Suami Rahasia

Suami Rahasia
Bab 70


__ADS_3

Di rumah besar Yuda. Beberapa orang sudah berkumpul menyambut kepulangan Bima kembali ke rumah. Pada akhirnya, kecelakaan yang menimpa Bima harus terdengar juga ke penghuni rumah itu termasuk ke semua pekerja. Dan kepulangan Bima hari ini membuat hati sebagian orang orang di rumah iti merasa senang tapi tidak dengan Linna. Perkembangan kesehatan Bima merupakan kegagalan baginya.


Wanita licik itu terus-menerus mencari cara untuk membuat Bima terpuruk. Kali ini dia tidak akan membiarkan Bima untuk bisa sembuh kembali. Dan Linna sangat mengetahui dengan jelas bagaimana untuk menghancurkan Bima. Mengetahui keadaan Bima yang lumpuh dan bisu, Linna merasa yakin jika usahanya kali ini akan berhasil.


Di ruang tamu itu, Linna dan Lita sudah duduk dengan status sosial yang jelas terlihat. Linna duduk di sofa dengan angkuh sedangkan Lita dan para asisten rumah tangga lainnya duduk di lantai.


Ucapan salam dari pintu rumah membuat semua orang yang berkumpul di ruang tamu itu membalas sapaan itu walau tidak dengan serentak.


"Loh, kamu. Untuk apa kamu datang lagi kemari?" tanya Lita kepada Karina yang sudah berdiri di ruang tamu. Karina bersama Zico datang ke rumah ini dengan undangan dari Linna. Zico masih saja bingung dengan ajakan mendesak dari Karina yang ternyata ke rumah mewah ini.


"Yang pasti aku datang kemari bukan untuk melihat wajahmu. Aku datang kemari atas undangan Ibu bos," jawab Karina angkuh. Dia menarik tangan Zico untuk duduk di sampingnya setelah Linna menyuruh mereka berdua untuk duduk di sofa dengan isyarat pergerakan tangan.


"Diam dan tetap duduk di tempatmu Lita. Jangan banyak komentar jika pekerjaan kamu tidak ada yang becus," kata Linna sinis kepada Lita. Setiap pekerjaan yang dibebankan kepada Lita tidak pernah berhasil. Setelah beberapa bulan terakhir ini dia menggunakan jasa orang lain untuk menjalankan rencananya selalu berhasil. Linna menganggap bahwa Lita manusia bodoh yang ternyata tidak bisa diandalkan.


Lita bersikap tenang di tempat duduk. Dia tidak ingin karena banyak berkata kata kedoknya terbongkar.


"Dia Zico suamimu Karina?" tanya Linna. Zico masih bertanya tanya dalam hatinya akan keberadaan mereka di rumah ini.


"Iya Bu."


"Kamu pintar mencari suami Karina. Kelihatannya suami kamu orang berpendidikan dan orang kantoran," puji Linna melihat penampilan Zico yang rapi dengan kemeja, celana bahan dan sepatu pantofel yang kinclong.


"Mas Zico seorang asisten manager Bu," jawab Karina bangga. Karina berharap setelah rencana Linna sukses. Zico menjadi staf yang lebih tinggi dari asisten manager di perusahaan Yuda nantinya.

__ADS_1


Zico terlihat canggung dengan perkataan Karina yang membanggakan dirinya. Berada di rumah besar dan mewah itu. Zico merasa dirinya sangat kerdil. Di awal menginjakkan kaki di rumah itu. Zico sudah menyimpulkan jika pemilik rumah itu adalah pemilik perusahaan besar.


"Dia bisa menjadi manager atau di atas manager jika suamimu bisa diajak bekerjasama," kata Linna penuh makna. Karina yang sudah mengetahui arah pembicaraan itu hanya tersenyum. Dia sangat yakin jika Zico pasti akan bisa diajak bekerjasama untuk menghancurkan rumah tangga Ella dan Bima.


Lita sudah meremas jari jemarinya menyadari jika Linna dan Karina sudah bekerjasama untuk menyerang majikannya. Sedangkan para asisten lain tidak mengerti arah pembicaraan majikannya.


"Mengapa Kiki belum berkumpul di ruangan ini?" tanya Linna kesal. Putrinya itu selalu membangkang.


"Nanti dia turun setelah tuan Bima tiba di rumah ini Nyonya," jawab salah satu asisten yang ditugaskan tadi untuk memanggil Kiki ke ke kamarnya. Linna berdecak kesal dengan tingkah putrinya itu.


"Jadi begini Zico...."


Linna tidak meneruskan perkataannya karena terdengar suara dari arah pintu sebagai pertanda jika Bima dan yang lainnya sudah tiba di rumah itu.


Dan benar saja. Papa Yuda, Ella, Nada dan Bima yang duduk di kursi roda sudah terlihat di ruang tamu itu. Ella dan Zico sama sama terkejut. Ella sudah merasakan takut di hatinya menyadari jika keberadaan Zico di rumah itu pasti ada kaitannya dengan dirinya dan masa lalunya. Sedangkan Zico terkejut melihat kondisi Bima yang duduk di kursi roda. Zico mengira jika Ella bersama Bima saat ini karena mereka adalah sepasang kekasih.


"Selamat datang kembali di rumah ini putraku," kata Linna dan langsung berdiri dari duduknya. Dia mendekat dan langsung memeluk Bima. Yuda dan Ella melihat pemandangan itu dengan marah yang tertahan di dalam hati. Linna masih saja berpura pura dan Linna tidak mengetahui jika kebusukan hatinya sudah diketahui oleh Yuda.


"Ada apa ini. Mengapa semua berkumpul di ruangan ini?" tanya Yuda.


"Aku sengaja mengajak mereka berkumpul di ruangan ini untuk menyambut Bima pa. Ini wujud rasa syukurku karena Bima akhirnya sadar," kata Linna pura pura tulus. Yuda hanya tersenyum sinis karena sudah mengetahui sifat busuk istrinya itu.


"Ya sudah. Kalian bisa memesan makanan jika keberadaan kalian di ruangan ini sebagai wujud rasa syukur. Bima harus ke kamarnya sekarang juga," kata papa Yuda. Ella menarik nafas lega dengan perkataan papa mertuanya. Dia melirik ke arah Zico yang menatapnya penuh selidik.

__ADS_1


"Jangan ke kamar dulu pa. Aku ada kejutan untuk Bima," larang Linna membuat Ella kembali gelisah.


"Lihat mereka berdua pa," kata Linna sambil menunjuk Karina dan Zico. Bima yang tadinya tidak menyadari keberadaan Zico akhirnya terkejut melihat pria itu. Bima sudah mulai gelisah. Dia ingin mengeluarkan kata kata tapi tenggorokan semakin terasa tercekat.


"Siapa mereka Linna?.


"Jadi begini pa. Aku dengar Ella sudah hamil. Aku rasa kita tidak perlu memelihara seorang wanita yang rela melakukan hal apa pun demi uang."


"Apa maksud perkataan mu itu?" tanya Yuda tidak sabaran.


"Pa, Ella tidak sebaik yang seperti kita duga. Dia masih berstatus istri pria yang bernama Zico ini. Itu artinya dia adalah wanita yang mempunyai dua suami. Aku rasa Ella hamil bukan mengandung anak Bima melainkan mengandung anak dari suami pertamanya."


Ella sudah merasakan amarah yang sangat dahsyat di hatinya. Dia menggenggam erat tangan Bima supaya tidak lepas kendali. Hatinya sudah dilanda ketakutan. Dia takut jika Papa Yuda terpengaruh perkataan Linna dan Zico juga mengiyakan apa yang dikatakan oleh Linna.


Zico juga tidak kalah terkejut mendengar perkataan Linna yang mengatakan jika Ella sudah menikah dengan Bima. Dia menatap Ella yang terlihat ketakutan.


"Benarkah itu nak?" tanya papa Yuda tenang. Mengetahui segala kelicikan Linna tidak membuat papa Yuda langsung percaya dengan apa yang dikatakan oleh Linna.


"Pa, maafkan aku. Mas Bima memang suami kedua bagiku. Tapi saat ini hanya mas Bima yang menjadi suamiku. Aku dan dia sudah bercerai," jawab Ella jujur. Bagi Ella tidak perlu lagi menutupi pernikahan pertamanya.


"Bohong tuan. Ella masih istri dari suamiku," sambar Karina cepat membuat Yuda sedikit bingung.


"Aku bercerai dengan dia karena wanita ini merusak rumah tangga kami. Dia bersedia menjadi istri kedua di pernikahanku sebelumnya," kata Ella lagi. Yuda terlihat tenang mendengar pembicaraan di ruang tamu itu dengan duduk santai di sofa.

__ADS_1


"Jangan berbohong kamu Ella. Saksinya sudah ada disini tapi masih bisa mengelak dari kenyataan," kata Linna. Ella merapatkan giginya mendengar perkataan wanita licik itu.


"Mas Zico. Tolong berkata jujur tentang kita di masa lalu" kata Ella mengiba kepada mantan suaminya. Saat ini hanya kejujuran Zico yang bisa menyelamatkan dirinya dari tuduhan mengandung anak bukan darah daging Bima.


__ADS_2