
***Ruang kerja Tom Watson***
"Pak Gusti! Pergilah ke ruang tamu. Emma membutuhkanmu saat ini!" perintah Tom.
"Baik, Tuan besar!" jawab Pak Gusti dengan patuh.
Sebagai kepala pelayan Mansion Watson, Pak Gusti mengetahui jelas semua stok makanan dan yang lainnya sehingga bisa memberikan bantuan informasi yang tepat untuk perlombaan memasak antara Chris dan Bambang, koki Michellin Star yang dibayar oleh William.
Tom sudah tidak sabar melihat hasil dari perlombaan itu dan pastinya taruhan besar yang dilakukan oleh Chris.
Tom akui sikap berani Chris bertaruh dengan William agar pria sombong itu tidak lagi mengganggu Emma, tetapi lawan Chris sekarang adalah koki terkenal dengan Michelin Star.
Tom merasa khawatir Chris bisa kalah sehingga menyebabkan Emma sedih. Tom tahu Emma sangat mencintai Chris, begitupun juga sebaliknya. Tom ingin rumah tangga Emma dan Chris berjalan lancar dan bahagia selamanya.
***Ruang tamu Mansion Watson***
Suara langkah kaki yang cepat membuat Emma, Chris, dan William menoleh ke arah sumber suara.
Owen berlari mendekati kursi sofa dan memeluk Emma serta Chris.
"Emma! Daddy!" sapa Owen dengan riang.
"Bagaimana sekolahnya? Lancar?" tanya Emma sambil mengelus kepala Owen dengan lembut.
"Lancar! Banyak teman baru di sekolah," jawab Owen.
Owen duduk di antara Emma dan Chris, lalu menatap William dengan intens.
"Om gila belum pulang?" tanya Owen spontan.
Emma menahan tawanya mendengar perkataan polos Owen, sedangkan William membuang muka dan tidak menjawab pertanyaan Owen.
"Daddy akan lomba memasak dengan koki itu. Jika daddy menang, dia tidak akan datang mengganggu Emma lagi," kata Chris.
"Daddy pasti menang!" ucap Owen dengan antusias.
"Jangan sia-sia kan waktu berhargaku! Aku masih ada meeting penting nanti!" tukas William.
William malas berdebat dengan Owen sehingga ingin perlombaan antara Chris dan Bambang segera dilaksanakan agar Chris yang kalah membawa Owen pergi dari Mansion Watson.
Bersamaan dengan itu, Pak Gusti sudah tiba di ruang tamu dan memberi hormat ke Emma.
"Pak Gusti! Apa saja bahan makanan yang tersedia di dapur?" tanya Emma.
Emma pun ingin perlombaan segera berakhir agar tidak melihat wajah William lagi.
"Semua bahan makanan lengkap, Nona Emma. Daging ayam, daging sapi, maupun seafood semuanya segar dan siap dimasak," jawab Pak Gusti.
Bambang yang ikut mendengar perkataan Pak Gusti, berinisiatif bertanya ke Emma. Walaupun Bambang kagum dengan sikap tenang Chris menantang William, tetapi Bambang sangat yakin dirinya akan menang dalam perlombaan memasak dengan Chris.
"Nona Emma ingin makan masakan apa?" tanya Bambang dengan sopan.
__ADS_1
"Emma! Kamu harus memilih menu yang belum pernah dimasak olehnya supaya adil terhadap Bambang," sela William secara tiba-tiba.
Emma merasa kesal dengan perkataan William karena memang dirinya ingin meminta masakan ayam rendang, yang merupakan salah satu masakan Chris favoritnya.
"Bubur seafood," jawab Emma, setelah berpikir beberapa saat.
Beberapa saat kemudian, Chris dan Bambang sudah berada di dapur mansion. Sementara Emma membawa Owen menemui Tom di ruang kerja dan meninggalkan William sendirian di ruang tamu.
William menyusul ke dapur mansion dengan niat mengawasi agar Chris tidak berbuat curang. Saat melihat ada cctv di dapur, William meminta pelayan mansion menutupinya.
William khawatir Emma berada di pihak Christian dan berbuat curang melihat rekaman cctv di ruang kerja Tom.
***Ruang kerja Tom***
"Kakek!" sapa Owen dengan sopan.
"Bagaimana sekolahnya?" tanya Tom.
"Baik, kakek. Owen jadi wakil ketua kelas," jawab Owen dengan bangga.
"Hebat! Hari pertama terpilih jadi wakil ketua kelas," puji Tom.
Pujian Tom membuat senyum lebar mengembang di sudut bibir Owen.
"Papa mau ikut ke ruang makan nanti?" ajak Tom.
"Tentu saja! Will tidak akan berani curang jika ada aku di sana," jawab Tom dengan yakin.
"Kita tunggu di sini saja. Nanti Pak Gusti akan datang jika Chris sudah selesai masak," usul Emma.
***Ruang makan Mansion Watson***
Tom, Emma, dan Owen sudah duduk di ruang makan. Terlihat dua pelayan mansion masing-masing membawakan dua mangkuk bubur seafood dan meletakkannya di hadapan Emma.
Sementara William mengikuti mereka berdua dari belakang. Dari awal hingga akhir proses memasak di dapur, William mengawasi sepenuhnya.
Pak Gusti pun ikut mengawasi karena curiga dan takut William akan berbuat curang dan memasukkan sesuatu di bubur seafood masakan Chris.
"Emma! Cicipilah kedua bubur ini dan pilihlah yang paling kamu suka!" kata William.
Chris masih berada di dapur karena William tidak ingin Chris memberi isyarat apapun ke Emma, sedangkan Bambang ikut ke ruang makan.
Emma mengamati kedua mangkuk bubur di hadapannya dengan saksama. Keduanya sama persis dan harumnya menggugah selera makan Emma.
Owen ikut mengamati kedua mangkuk bubur itu. "Mengapa koki Michellin Star membuat bubur seafood yang simpel?" tanya Owen spontan.
"Bambang adalah koki terpilih yang terbaik. Dia bisa meniru cara penyajian lawannya sama persis sehingga tidak ada yang bisa membedakan dari visual. Hanya rasa makanan yang terbaiklah yang akan menang," jawab William dengan percaya diri.
Jawaban William membuat Owen dan Tom mulai merasa khawatir apakah Chris bisa menang dalam taruhan dengan William, tetapi Emma tetap tenang karena dirinya percaya pasti bisa membedakan mana masakan Chris.
Emma mengambil satu sendok bubur dari mangkuk sebelah kanan dan mencicipinya. Kemudian mengambil satu sendok bubur dari mangkuk sebelah kiri dan mencicipinya.
__ADS_1
Suasana ruang makan menjadi tenang dan sunyi. Tom, Owen, William, Bambang serta semua yang berada di ruang makan menatap saksama ekspresi wajah Emma.
Tangan Emma memegang mangkuk bubur sebelah kanan. William berusaha menahan kegembiraan hatinya dan menampilkan poker face.
"Aku pasti menang!" batin William.
"Bubur seafood ini, aku tidak menyukainya!" ucap Emma dengan yakin.
"Bubur kesukaanku adalah masakan Chris!" lanjut Emma sambil menunjuk mangkuk bubur sebelah kiri.
"Bagaimana mungkin?" teriak William.
William mengambil mangkuk bubur hasil masakan Chris dan melemparnya ke lantai.
Rocky dan para bodyguard mansion langsung menyerbu ruang makan dan melindungi Tom, Emma, dan Owen.
Suara pecahan mangkuk yang keras membuat Chris berlari keluar dari dapur. Saat Chris melihat pecahan mangkuk bubur di lantai dan wajah kesal William, Chris sudah menduga hasilnya.
"Kamu kalah! Keluar dari Mansion Watson sekarang juga! Jangan pernah ganggu Emma lagi!" ujar Chris.
"Sialan!" geram William.
William bergerak maju dan melayangkan tinjunya ke wajah Chris.
Tidak ada yang menyangka, Chris berhasil menahan kepalan tinju William dan memberikan tinju balasan yang tepat di wajah pria sombong itu.
"Hentikan, Will!" teriak Tom saat melihat William ingin menyerang Chris lagi.
Teriakan Tom membuat William menghentikan aksinya. Sepasang mata William menatap nanar ke wajah Chris. Perasaan hati William semakin memanas karena Emma berlari menghampiri Chris dan memeriksa kepalan tangan Chris.
Tinju dari Chris cukup keras sehingga menyebabkan wajah William bengkak dan memar, tetapi hati William lebih sakit dibandingkan wajahnya saat ini.
"Will! Aku paling benci orang yang tidak menepati janji! Pergilah! Jangan sampai aku memberitahu Hans semua tindak tandukmu yang buruk!" ancam Tom.
"Om Tom! Dia tidak pantas menjadi suami Emma! Akulah yang paling pantas!" kata William ke Tom, dengan harapan Tom akan mendukungnya.
"Kamu sudah pernah diberi kesempatan dan kamu menyia-nyiakannya," jawab Tom.
"Will! Pergilah!" ujar Emma.
"Will! Aku siap bertarung denganmu di dunia bisnis!" kata Chris.
"Emma! Aku tidak akan menyerah!" ucap William dan berjalan meninggalkan Mansion Watson, diikuti oleh Bambang.
***
Selamat malam readers. Crazy Will kalah telak. Chris menang dengan skor 2-0 🤣🤣.
Jangan lupa baca kelanjutan cerita besok ya karena crazy Will ada rencana jahat lagi 😅
TERIMA KASIH
__ADS_1
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE