
Bima menyunggingkan senyum di bibirnya. Sedangkan Ella menarik nafas lega. Lepas dari pria egois seperti Zico adalah hal yang membuatnya bersyukur saat ini. Melihat bijaksananya pak Damar Ella justru menyesal saat ini karena tidak jujur kepada kedua orangtuanya tentang pernikahan yang tidak pantas disebut rumah tangga bersama Zico selama ini.
Zico masih menunduk. Perasaan lega yang dirasakan Ella saat ini berbeda dengan hal yang dirasakan oleh Zico. Dadanya terasa dihimpit batu besar setelah mengucapkan kata talak itu. Hatinya seakan tidak rela berpisah dari Ella. Penyesalan hanya menjadi bagian yang selalu mengikutinya entah sampai kapan.
"Aku serahkan ini semua kepadamu mas," kata Ella setelah kembali dari kamarnya dan menyodorkan buku besar dan beberapa kertas. Buku besar berisi Uang masuk setiap bulan pemberian Zico serta rinci pengeluaran dan kerja bukti pembayaran BPJS, lampu, air dan yang lainnya.
Bukan tanpa alasan Ella menyerahkan itu semua. Awalnya dia hanya iseng menuliskan setiap pengeluaran tiap bulan untuk perbandingan pengeluaran mereka setiap bulan. Dan setelah Zico menyebutkan dirinya benalu di rumah itu. Ella menyadari ternyata apa yang dilakukan dengan menuliskan uang masuk dan pengeluaran ternyata sangat berguna untuk membuka mata Zico. Siapa sebetulnya benalu di rumah ini. Dirinya atau Karina yang hanya tahunya membuka paha untuk sang suami.
"Aku rasa, semuanya sudah cukup jelas. Sebaiknya kita pulang sekarang," kata Bima. Kata pulang membuat kedua orang tua Ella bertanya tanya dalam hati.
"Maaf. Kamu siapa nak?" tanya Ibu Mawar sopan. Ella langsung mengalihkan pandangannya menatap Bima sebagai pertanda supaya dirinya yang menjawab pertanyaan Ibu Mawar.
"Dia mas Bima ibu. Orang yang sudah aku anggap seperti Abang kandungku," jawab Ella
Ibu Mawar tersenyum ke arah Bima. Sejak menginjakkan kaki di depan pintu rumah Zico. Bima sudah menarik perhatiannya. Di tambah lagi pria itu yang sangat perduli kepada suaminya.
"Kami menginap di rumah Dhani om kamu saja Ella," kata Pak Damar membuat Ella langsung gelisah. Bima yang dapat menangkap kegelisahan itu juga ikut berpikir untuk mencari solusi dimana kedua mertuanya harus menginap sekarang. Jika membawa kedua mertuanya menginap di rumah Dhani bisa bisa terbongkar pernikahan Ella dan dirinya yang sudah berlangsung sebelum bercerai dengan Zico.
__ADS_1
Untuk menawarkan menginap di hotel. Bima merasa sungkan dan tidak enak hati kepada Ella. Menurutnya itu tidak sopan. Dan membawa ke rumah pribadinya. Bima mengingat dengan jelas jika mereka sudah menggantung pigura besar berisi foto pernikahan mereka di dinding ruang tamu. Dan sialnya, tidak ada orang yang bisa disuruh untuk menurunkan pigura tersebut karena Bima tidak mempekerjakan tenaga asisten rumah tangga.
"Jangan pak. Di kontrakan aku saja," sahut Ella cepat. Pak Damar mengangguk setuju.
"Kami pamit nak Zico," kata pak Damar setelah Ella selesai membereskan semua barang barangnya yang harus dibawa dari rumah Zico.
Zico mendongak menatap mantan mertuanya yang sudah berdiri. Melihat Bima menyeret koper besar berisi pakaian Ella. Zico merasakan jika perpisahan dengan Ella semakin nyata.
Pak Damar dan Ibu Mawar bergegas keluar dari rumah tanpa mendengar jawaban Zico. Sedangkan Ella masih berdiri dekat sofa dan mengisyaratkan kepada Bima bahwa dirinya akan segera menyusul keluar.
"Karina, aku harap kamu masih mengingat dengan jelas apa yang pernah kamu katakan menyangkut laki laki yang akan menjadi kekasih atau suamiku kelak. Jika suamiku lebih di atas segalanya dari suami kamu. Kamu bersedia memakan kotoran kamu sendiri. Mulai hari ini. Sering seringlah makan yang enak. Supaya yang keluar dari tubuh masih layak untuk kamu makan. Karena tidak lama lagi keinginan kamu untuk memakan kotoran kamu sendiri akan terwujud," kata Ella sambil tersenyum manis.
Ella ternyata masih merasakan sakit hati mengingat semua perkataan Zico dan Karina yang menyakitkan. Kalau tidak karena kedua orangtuanya. Karina sebenarnya ingin memaki dua manusia itu sekarang. Tapi Ella tidak akan melakukan itu. Dia tidak ingin kedua orangtuanya bersedih. Biarlah orang tuanya hanya mengetahui dirinya tidak bahagia selama pernikahan dengan Zico tanpa mengetahui hal menyakitkan yang dia terima sehingga Ella berani mengambil keputusan menikah dengan Bima.
"Mana ada. Aku tidak pernah mengatakan seperti itu," jawab Karina gelagapan. Dia masih ingat dengan jelas tentang perkataannya dulu tapi Karina memilih menyangkalnya. Melihat penampilan Ella yang semakin cantik. Karina berpikir tidak tertutup kemungkinan jika Ella akan mempunyai kekasih atau suami melebihi suaminya Zico. Apalagi dia melihat keakraban Bima dan Ella. Dia juga sudah menduga jika ada sesuatu antara Ella dan Bima. Karina mengetahui dengan jelas siapa sebenarnya Bima.
Ella tertawa melihat ketakutan di wajah Karina yang berusaha ditutupi.
__ADS_1
"Kamu tidak ada bukti bahwa aku mengatakan seperti itu," kata Karina lagi setelah beberapa detik terdiam. Dia merasa terbebas dari perkataannya setelah mengucapkan tentang bukti itu.
"Saksinya suami kamu. Aku rasa dia belum amnesia."
"Mas Zico tidak mungkin bersedia menjadi saksi untuk hal bodoh seperti itu," jawab Karina sudah berani. Wanita itu memamerkan senyum kemenangan. Zico masih saja menunduk tanpa berniat ikut campur dari pembicaraan Ella dan Karina.
"Terserah kamu. Tapi jika waktunya tiba. Aku
akan memaksa kamu untuk mewujudkan perkataan kamu itu sebagai balasan atas semua penghinaan kamu kepadaku selama ini," kata Ella. Dia mengambil langkah untuk keluar dari rumah itu tapi perkataan Karina kembali menghentikan langkahnya.
"Kamu sudah menjadi janda Ella. Ingat itu. Dan kamu tidak ada hak untuk menginjakkan kaki lagi di rumah ini. Jangan coba coba untuk datang kemari."
Karina sengaja mengancam Ella supaya tidak datang lagi ke rumah ini. Tentu saja, maksud dari perkataannya itu supaya Ella tidak bisa memaksa dirinya mewujudkan perkataannya dulu.
"Karina. Kapanpun aku mau. Aku masih bisa datang ke rumah ini. Tentunya tidak sendiri melainkan bersama suamiku nanti. Tenang saja. Bukan untuk menuntut uang yang masuk dalam perbaikan rumah ini. Tapi pastinya untuk mengantar undangan resepsi pernikahan," jawab Ella tenang dan tersenyum. Zico yang sedari tadi menunduk langsung mendongak menatap Ella.
"Sayang. Sebaiknya kita pergi sekarang. Jangan berlama-lama dekat mantan seperti itu," kata Bima dari depan pintu.
__ADS_1
Karina membulatkan matanya mendengar panggilan sayang dari Bima untuk Ella. Jelas dia tidak salah mendengar. Sedangkan Zico juga terkejut. Hatinya semakin panas dan tidak terima mendengar panggilan sayang itu untuk Ella.
"Baik sayang," jawab Ella. Dia berbalik menatap Karina dan Zico sambil melambaikan tangannya.