
Di tengah rasa mual yang masih mendera, Ella mencoba mengingat akan wanita yang dia tabrak tadi. Tetapi semakin mencoba mengingat semakin Ella merasa buntu karena memorinya tidak berhasil menunjukkan dimana dirinya pernah bertemu dengan wanita tersebut.
Ternyata bukan hanya Ella yang memikirkan wanita itu. Papa Yuda juga masih terus terbayang dengan wajah wanita pemberani yang menantangnya tadi. Semakin berusaha menepis bayangan itu semakin kuat bayangan itu seperti berada di hadapan dirinya.
Ella dan papa Yuda keluar dari lift dengan pikiran yang masih tertuju kepada wanita itu. Hingga kaki mereka sudah mendarat di ruangan Bima, rasa penasaran itu semakin menjadi jadi.
"Maya," gumam papa Yuda pelan tapi Ella masih bisa mendengarnya samar samar. Kata kata wanita tadi mengingatkan papa Yuda akan mantan istrinya. Kala itu Maya juga mengucapkan kata kata yang hampir sama dengan yang diucapkan oleh wanita tadi. Beberapa tahun lalu, papa Yuda menawarkan harta Gono gini yang banyak kepada Maya. Tapi saat itu Maya tidak tertarik dengan apa yang ditawarkan oleh Yuda. Maya hanya ingin papa Yuda mengembalikan semua kebahagiaan dan perhatian yang sudah diberikan oleh Maya selama mereka berumah tangga. Hal sulit yang harus dikembalikan sama seperti dengan makanan milik wanita tadi yang harus diminta di kembalikan ke bentuk semula dan layak dimakan.
"Apa pa," tanya Ella.
"Tidak apa apa nak. Segera makan obatmu supaya kesehatanmu membaik," kata papa Yuda sangat perhatian sambil berjalan menuju tempat tidur Bima. Sedangkan Ella berjalan ke arah sofa dan duduk di sana.
"Ella, kamu sedang hamil muda. Apa tidak sebaiknya kamu beristirahat di rumah. Jika kamu tidak betah di rumah. Kamu bisa beristirahat di apartemen Bima. Tentang Bima, kamu tidak perlu khawatir. Papa sudah mendapatkan orang orang yang bisa di percaya dari sahabat papa."
"Terima kasih pa. Tapi sampai saat ini. Aku masih ingin disini menemani mas Bima," jawab Ella. Papa Yuda hanya mengangguk. Tidak ada artinya memaksa Ella untuk beristirahat di rumah atau di apartemen. Papa Yuda kemudian mengelus wajah putranya kemudian pamit kepada Ella untuk pergi ke kantor.
Ella memejamkan matanya setelah obat anti mual dan Vitamin sudah masuk ke dalam perutnya. Kehamilan yang sangat diharapkan oleh Bima sudah terkabul. Tapi sayangnya hanya Ella yang harus menghadapi hari hari yang dipenuhi dengan rasa mual entah sampai kapan. Bermanja manja dengan suami di saat hamil trimester pertama sepertinya jauh dari hari hari Ella. Ella hanya berdoa dalam hati semoga Bima bisa melihatnya ketika melahirkan nanti.
__ADS_1
"Mas, andaikan kamu sadar. Kamu pasti bahagia mengetahui kehamilan ini. Apa yang membuat kamu betah seperti ini sehingga aku harus menghadapi kehamilan ini sendiri dan masih penasaran dengan wanita yang ada di video itu," gumam Ella dalam hati.
Seketika Ella membuka matanya ketika video kebersamaan Bima bersama wanita muda itu mampir di ingatannya. Ella cepat cepat meraih tasnya yang berada tidak jauh dari tempatnya duduk. Ella langsung membuka aplikasi dan langsung menelusuri riwayat chat antara dirinya dan Bima.
Ella memutar berulang ulang video yang dia kirimkan kepada Bima.
"Mungkinkah wanita tadi yang ada di video ini?" tanya Ella dalam hati. Wajah wanita di video itu terhalang dengan tangan Bima yang mengacak rambut wanita tersebut.
Tidak ingin semakin penasaran. Ella mengambil ponsel Bima yang juga berada di Tasnya. Sejak kecelakaan itu terjadi Ella yang memegang ponsel milik suaminya. Selama ini ponsel itu tidak aktif karena Ella juga tidak mengetahui kata sandi layar ponsel.
Ella mencoba memasukkan deretan angka angka untuk membuka ponsel itu. Tidak berhasil. Ella kembali mencoba deretan angka angka lain. Ponsel itu tetap saja tidak bisa dibuka. Ella tidak habis akal. Setelah memasukkan hari ulang tahun suaminya, ulang tahun dirinya dan bahkan tanggal pernikahannya tidak berhasil. Ella menggabungkan dua deret tanggal ulang tahun Bima, tanggal ulang tahunnya dan juga tanggal pernikahan mereka.
Ella bersandar lemas ke sofa karena riwayat chatting tidak ada di aplikasi itu. Ella akhirnya melihat satu persatu kontak yang ada di aplikasi itu berharap salah satu kontak menampilkan foto seperti yang ada di video tersebut.
Hingga satu pesan masuk dari nomor yang tidak tersimpan dan tanpa foto profil. Membuat Ella membulatkan matanya.
"Kak, aku merindukanmu. Kenapa akhir akhir ini tidak bisa dihubungi."
__ADS_1
Ella merasakan dadanya sangat sesak membaca pesan itu. Seorang wanita di luar sana sedang merindukan suaminya. Dan dirinya sebagai seorang wanita yang berstatus istri sah dari Bima selama satu bulan selalu mengkhawatirkan suaminya.
Ella bertanya tanya dalam hatinya tentang kemungkinan wanita itu adalah Margaretha yang menjadi mantan pacar suaminya. Membaca pesan itu Ella semakin ragu jika pengirim pesan hanya berstatus sebagai mantan kekasih. Ella menyimpulkan jika pengirim pesan itu adalah seseorang yang sangat dekat dengan suaminya mengingat pesan itu terlalu berani mengungkapkan kerinduan.
"Hari ini kita bertemu. Kamu yang tentukan waktu dan tempatnya."
Ella membalas pesan itu seolah olah yang membalas adalah Bima. Bagi Ella, dia harus secepatnya mengetahui siapa wanita itu yang sesungguhnya. Dia tidak perduli jika perbuatannya dianggap lancang. Baginya, kebenaran harus secepatnya terungkap. Jika wanita itu bisa membuat Bima sadar dari komanya. Ella siap sudah menyiapkan hatinya untuk itu. Ella hanya ingin kesembuhan Bima walau kenyataannya nanti identitas si pengirim pesan tersebut membuatnya kecewa.
"Baik kak. Hari ini aku bisa. Bagaimana kalau kita makan siang di kafe favorit kita?.
Ella semakin merasakan hatinya berdenyut nyeri membaca pesan itu.
"Cari tempat yang lain saja. Aku mau suasana baru."
Ella melihat pesan itu yang secepat kilat menjadi centang biru. Dia tidak ingin terjebak dengan sandiwaranya sendiri dengan mengiyakan untuk makan siang di kafe favorit Bima bersama wanita itu yang jelas dia tidak mengerti kafe tersebut.
Akhirnya Ella tersenyum pilu membaca pesan yang dikirimkan oleh wanita itu tentang tempat pertemuan mereka nanti siang. Ella langsung mengambil ponselnya sendiri dan mengirim pesan minta ijin ke papa mertuanya jika dirinya nanti siang akan keluar.
__ADS_1
Ella menarik nafas panjang. Dari tempatnya duduk Ella menatap sang suami.
"Apapun keadaanmu. Aku akan menunggumu sampai sadar. Jika kenyataannya bahwa aku hanyalah wanita yang sengaja kamu manfaatkan untuk mencapai tujuan tujuanmu. Aku akan memaafkan kamu. Kembalilah mas. Aku akan merelakan kamu dengan wanita yang kamu cintai asal aku tidak melihatmu seperti ini."