
Pak Damar dan Ibu Mawar sangat berterima kasih atas kebaikan Zico. Kedua orang tua itu bisa melihat ketulusan hati Zico membantu Bima dan Ella. Selama satu Minggu di kampung halaman Zico. Zico berkali kali meminta maaf kepada kedua mantan mertuanya itu. Pak Damar dan ibu Mawar tidak kuasa untuk menolak permohonan maaf itu. Apalagi mendengar sendiri dari mulut Zico bahwa apa yang dilakukannya untuk menebus semua penderitaan yang dia berikan kepada Ella. Zico hanya ingin melihat pernikahan Ella dan Bima penuh kebahagiaan apalagi ada janin di kandungan Ella yang butuh sosok ayah.
Ella juga terharu melihat perubahan besar di dalam diri Zico. Sungguh dia tidak menyangka akan mendapat kebaikan dari Zico seperti ini mengingat dirinya juga mengkhianati pernikahan mereka dulu.
"Mas Zico, aku juga minta maaf atas semua kata dan tindakanku yang dulu mungkin tidak berkenan di hatimu," kata Ella kepada Zico. Mereka baru saja selesai sarapan pagi. Ella sengaja meminta maaf kepada Zico di hadapan semua orang daripada harus berbicara berdua. Dia tidak ingin ada kesalahpahaman diantara dirinya dan Bima. Ella sangat menjaga perasaan suaminya.
Selama satu Minggu di rumah orangtuanya dan Zico juga di rumah itu. Ella selalu mengusahakan untuk tidak berdekatan dengan Zico. Zico juga melakukan hal yang sama. Sama seperti Ella, jika sangat menjaga batasannya sebagai mantan suami. Sebenarnya di kondisi Bima seperti ini, Zico bisa memanfaatkan situasi untuk membuat kesalahpahaman. Tapi Zico tidak melakukan itu. Dia ingin menjadi manusia yang lebih baik lagi. Zico percaya karma itu ada setelah melihat sifat asli Karina. Zico meyakini mendapatkan istri seperti Karina karena menyianyiakan istri sebaik Ella dulu.
"Tidak perlu minta maaf Ella. Kamu melakukan hal itu karena ada sebabnya. Sebagai wanita yang pernah aku sakiti. Aku hanya memohon supaya kamu bersedia memaafkan semua perlakuan yang dulu dengan ikhlas. Dan jika kamu berkenan aku juga meminta doamu untuk hidupku yang lebih baik," jawab Zico tulus.
"Aku memaafkan kamu mas. Dan semoga kamu mendapatkan pasangan hidup yang baik dan mencintai kamu apa adanya dan menerima kekurangan dan kelebihan kamu."
"Amin." Semua orang yang masih duduk mengelilingi meja makan itu menjawab ucapan doa Ella dengan serentak. Bima yang masih belum bisa berbicara terlihat menyunggingkan senyumnya.
"Nak Zico. Belajarlah dari pengalaman. Hargai wanita yang menjadi pendamping kamu kelak. Jika belum bisa mencintai semua kekurangannya maka belajarlah terus menerima dan mengajari pasanganmu menjadi sempurna seperti yang kamu inginkan. Banyak laki laki yang hanya mencintai istri karena kelebihannya. Kamu harus menjadi pria yang lebih baik lagi setelah dua kali bercerai. Jangan sampai tiga kali bercerai," nasehat Pak damar kepada mantan menantunya.
__ADS_1
Zico menganggukkan kepalanya dengan pasti mendengar nasehat itu. Ketika matanya hendak melihat ke arah Pak Damar. Dia tidak sengaja melihat kepada Ester yang juga menatapnya. Mereka berdua serentak membuang pandangan dan Ester terlihat gugup.
Semua mata langsung menoleh ke arah Bima yang mengeluarkan suara tertawa pelan tapi hanya sebentar. Aksi bertatapan antara Zico dan Ester ternyata tidak luput dari penglihatan Bima.
"Mas Bima, kamu mengeluarkan suara?" tanya Ella senang. Ella menggeser duduknya supaya bisa melihat suaminya yang duduk di sebelahnya.
"A...a...a..."
Bima hanya bisa mengeluarkan abjad itu tanpa bisa merangkainya menjadi sebuah kata. Tapi bagi Mama Maya, Ella dan semuanya itu adalah perkembangan yang sangat baik.
"Zico sepertinya kamu harus menatap Ester seperti tadi supaya Bima bisa mengucapkan sebuah kata," canda pak Damar membuat Ester kembali malu. Ternyata bukan hanya Bima yang melihat aksi tatap tatapan itu. Pak Damar juga melihatnya. Zico hanya bisa tersenyum menyimpan rasa malu karena merasa dirinya seperti ABG kembali.
"Mas Zico suka sama Ester?" tanya Ella polos membuat Ester dan Zico semakin malu.
"Tapi menurutku mas. Selesaikan dulu urusan kamu dengan Karina dengan baik supaya tidak ada masalah di kemudian hari. Setelah itu baru membuka hati kepada wanita lain termasuk Ester. Aku tidak mau Sahabatku dicap sebagai Pelakor jika kalian tiba tiba dekat. Itu hanya saran aku," kata Ella. Melihat kebaikan Zico, Ella tidak ingin mantan suaminya itu mendapat masalah dari Karina apalagi itu ada kaitannya dengan Ester Sahabatnya. Melihat sikap kikuk Ester dan Zico. Ella merasa jika dua insan itu ada ketertarikan.
__ADS_1
"Benar nak Zico. Apa yang dikatakan Ella sangat benar. Kalian masih bercerai hitung minggu. Mantan istrimu akan merasa jika kamu menceraikan karena ada wanita lain bukan karena sifatnya yang tidak bagus. Jadi Ibu sependapat dengan Ella," kata mama Maya. Zico hanya mengangguk kepalanya tanda mengerti akan apa yang dikatakan Ella dan mama Maya.
"Jika hanya menatap Ester. Pak Bima bisa berbicara kembali. Aku akan menatap Ella lebih lama lagi,"
Semua tertawa melihat aksi Zico yang kembali menatap Ester dengan sengaja. Bahkan Zico memiringkan kepalanya karena Ester menundukkan kepalanya.
"Ayo pak Bima. Keluarkan suaramu yang bisa membuat kami semakin senang," kata Zico sambil terus mengarahkan matanya ke arah Ester. Gadis itu sungguh merasa gugup karena ulah Zico itu.
Suara tertawa itu spontan berhenti mendengar suara yang keluar dari mulut Bima.
"A...a...a..ku."
Ella kembali bersorak senang karena suaminya itu berhasil mengeluarkan satu kata walau hanya terbata. Mama Maya langsung mengucapkan beberapa untaian doa sebagai bentuk rasa syukur atas perkembangan kesehatan putra kesayangannya.
"Aku harus mengabari papa Yuda dan Nada atas perkembangan kesehatan mas Bima," kata Ella sambil mengeluarkan ponselnya dan langsung melakukan panggilan kepada papa mertuanya.
__ADS_1