
SYDNEY
***Kediaman Chris***
Emma sangat menikmati setiap hari yang dilaluinya bersama Chris di Sydney.
Setiap pagi Chris akan memasak sarapan pagi untuk Emma sebelum berangkat kerja. Selain itu Chris selalu mengusahakan pulang kerja tepat waktu dan pastinya memasak satu lauk masakan Indonesia kesukaan Emma.
Walaupun pekerjaan Chris di kantor sangat banyak, tetapi pria muda itu tetap mengutamakan Emma dan meluangkan waktu yang lebih banyak bersama Emma.
Dua hari pertama di rumah Chris digunakan oleh Emma untuk membiasakan diri dengan sekeliling rumah pada saat Chris bekerja. Bahkan Emma berjalan kaki santai di jalanan yang ada di sekitar rumah Chris. Tentu saja diikuti oleh Rocky.
Sikap Emma yang ramah dan mudah bergaul membuatnya cepat akrab dengan para pelayan dan juga Pak Panca.
Pada hari ketiga, Emma merasa bosan sendirian di rumah sehingga ingin jalan-jalan.
"Chris! Aku mau jalan-jalan," ketik Emma di sms.
Senyum lebar menghias di sudut bibir Emma saat mendengar handphone miliknya berbunyi dan muncul foto selfie mereka berdua di layar handphone.
"Halo Chris," sapa Emma saat melihat wajah close up nan tampan suaminya muncul di layar handphone.
"Halo Emma ku sayang. Sudah makan siang, honey?" tanya Chris.
"Sudah," jawab Emma.
"Mau jalan-jalan ke mana?" tanya Chris.
"Queen Victoria Bulding dan sekitarnya," jawab Emma.
"Oke. Mobil dan sopir sudah tersedia. Aku sudah meminta Pak Panca menyiapkannya," kata Chris.
"Oke Chris. See you tonight," ucap Emma semangat. Gadis muda itu sudah tidak sabar untuk jalan-jalan.
Chris tertawa kecil melihat reaksi Emma. "Hati-hati di jalan, Nyonya Chris," ucap Chris sebelum mematikan sambungan telepon.
***
Emma menoleh ke arah Rocky, yang berdiri di belakang sofa tempat Emma duduk.
"Rocky. Tiga puluh menit lagi kita berangkat!" perintah Emma.
"Baik Nona Emma," jawab Rocky dengan patuh.
Emma menuju lantai dua ke kamar tidur untuk mengganti pakaian formal yang cocok digunakan untuk jalan-jalan.
Emma tersenyum kecil menatap semua pakaian baru yang dipersiapkan Chris untuknya di dalam lemari pakaian. Bukan hanya itu saja bahkan ada sepatu, tas, dan juga aksesoris. Semuanya sangat cocok dengan selera dan style berpakaian Emma.
Selain itu di atas meja rias, ada peralatan set make up merek terkenal yang biasa dipakai oleh Emma dan cocok dengan jenis kulitnya.
Emma kagum dan menyukai semua perhatian kecil dari Chris untuknya sehingga membuatnya merasa nyaman tinggal di rumah ini. Bahkan Emma tidak keberatan jika harus menetap di Sydney. Asalkan ada Chris disisinya.
Emma mengakui di dalam hati kecilnya, dirinya selalu merasa senang dan nyaman saat bersama Chris. Perasaan itulah yang selama ini ingin Emma dapatkan dari pasangan hidupnya nanti.
***
"Pak Panca. Aku pergi jalan-jalan sebentar," ucap Emma.
"Hati-hati di jalan, Nyonya muda. Ini titipan dari Tuan Chris," kata Pak Panca sambil memberikan satu kartu kredit berwarna hitam.
__ADS_1
"Terima kasih Pak Panca," jawab Emma dan menyimpan kartu itu ke dalam dompet kartu miliknya.
Ketika Emma keluar dari rumah, matanya membulat besar menatap mobil Ferrari berwarna merah di hadapannya.
"Silakan, Nyonya muda!" ucap Pak Endy sambil membukakan pintu mobil.
"Terima kasih Pak Endy," jawab Emma.
Pak Endy menutup pintu mobil, lalu masuk ke mobil bagian pengemudi. Sementara Rocky duduk di samping Pak Endy.
Sekali lagi Emma merasa terkejut melihat desain interior mobil yang sama persis dengan mobilnya di Bali. Rocky juga menyadari hal itu.
Emma menikmati waktu jalan-jalannya dengan berbelanja. Empat kartu kredit hitam di tas nya bisa membeli banyak barang di Queen Victoria Bulding.
***
Emma tiba di rumah sebelum waktu pulang kerja Chris. Rocky dan Pak Endy membantu membawakan paper bag hasil belanjaan Emma turun dari mobil.
Beberapa pelayan wanita mengambil alih paper bag dari tangan Rocky dan Pak Endy. Mereka membawanya ke kamar sesuai perintah Emma.
Emma duduk di ruang keluarga sambil memegang handphone dan chatting dengan temannya di Bali. Layar TV di depannya menyala dan menampilkan rekaman cctv yang terpasang di setiap sudut rumah.
Sesekali sepasang mata bening Emma melirik ke layar TV, tepatnya di slide rekaman cctv bagian pintu masuk rumah besar. Emma menunggu kepulangan Chris.
Lima belas menit kemudian, Emma meletakkan handphone di atas meja dan berlari kecil ke arah pintu karena mobil Toyota Land Cruiser hitam sudah tiba di sana.
***
"Chris!" panggil Emma sambil melompat ke tubuh Chris.
Chris menangkap tubuh istri cantiknya dengan sigap. Emma bagaikan anak koala yang menempel di tubuh Chris.
Chris berjalan santai sambil menggendong Emma ke dalam rumah dan duduk di sofa, tempat Emma duduk tadi.
Chris dan Emma saling bertatapan satu sama lain. "Kenapa kelinci kecilku sangat agresif. Rindu?" tanya Chris dengan suara lembut.
"Iya. I miss you!" jawab Emma.
"I miss you too, honey!" balas Chris.
Chris mencium bibir stroberi Emma dengan agresif dan mendapat balasan yang sama. Para pelayan yang berada di sekitar sana, menyingkir dengan cepat agar tidak mengganggu sepasang sejoli yang sedang kasmaran itu.
Sementara Rocky yang berdiri tidak jauh dari mereka, membalikkan tubuhnya sehingga pandangan matanya menghadap ke belakang.
Chris menghentikan ciumannya dan membelai pipi Emma. "Aku senang kamu merasa rindu padaku. Pertanda kamu mulai mencintaiku," ucap Chris dengan yakin.
"Lalu?" tanya Emma sambil tersenyum jahil.
"Berarti malam ini kitaβ¦."
"Kita apa?" tanya Emma dengan pipi bersemu merah karena Chris tidak melanjutkan perkataannya.
"Kita tidur seperti biasa," jawab Chris sambil mencubit gemas hidung mancung Emma.
Chris tertawa kecil melihat ekspresi Emma yang melamun karena jawabannya. Pria muda itu mendekatkan bibirnya ke telinga Emma.
"Kita pasti akan melakukannya sebelum pulang ke Bali. Aku mau kamu ready sepenuhnya," bisik Chris.
Emma mencubit gemas pinggang Chris saat sadar Chris sengaja menggodanya. Emma melepaskan pelukan dan turun dari pangkuan Chris.
__ADS_1
Chris menarik tangan Emma dengan cepat dan menggenggamnya erat. "Mau nonton suami tampan mu memasak?" tanya Chris.
"Tentu saja," jawab Emma disertai anggukan kepala.
Mereka berdua bergandengan tangan menuju dapur. "Kamu duduk di sini!" ucap Chris sambil mendudukkan Emma di kursi, yang bisa melihat dengan jelas ke arah kompor listrik.
Chris menggulung kemeja panjangnya ke atas sedikit, lalu mengambil celemek dan mengikatnya dengan cepat di belakang pinggang.
Emma tersenyum kecil melihat Chris memasak steak sapi saus barbeque sesuai permintaannya semalam saat Chris menanyakan Emma ingin makan malam masakan apa.
***
Tanpa terasa hari berlalu dengan cepat hingga hari sabtu tiba. Emma dan Chris sedang duduk berdua di ruang keluarga menunggu kepulangan Owen.
Hari sabtu Chris bekerja setengah hari di kantor, tetapi karena kepulangan Owen membuat Chris tidak ke kantor dan mengerjakan pekerjaannya dari rumah. Rio bertugas mengirim semua dokumen yang diperlukan oleh Chris melalui email.
Emma melirik jam tangan di pergelangan tangannya yang menunjukkan pukul satu siang. Kemudian menoleh ke arah Chris yang masih mengetik keyboard laptop.
"Chris!" panggil Emma.
"Iya, honey!" jawab Chris. Chris menghentikan kegiatannya dan menatap Emma.
"Sudah jam satu siang. Owen masih belum tiba," ucap Emma.
"Aku telepon bodyguard nya sekarang," kata Chris.
Tepat saat Chris mengeluarkan handphone dari saku celana, terdengar suara langkah kaki cepat menghampiri mereka sehingga Chris dan Emma menoleh ke sumber suara.
"Daddy!" panggil Owen dengan semangat dan berlari memeluk Chris yang masih duduk di sofa.
Chris menepuk punggung Owen dengan lembut. Mereka berpelukan beberapa detik. Ketika Owen melepaskan pelukan, Chris mengelus kepala Owen.
"Kamu semakin tinggi," ucap Chris.
"Of course!" jawab Owen dengan percaya diri.
"Hai Owen! Senang berkenalan denganmu," ucap Emma.
Emma yang sedari tadi diam melihat kedekatan Chris dan Owen serta menunggu momen yang tepat, akhirnya membuka suara menyapa Owen.
Emma tahu Owen bisa lancar Bahasa Indonesia dan mengerti semua perkataannya.
Owen menatap intens Emma dari atas kepala hingga ujung kaki, lalu menoleh ke Chris.
"Daddy benaran menikah di Bali?" tanya Owen untuk memastikan.
"Iya. Panggil mommy," jawab Chris.
"No!" ucap Owen.
***
Selamat malam readers.
Tenang... tenang ..Owen tidak mau memanggil mommy bukan karena tidak suka Emma, tetapi karena....
Jawabannya di bab besok ya ππππ
TERIMA KASIH
__ADS_1
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE