Suami Rahasia

Suami Rahasia
Bab 69


__ADS_3

Yuda mengamati wajah Nada dengan seksama. Wanita cantik itu memang tidak terlihat mirip dengan Maya atau dirinya. Tapi semakin diperhatikan, Nada ternyata ada kemiripan dengan Bima. Dari bentuk tubuhnya, Yuda dapat menafsirkan jika usia Nada tidak jauh berbeda dengan Kiki. Putrinya dari Linna.


Yuda beranjak dari duduknya dan langsung mendekat ke Nada. Dia tidak perlu mendengar penjelasan dari Maya atau siapapun tentang Nada. Yuda sangat yakin jika Nada adalah putrinya yang dia diketahui meninggal setelah dilahirkan oleh Maya dulu.


"Putriku," kata Yuda sambil mengulurkan tangannya meraih tubuh Nada ke pelukannya. Nada meronta risih dan berhasil melepaskan dirinya dari pelukan Yuda.


Yuda merasakan hatinya berdenyut nyeri mendapatkan perlakuan seperti itu.


"Siapa dia ma?" tanya Nada bingung dan kini sudah berdiri di samping Maya dan memegang tangan Maya seperti orang ketakutan. Yuda terkejut mendengar pertanyaan Nada. Bukan tanpa alasan Nada meronta dan bertanya tentang Yuda. Selama ini, mama Maya mengatakan jika papanya sudah meninggal.


"Dia Yuda. Papa kandung dari kakakmu Bima," kata Maya tanpa merasa bersalah sama sekali. Nada terlihat bingung dengan jawaban mamanya. Jika Yuda adalah papa kandung Bima itu artinya Yuda juga adalah papa kandungnya. Begitulah yang ada di pikiran Nada.


"Mama, berarti dia...."


"Tidak nak. Papamu sudah meninggal bagi kita sejak dia tidak memperdulikan kelahiran dan kondisi mama saat itu," kata Maya memotong perkataan Nada. Melahirkan Nada sendiri tanpa didampingi suami membuat luka hati di hati Maya belum mengering. Tidak hanya itu. Bayi yang dilahirkan dinyatakan meninggal membuat Maya saat itu depresi. Maya harus menghabiskan masa nifas di rumah sakit jiwa dan beruntung dia ditolong salah satu pembantunya dan membawa Maya jauh dari kota itu. Maya bisa sembuh dari depresinya setelah mengetahui putri kandungnya tidak meninggal dan dijaga dengan baik oleh pembantu tersebut.


"Maya, aku benar-benar minta maaf," kata Yuda sambil menundukkan kepalanya. Untuk menatap wajah sang mantan, Yuda tidak mempunyai keberanian untuk itu. Perkataan Maya barusan menegaskan sakit hatinya yang belum sembuh dan juga menegaskan jika Yuda adalah papa kandung dari Nada. Walau perkataan itu tersirat tapi Yuda bisa menangkap arah perkataan itu.


"Maaf?. Tidak perlu meminta maaf Yuda. Kita sudah menjadi orang asing," jawab mama Maya masih memendam sakit hati yang dalam. Tidak mudah memaafkan Yuda setelah semua penderitaan dan pengkhianatan yang dia dapat dari pria yang pernah dia cintai.

__ADS_1


Yuda semakin menundukkan kepalanya menyadari kejahatannya dulu. Sedangkan


Ella tidak berani ikut campur pembinaan kedua mertuanya. Niatnya untuk mendamaikan kedua mertuanya sepertinya tidak berhasil.


"Siapa namamu nak?" tanya Yuda ke Nada.


"Nada Novelia," jawab Nada singkat. Dia tidak tahu harus menyebut Yuda seperti apa. Menyebut pria itu Papa atau om.


"Maaf kan papa nak," kata Yuda dengan Isak tangis yang tertahan. Membayangkan putrinya hidup dan tumbuh tanpa kasih seorang bapak membuat Yuda merasakan dadanya sangat sesak seperti terhimpit beban yang sangat berat.


Yuda sangat menyesali kebodohannya di masa lampau yang terbuai oleh cinta Linna hingga mengabaikan Maya. Sejak mendengar putrinya meninggal. Yuda memang tidak begitu perduli lagi kepada Maya saat itu.


Bima yang mendengar pembicaraan kedua orangtuanya sebenarnya ingin mengucapkan banyak kata kata untuk membuat kedua orangtuanya untuk berdamai. Kondisi saat ini hanya bisa menjadi pendengar yang baik membuat Bima menggerakkan tangannya menyuruh Nada untuk membalas pelukan Yuda yang kini memeluk Nada.


"Apakah kamu mengetahui arti dari namaku?" tanya Nada serak pertanda seperti Ingin menangis. Selama ini, dia mendengar cerita tentang kisah kelahiran hingga tidak mempunyai seorang papa. Ternyata papanya masih hidup dan bahkan bergelimang harta.


"Kata Mama. Aku adalah seorang putri penyemangat hidupnya seperti sebuah nada indah yang bisa menentramkan hatinya walau kisah kelahiran diriku seperti kisah menyedihkan di dalam novel."


Yuda semakin sesenggukan mendengar arti nama dari putrinya. Sangat jelas jika arti nama itu mempunyai makna yang dalam untuk Maya dan Nada. Penyebab kisah sedih itu adalah dirinya sendiri.

__ADS_1


"Kamu bukan hanya nada indah untuk mamamu nak. Tapi untuk papamu ini juga. Jika kisah kelahiran kamu adalah seperti kisah sedih di dalam novel. Maka untuk masa depanmu. Papa akan berusaha membuat kamu seperti seorang putri kesayangan papa," kata Yuda kembali memeluk putrinya. Yuda bisa merasakan kelegaan hati ketika Nada tidak menolak pelukannya.


Ella dan Bima sangat senang melihat sikap Nada yang cepat luluh terhadap semua kesalahan Yuda kepada mamanya. Sedangkan mama Maya juga tidak menolak jika Nada bisa cepat akrab dengan papanya. Bagi Maya. Dirinya adalah orang asing bagi Yuda tapi tidak dengan Nada. Mereka tetap papa dan anak yang sampai kapanpun tidak dapat dipisahkan. Selama ini Nada tidak merasakan kasih sayang papanya. Jika usia dewasa ini Nada bisa merasakan kasih sayang itu. Itu lebih bagus daripada sama sekali tidak merasakan. Sebutan mantan hanya bagi mereka yang sudah bercerai tapi tidak bagi Bima dan dan Nada.


"Mama, Sebentar lagi kita akan meninggalkan rumah sakit ini. Apa mama ikut ke rumah?" tanya Ella untuk mencairkan suasana. Yuda masih saja dengan isak tangisnya sedangkan Mama Maya dengan sikap dinginnya.


"Tidak nak. Kami langsung pulang dari sini saja," jawab mama Maya. Asisten Yuda sudah berada di ruangan itu dan mengatakan semua urusan administrasi sudah beres.


"Mama, aku ikut dengan mereka. Bolehkah?" tanya Nada. Mendengar permintaan Nada kekhawatiran jelas terlihat di wajah Mama Maya.


"Maya, tolong ijinkan Nada ikut bersama kami. Dan aku berharap kamu juga ikut bersedia mengantar Bima ke rumah," kata Yuda setelah Isak tangisnya berhenti.


"Aku mengijinkan Nada. Tapi tidak untuk diriku," jawab mama Maya masih bersikap dingin. Ella sangat senang mendengar perkataan mama Maya yang mengijinkan Nada ikut ke rumah papa Yuda.


"Terimakasih mama."


"Terimakasih Maya."


Ucapan terimakasih dari papa Yuda dan Nada bersamaan terdengar di ruangan itu. Mama Maya hanya menganggukkan kepalanya. Tapi tangannya menarik Nada keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


"Kenapa mama menarik aku keluar?" tanya Nada tidak mengerti dengan mamanya.


"Di rumah Yuda. Jika kamu bertemu dengan Tante Lita. Kamu harus berpura pura tidak mengenalnya. Tante Lita adalah asisten yang berpura pura orang kepercayaan dari Linna istri papamu itu," bisik Mama Maya tenang. Lita adalah asisten yang membantu Maya selama ini. Lita harus berpura pura untuk menjadi orang kepercayaan Linna supaya Maya dan Nada aman.


__ADS_2