat siapa siapa saja yang berada di ruangan itu aku hanya menunduk “ Oh god.. kemana semua keberanian yang sudah ku kumpul kan sejak tadi..”


“Ini Namira” Ayah memegang kedua bahuku dan mengarahkan aku duduk di samping nya. Aku bisa mendengar suara tertawa kecil dari hadapan ku namun aku masih belum berani untuk melihat nya.


“ Nah kalau yang di samping ibu nya itu Tania adiknya Mira”


“ Tania sudah besar ya sekarang..”


Lagi lagi suara tidak asing itu apa itu mas rehan? Ah..aku ingin melihat nya..


“ Mira sekarang telihat lebih gemuk ya..”


“ Hah.. masa iya” Tanpa sadar aku langsung memeriksa lengan dan perut ku. Semua yang berada di ruangan itu tertawa selain aku.


“ Mira memang makan nya kuat Han.. makanya badan nya makin sehat “ Ibu tertawa menepuk pundak ku mungkin itu sinyal agar aku bisa lebih rileks sedikit, aku hanya meringis sedikit dan mencoba mencuri pandang melihat pria yang sedang duduk di hadapan ku saat ini.


Ya ampun dia gak berubah sama sekali masih sama saat terahir kali kami bertemu.. dan baru saja mata kami saling bertemu..apa dia sedang memperhatikan aku.. please Mir jangan salting dong..


“ Sebentar ya ibu mau ambilkan minum dulu di belakang” ibu dan Tania pergi ke dapur sekarang hanya tinggal kami bertiga aku khawatir suasana akan semakin canggung namun ke khawatiran ternyata salah.


” Han.. gimana kabar bapak dan ibu kamu, kenapa tidak ikut mereka?” Ayah membuka pembicaraan. Syukur lah..


“ Alhamdulillah bapak sama ibuk baik baik apa pak,mereka tidak bisa ikut karna masih ada urusan di kantor. mungkin pertemuan kita selanjut nya mereka akan ikut..” Ah.. entah mengapa suara nya saja sudah terdengar keren.. mira menyimak setiap kalimat di ruangan itu.


“ Hahaha.. Wibowo itu raganya saja yang sudah tua.. tapi jiwa bisnis nya masih membara.. tak heran kalau itu menurun padamu Han..” Mereka asik tertawa dan berbicara lepas sedang kan aku hanya diam membisu, sebenarnya yang mau dia temui aku atau ayah ku sih..


“ Oh iya Mira kamu kok malah diam saja.. ini nak Rehan nya kok tidak di ajak bicara,, sudah jauh jauh datang lo..” Ayah menepuk pundaku.


“ Loh gimana mau ngobrol to yah.. orang ayah saja ngajak ngobrol terus..” Suara ibu datang dari belakang sambil membawa dua cangkir teh .

__ADS_1


“ Lupa ayah buk.. yasudah kalian ngobrol saja dulu ya.. Ayah sama ibuk tinggal dulu masuk.” Sekarang benar benar hanya tinggal kami berdua.. aku memain kan kuku kuu tangan ku untuk menutupi rasa canggung ku.


“ Hei.. kok diam saja sih.. belum makan ya”


“ Hmm.. mas Rehan apa kabar..” Mira ahirnya menanyakan sesuatu dia sudah berusaha keras untuk itu.


“ Baik.. Kamu tidak banyak berubah ya Mir.. masih sama seperti dulu..”


“ Alah tadi mas bilang Mira gemuk” Mereka ahirnya saling bertatapan..


“ Hahaha... mas tadi hanya bercanda..habis nya muka Mira cemberut aja sih.. Mira gak suka ya kalo mas datang?”


“ Bukan gitu.. Mira Cuma agak canggung aja..” Mira membetulkan posisi duduk nya agar terlihat lebih santai. Ya ampun ganteng banget..!!


“ Oh begitu.. Sekarang kegiatan Mira apa saja ?


“ Ya sibuk kuliah mas.. sama ngajar les privat.. kadang kalau lagi libur ya dirumah aja bantu ibuk sama Tania masak dan bersih bersih rumah.


Hihihi ..padahal aku gak terlalu pintar memasak kalau di bandingkan dengan Tania..


“Hah..” Mira melihat Rehan yang sedang tersenyum .


Astaga Manis banget.. oh Jantung ku rasanya mau meledak.. apa barusan itu kode kalau mas rehan ingin bisa membanggakan aku sebagai istrinya..


“Mira tidak usah khawatir.. walaupun nanti kita sudah menikah mas tidak akan melarang larang Mira untuk melakukan apa saja asal kan itu hal yang positif.. mas akan mendukung...” kali ini suara Rehan mulai terdengar serius..


“Sebenarnya apa alasan mas Rehan memilih Mira, Bukan kan di sana banyak yang lebih baik dari Mira.. dan apa benar Mas akan membiayai kuliah Mira sampai selesai.. kenapa mas ?” wajah Mira terlihat begitu hati hati saat menanyakan pertanyaan itu di sertai penasaran yang tergambar jelas di wajahnya..


Rehan memperhatikan cara Mira saat berbicara ia mengigit jarinya..


Gadis ini benar benar sangat polos.. Ekspresinya itu sangat mengemaskan.. tidak berubah sama sekali sejak ia kecil..selalu spontan menanyakan apa yang ada di fikiran nya.


“Kok tidak di jawab mas..?”


Kenapa mas rehan malah diam saja.. apa dia berubah fikiran? Dan apa yang baru saja aku tanyakan.. kenapa aku jadi tidak tahu malu begini sih..membahas masalah biaya kuliah padahal baru saja kami bertemu.

__ADS_1


“ Karna mas sudah sayang pada Mira sejak kita masih sama sama kecil, Mira bagi mas sudah seperti adik yang selalu ingin mas lindungi..” mendengar jawaban itu wajah Mira langsung memerah..


Sebenarnya aku ingin menunggu Mira sampai selesai kuliah.. Tapi sepertinya ia tengah kesulitan.. aku tidak ingin melihatnya tertekan..dan juga aku tidak ingin membuat kedua orang tuaku cemas dan sibuk mencarikan aku jodoh ..karna aku sudah memilih Mira sejak awal..


Tak terasa mereka sudah cukup lama berbincang bincang.. sampai ahirnya Rehan dan Mira menghampiri ibu dan ayah yang sedang duduk di teras belakang..


“ Ayah mas rehan mau pamit dulu katanya”


“ Loh..loh.. kok cepat sekali nak Rehan.. ada apa..” Ayah menghampiri rehan yang berdiri di samping Mira..


“ Maaf pak, bu.. Rehan masih ada urusan yang belum selesai jadi belum bisa berlama lama disini.”


“Ah.. sini duduk dulu sebentar ..” Ayah mira memegang tangan milik Rehan dan mengajak nya duduk disamping nya..


“ Tania.. itu tolong bawakan kesini yang ibu bungkuskan tadi di dapur ya”


“ Ini bu..” Tania menyerah kan bungkusan di dalam sebuah tas bekal berwarna merah..


“ Ibu tau pasti kamu tidak akan mau makan.. jadi dari pada mubazir ibu sudah masak banyak ini ibu bungkuskan sedikit..” ibu menyerahkan bingkisan itu kepada Rehan..


“ Rehan jadi merasa merepotkan Ibu dan bapak.. Rehan mohon maaf bu.. pak..” Rehan membungkuk kan kepalanya..


“ Alah.. sudah.. ini lo Cuma masakan rumahan biasa.. nanti di habiskan ya..” Ibu mengusap pundak Rehan dengan lembut..


“ Pak..bu.. karna Rehan sudah mendengar sendiri jawaban dari Mira, maka dari itu insyaallah 3 atau 4 hari lagi Rehan akan datang kemari bersama orang tua Rehan untuk Melamar Mira dengan Resmi.. Rehan mohon restunya Ibuk dan bapak..” Rehan berdiri dan Membungkuk kan tubuhnya..


Melihat Rehan seperti itu Mira benar benar tersipu sipu malu.. wajah nya lebih merah di bandingan dengan saat sebelumnya..ia tersenyum senyum malu..


“ Ciee.. kakak, mau di lamar..” Tania beberapa menyenggol bahu milik Mira menggodanya..


“ Apapun yang terbaik buat kalian berdua Ayah dan ibu akan melalu mendukung dan merestuinya..” Ayah mengusap punggung Rehan.. kemudian mas rehan pun benar benar berpamitan kepada kami semua..


“ Jaga kesehatan ya.. sampe ketemu lagi..” Kulihat mas rehan mengusap kepala Tania yang berada di samping ku.. aku mengira ia akan melakukan hal yang sama padaku.. tapi ternyata ia hanya tersenyum manis padaku.. lalu benar benar pergi..


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2