
Ella melangkah mengikuti Zico yang berjalan di depannya menuju rumah mantan mertuanya. Ketika Zico membuka gerbang, hal pertama kali yang diperhatikan oleh Ella adalah suaminya. Kondisi suaminya yang tergantung pada pengobatan pak Cipto membuat Ella kembali merasa bersalah. Ella kembali menyesali dirinya yang dengan gampang menyimpulkan sesuatu. Andaikan dirinya menunggu Bima saat itu untuk bertanya tentang video pertemuan Bima dan Nada. Mungkin kecelakaan itu tidak terjadi.
Dan bukan hanya Ella. Zico juga semakin merasa bersalah setelah mendengar cerita itu dari Ella. Setelah pak Cipto meninggalkan mereka tadi. Ella sempat bercerita tentang kronologi kecelakaan yang menimpa Bima. Zico tidak menyangka. Jika video yang dia berikan kepada Ella ternyata membuat Bima harus mengalami kelumpuhan.
"Ada apa nak?" tanya Mama Maya yang bisa menangkap kekhawatiran di wajah Ella. Pak Cipto sudah masuk ke dalam rumah. Ibu Marni juga menyusul karena melihat wajah suaminya yang terlihat marah.
"Pak Cipto sudah mengetahui perceraian kami ma," jawab Ella lesu. Mama Maya juga langsung terlihat lesu.
Bima menatap Ella dan Zico bergantian. Bima menggerakkan tangannya menyuruh Ella untuk mendekat ke arahnya. Bima meraih tangan istrinya dan menggenggam tangan itu sangat erat.
"Pak Bima tidak perlu khawatir. Aku akan menjelaskan semuanya kepada kedua orang tuaku," kata Zico. Zico menyuruh Ella dan yang lainnya untuk tetap di halaman itu sedangkan dirinya masuk ke dalam rumah untuk memberikan penjelasan kepada kedua orangtuanya.
"Apa yang ingin kamu jelaskan?" tanya pak Cipto dingin setelah Zico duduk di hadapannya. Sedangkan ibu Marni sudah menangis sesenggukan mengetahui bahwa Ella bukan lagi menantunya.
"Semua ini kesalahanku pak, Bu. Aku minta maaf karena tidak bisa memengaruhi harapan baapk dan ibu," kata Zico. Dia menundukkan kepalanya. Dia tidak tega melihat sorot mata sedih kedua orangtuanya. Ella adalah menantu pilihan oleh pak Cipto dan ibu Marni. Dan pilihan itu ternyata tidak salah hanya saja Zico tidak menghargai pilihan orangtuanya sehingga pernikahan itu tidak bertahan.
Pak Cipto dan ibu Marni hanya bisa menelan kekecewaan mendengar kata demi kata dari mulut Zico tentang awal rumah tangga sampai perceraiannya dengan Ella. Zico menyalahkan dirinya atas perceraian itu. Tidak hanya kecewa. Kedua orang tua itu juga marah mendengar semua penderitaan yang dialami oleh Ella selama berumah tangga dengan Zico. Zico menceritakan semua yang dialami oleh Ella dan yabg dilakukannya sejujurnya termasuk dengan kehadiran istri kedua.
__ADS_1
Pak Cipto tidak bisa menahan tangannya untuk tidak menampar Zico. Tangan yang terbiasa mengobati orang sakit itu kini menyakiti wajah putranya sendiri.
"Pak, sudah. Kita hanya menambah dosa jika kita menyakiti dia. Zico memang bersalah. Tapi, percayalah. Inilah takdir mereka sesungguhnya. Mereka tidak berjodoh," kata ibu Marni sambil menjaga tangan suaminya supaya tidak menampar Zico lagi.
"Aku benar benar menyesal pak. Tindakanku membawa suami Ella berobat ke bapak sebagai permohonan maaf atas luka yang aku torehkan kepadanya. Aku mohon pak. Lanjutkan pengobatan pak Bima walau sudah mengetahui status kami masing masing," kata Zico dengan sudut bibir yang mengeluarkan darah.
Pak Cipto menatap Zico dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Tatapan itulah yang membuat Zico sangat khawatir akan tindak lanjut pengobatan Bima.
"Jangan pernah kembali ke wanita yang kamu sebut tadi sebagai istri keduamu. Dia bukanlah wanita yang baik. Wanita yang baik tidak akan menyakiti wanita yang lain demi mencapai tujuannya," kata Bu Marni tegas. Zico menceritakan juga tentang sifat Karina kepada Ella.
Pak Cipto masih betah menatap Zico. Dari cerita Zico tadi pak Cipto sebenarnya merasa bangga melihat tindakan Zico yang berani mengakui semua kesalahannya. Dan berusaha memperbaiki hubungannya dengan Ella walau tidak mungkin untuk menjadi suami istri lagi.
"Bapak tidak punya muka lagi melihat pak Damar dan ibu Mawar. Seharusnya kamu menolak perjodohan itu dulu. Bapak juga tidak bisa membayangkan penderitaan Ella selama menjadi istrimu," kata pak Cipto dengan nada kecewa.
Pak Cipto dan ibu Marni terkejut mendengar jika pak Damar dan ibu Mawar sudah mengetahui perceraian itu dan bahkan menyaksikan kata talak yang keluar dari mulut Zico untuk Ella. Kedua orang tua itu semakin merasa malu walau hanya menyebut nama mantan besannya.
"Tolong pak. Hanya ini yang dapat aku lakukan untuk mendapatkan maaf dari pak Damar dan ibu Mawar. Membantu pak Bima supaya sembuh," kata Zico di akhir kalimatnya.
__ADS_1
Pak Cipto pun membenarkan dalam hatinya apa yang dilakukan oleh Zico saat ini. Sebenarnya tanpa permohonan Zico juga, pak Cipto tidak akan tega menghentikan pengobatan itu. Bukan hanya karena tanggung jawab terhadap kesembuhan pasiennya. Tapi menurut pak Cipto tidak manusiawi jika menghentikan pengobatan itu hanya karena mengetahui jika Bima adalah suami dari mantan menantunya.
"Bapak bukan manusia kejam seperti kamu Zico. Jangankan suami Ella. Musuh sekalipun jika tidak berdaya wajib kita tolong," jawab pak Cipto membuat Zico langsung menjatuhkan badannya di hadapan pak Cipto. Zico bersujud mencium kaki bapaknya. Zico mengartikan jawaban itu sebagai tanda jika dirinya dimaafkan.
"Ella memang bukan jodohmu. Tapi ibu sangat berharap kamu mendapatkan wanita yang baik seperti Ella," kata ibu Marni sambil mengelus kepala Zico yang sedang menunduk mencium kedua kakinya. Zico mengaminkan harapan ibunya di dalam hati.
"Masuklah nak," kata ibu Marni kepada Ella yang berdiri di dekat pintu.
Kedua wanita itu berpelukan dengan suara tangisan yang jelas terdengar. Ibu Marni menangis karena harus kehilangan menanti yang baik seperti Ella. Sedangkan Ella menangis karena terharu dengan perlakuan mantan ibu mertuanya yang tidak berubah walau sudah mengetahui jika Ella bukan lagi menantunya.
Ibu, maafkan aku," kata Ella setelah melepaskan pelukannya.
"Ibu yang minta maaf nak. Tidak seharusnya kami dulu memaksakan perjodohan itu."
"Tetaplah memanggil kami dengan sebutan ibu dan bapak nak. Kamu bukan lagi menantu kami. Ijinkan kami menyebut kamu sebagai putri kami mulai detik ini," kata pak Cipto penuh harap sambil menatap Ella.
"Terimakasih pak. Ibu," jawab Ella singkat setuju dengan apa yang diinginkan oleh mantan mertuanya.
__ADS_1