Suami Rahasia

Suami Rahasia
Maaf dan Debaran hati


__ADS_3

Di sebuah cafe Rehan sedang berbicara dengan salah seorang pelayan dan memesan beberapa makanan, sedang kan mira masih saja tampak kebingungan dengan kemunculan rehan yang begitu tiba tiba.


“ Maaf ya mir, mas sudah buat kamu bingung” Rehan menarik kursi di depan nya dan duduk persis di hadapan mira.


“ Kenapa mas rehan tiba tiba bisa ada disini.. bukan kah seharusnya acara kita baru besok ya?”


“Hah..?” Rehan terkejud mendengar ucapan mira ia pun tak tahan untuk tidak tertawa.


Ya ampun dia ini lucu sekali ya.. apa untuk menemui calon istri sendiri itu harus menunggu moment .. kalo bisa aku bahkan ingin setiap waktu bisa menemuinya.


“ Kok malah tertawa sih..” Mira terlihat mulai sedikit kesal.


Rehan mengambil sesuatu dari saku celana nya dan menyodorkan nya tepat hadapan mira.


“ Ini sebagai permintaan maaf soal yang semalam.. maaf ya mas terlalu sibuk sampai mengabaikan mira berhari hari” Senyuman Rehan langsung membuat mira salah tingkah.


“ Aku tidak sengaja memencet pangilan itu mas.. maaf kalau mira menganggu”


Hah... Mengapa dari sekian banyak kata kata aku malah mengatakan hal bodoh ini..


Mira tertunduk sambil memainkan kuku jari tangan nya.


Mira sepertinya masih marah padaku..


Rehan mengambil kotak kecil itu lalu bangun berdiri.


Mira terkejud dan ikut berdiri sambil memandang ke arah rehan yang mulai berjalan ke arah belakang tubuh nya. Ia kembeli terkejut saat rehan menyentuh kedua pundaknya.. dan Rehan mengalung sesuatu di leher kecil milik mira.. kemudian membisik kan sesuatu di telinga nya.


“ Ini permohonan maaf dariku..”


Mira menutup mulut dengan tangan nya.. ada perasaan aneh menjalar keseluruh tubuh nya.. tenghorokan nya ikut terasa kering hingga ia beberapa kali menelan liur nya .. ia dapat merasakan degupan jantung nya semakin mengencang..


Kendalikan dirimu mir.. bagaimana kalau mas rehan bisa mendengar suara degupan jantung ini..


“ Mas harap kamu suka..” Rehan pun kembali mengambil posisi duduk nya sambil memperhatikan benda kecil yang tergantung di leher mira.


Mira menyentuh benda itu dan di lihat nya sebuah kalung dengan liontin berinisial huruf R.


“ R..? Rehan ??” mira mengatakan nya dengan sangat hati hati.. membuat rehan kembali tersenyum.. namun mira masih tidak menunjukan ekpresi apapun..


“ maaf ya.. mira tidak suka?”


Mana mungkin aku tidak suka.. kalau tidak malu mungkin aku sudah lompat kegirangan saat ini..


“ Suka mas..” mira tersenyum lalu menarik kembali kursi di hadapan nya.

__ADS_1


“ Yauda sekarang kita makan dulu.. mas belum sempat makan dari pagi tadi..”


Mira hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum senang.


“ mira seperti nya nanti mas tidak bisa mampir kerumah..”


“ Kenapa mas”


“ mas merasa tidak enak sama ibu dan bapak menemui mu mendadak begini..


“ Jadi mas nanti langsung pulang.. apa tidak capek mas.. perjalanan dari tempat mas kesini kan memakan waktu 3 jam ,. Kita bertemu bahkan baru sebentar”


Rehan hanya menggeleng dan tersenyum..


Mereka pun melanjutkan nya sambil bercanda di sela sea mereka makan.


“ Sudah mas sampai disini saja..itu kan rumah mira sudah terlihat”


Rehan menghentikan kendaraan nya lalu menepi..


“ Trimakasih ya sudah menemani mas makan hari ini” Rehan mengusap lembut rambut mira..lalu mengecup rambut nya.. tentu itu berhasil membuat seluruh wajah mira memerah..


Mira menutup wajahnya lalu membuka pintu mobil dan berlari keluar.. Rehan hanya tertawa dan mengawasi mira sampai gadis itu terlihat masuk kedalam rumah nya dengan selamat.


Tak lama Ponsel milik rehan menyala.. rupanya sudah sejak tadi ada beberapa panggilan masuk.. namun rehan mengabaikan nya.. ia tidak ingin ada yang menggangu momen nya ketika sedang bersama mira


“ Kamu dimana.. sudah malam begini belum pulang.. ayah sudah menghubungi bayu katanya kalian sedang tidak bersama sejak siang tadi”


Ah dasar si bayu itu tidak bisa di ajak bekerja sama ya rupanya..


“ Oh iya ini yah Rehan sudah di perjalanan pulang.. “ Rehan menghidupkan mesin mobil nya dan langsung melaju pergi..


***


sementara itu di kediaman milik Mira.


“Kamu dari mana saja mir.. pulang nya malam sekali.. ayah telefon tidak bisa” Ayah ternyata sedari tadi sudah menunggu mira.


“ Maaf yah hp mira tadi batrai nya lowbat..” Mira menuangkan air kedalam gelas yang sudah tersedia di atas meja..


“ Ingat mir.. besok kamu itu sudah menjadi calon istri orang.. jangan sembarangan pulang malam.. apalagi kamu kan sekarang sudah tidak mengajar les privat.. ibu takut Rehan nanti salah faham..” Ibu yang baru saja keluar dari kamar langsung bergabung dengan ayah mengintrogasi mira.


Mira hanya tertawa kecil.


Mana mungkin mas rehan akan salah faham.. kalo saja mereka tahu sedari tadi aku pergi bersama mereka.. pasti image mas rehan di mata mereka akan berubah..

__ADS_1


“ Kamu ini di nasehati malah tertawa..” Ibu terlihat sedikit bingung melihat tingkah mira .


“ Iya ibuku tersayang .. yasudah mira mau mandi dulu habis itu mira mau tidur..” Mira berjalan mendekati dan mencium pipi ibunya.


“ Mira kenapa ya yah ?..” Ibu menarik kursi di samping ayah..


“ Sudah biarkan saja buk.. ibuk ini seperti tidak pernah muda saja..” Ayah malah menggoda ibu yang sedang terlihat kesal..


“ Ayah ini bukan nya menasehati mira malah terus saja memanjakan nya..” Ibu terlihat semakin kesal..


“ Loh..loh.. kok malah ayah yang kena semprot ini.. haduhh.. kalau begitu ayah juga mau masuk saja lah...” Ayah kemudian pun ikut meninggalkan ruangan itu.


“ Oalah.. ayah dan anak sama aja..”


***


Dan juga Di sisi lain Rehan baru saja sampai di kediaman nya.. Didalam rumah nya pun kedua orang tua nya sedang menunggu kedatangan nya..


“ Ibu sama ayah kenapa belum tidur..?” Rehan melepaskan kancing di kerah dan melonggarkan dasinya..


“ Sini kamu duduk dulu ayah sama ibu mau bicara” Rehan pun menuruti ucapan ayahnya tersebut.


“ Semua persiapan sudah selesai.. besok pagi kita akan berangkat kesana..” ..


“ Iya yah.. kita kan sudah membahas nya kemarin.. apa masih ada yang kurang yah..?” Rehan mulai serius menanggapi obrolan mereka malam itu karna sudah menyangkut masalah mira.


“ Begini.. bagaimana kalau kita besok meminta agar pernikahan nya di percepat saja..”


“ Bukan nya 3 bulan itu sudah termasuk cepat ya yah.. memang nya ada apa kok tiba tiba ayah bicara begitu..”


“ Kamu kan baru saja teken kontrak dengan perusahaan itu.. ayah tidak mau ada berita berita tidak enak beredar dan akan merusak kerjasama kalian nantinya..”


“ Tunggu dulu yah.. rehan gak ngerti sebener nya maksud ayah bagaimana..?”


“ Ayah mu itu tadi sore ke kantor mu dan tak sengaja mendengar beberapa pegawai mu sedang membicarakan tentang dirimu dengan bayu..” Ibu yang tidak sabar melihat ayah berbicara terlalu bertele tele langsung to the poin kepada rehan.


“ Ya ampun yah.. gosip itu lagi.. kalau memang benar yang mereka katakan itu mana mungkin rehan mau melamar mira..” Rehan tidak habis fikir ahirnya gosip gosip itu sudah mempengaruhi kedua orang tuanya.


“ Lagian kamu selama ini tidak pernah membawa atau mengenal kan wanita mana pun kepada kami.. dan malah asik menempel dengan bayu..ya jelas siapa pun yang melihat nya akan berfikir demikian..”


“ Itu karna rehan sudah dari dulu menyukai mira bu.. rehan hanya menunggu waktu yang tepat untuk mengatakan nya kepada kalian..


Dan soal bayu.. Dia itu ikut rehan sudah sejak rehan mulai membangun perusahaan rehan sendiri.. Dia juga pernah menyelamatkan nyawa rehan.. coba saja bila tidak ada dia waktu rehan tenggelam.. mungkin rehan tidak akan ada di sisni sekarang..Ibu dan ayah kan tahu itu... Sudah lah.. rehan tidak mau membahas masalah ini lagi.. dan masalah pernikahan besok saja kita membahasnya bersama mira dan keluarga nya.. semua keputusan ada pada mira.”


Mendengar penjelasan panjang dari putra nya rehan Ibu dan ayah nya hanya saling melihat satu sama lain..

__ADS_1


malam itu sudah menunjukan pukul 24.00 mereka pun ahirnya memutuskan untuk menyudahi obrolan mereka sampai disitu.


Bersambung..


__ADS_2