
***Rumah baru Chris***
Dua puluh menit kemudian, Alana berpamitan untuk pulang ke kantor karena memang kedatangannya ke rumah baru Chris untuk mendapatkan tanda tangan Emma di surat kepemilikan saham Perusahaan Pattinson.
Tentu saja Jack ikut pulang untuk mengantar Alana ke kantor, sedangkan Liam juga berpamitan pulang ke rumah sakit.
Saat ini di rumah baru hanya ada Emma, Owen, Rocky, dan tiga orang bodyguard yang disewa oleh Chris untuk menjaga keamanan di sana.
Sementara para pelayan yang sudah dipilih oleh Chris untuk bertugas di rumah baru dan juga beberapa pelayan dari Mansion Watson akan mulai bekerja besok.
"Rocky! Persiapkan mobil! Ada tempat yang harus aku kunjungi sekarang!" perintah Emma.
"Baik Nona Emma!" jawab Rocky dengan patuh.
Emma menoleh ke arah Owen yang duduk di sampingnya sambil mengelap rambutnya yang basah karena keramas setelah selesai berenang.
"Owen mau ikut keluar?" tanya Emma.
"Mau! Owen janji akan jadi anak yang patuh!" jawab Owen dengan antusias.
"Baiklah. Ayo, mommy bantu keringkan rambutnya dengan hair dryer ya," kata Emma.
Sejak kesepakatan bersama antara Chris dan Owen mengenai dedek baby girl, panggilan Owen terhadap Emma sudah berubah menjadi mommy.
Emma berdiri dari sofa dan mengambil hair dryer dari laci, kemudian duduk lagi di samping Owen setelah memasangkan kabel hair dryer ke stop kontak.
"No!" tolak Owen dengan tegas.
Owen menggeser tubuhnya menjauh dari Emma sehingga gerakan tangan Emma untuk menekan tombol hair dryer berhenti.
"Ada apa Owen?" tanya Emma dengan suara lembut dan sabar.
Emma yakin Owen punya alasan kuat mengapa tidak mau rambutnya dikeringkan dengan hair dryer.
"Biasanya daddy yang bantu keringkan rambut mommy dengan hair dryer. Owen bisa pakai hair dryer sendiri," jawab Owen.
Owen merasa malu jika ketahuan Chris bahwa Emma membantunya mengeringkan rambut dengan hair dryer. Owen bertekad dalam hatinya untuk menjadi pria dan suami sejati seperti Chris.
"Oke," jawab Emma.
Emma tersenyum kecil dan memberikan hair dryer itu ke Owen. Emma pun mempersiapkan diri untuk berangkat segera setelah Owen selesai.
Owen melirik sekilas ke arah Emma yang menyimpan dokumen di atas meja ke dalam tas tangan ukuran sedang.
Dokumen itulah yang diserahkan oleh Alana untuk ditandatangani Emma. Walaupun Owen masih kecil, Owen tahu profesi Alana sebagai pengacara dan pastinya dokumen itu sangat penting.
Owen menduga tempat tujuan Emma pastilah berhubungan dengan dokumen itu.
***Ruang kerja William di Perusahaan Pattinson***
William duduk bersandar di kursi kerja sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Pikirannya melayang ke kejadian di meeting internal pemegang saham sejak pagi tadi.
Meeting internal yang berlangsung selama tiga jam lebih membuat kepala William serasa hampir meledak.
Kebanyakan pemegang saham meminta pertanggungjawabannya atas saham perusahaan yang anjlok karena video hubungan mesranya dengan Lily menyebar.
__ADS_1
Seperti salah satu dugaan Chris, para pemegang saham Perusahaan Pattinson meminta William mengundurkan diri dari jabatan CEO sehingga melakukan voting untuk pengambilan suara terbanyak.
Hal yang paling membuat William kesal adalah pemegang saham baru sebesar 15% juga mempunyai hak untuk memberikan voting.
William sudah tahu Chris berhasil membeli saham Perusahaaan Pattinson saat dirinya berada di kantor polisi.
Pada saat itu prioritas utama Hans adalah menyelamatkan putra satu-satunya agar tidak mendekam di kantor polisi dalam waktu yang lama. Harga saham perusahaan yang anjlok pun tidak dihiraukan oleh Hans.
Hans menyewa tiga pengacara handal untuk membebaskan William dan tentunya dengan bayaran yang tinggi sehingga pada akhirnya William dibebaskan dengan membayar sejumlah uang jaminan.
"Sia*an!" teriak William sambil menendang kaki meja kerja dengan keras.
Hasil keputusan meeting internal membuat William tidak bisa menahan kemarahannya lagi.
"Mereka semua lupa, berapa banyak uang yang sudah kudapatkan untuk perusahaan ini!" geram William.
Suara ketukan pintu dari luar membuat William memperbaiki posisi duduknya karena mengira Hans yang datang. Bahkan ekspresi wajahnya berubah dengan cepat. William tidak mau mendapatkan ceramah yang panjang dari Hans sehingga menjaga sikapnya.
"Masuklah!" ucap William.
Pintu ruang kerja terbuka. Gibson berjalan menghampiri meja kerja William.
"Ada apa?" tanya William dengan ketus.
"Nona Emma ingin menemui Tuan William!" jawab Gibson.
Jawaban Gibson membuat William berdiri dari kursinya spontan. William mencondongkan tubuhnya ke depan dan menatap tajam Gibson.
"Emma? Emma Watson?" tanya William untuk memastikan pendengarannya tidak salah.
"Persilakan Emma masuk sekarang! Cepat!" ujar William.
"Baik Tuan William!" kata Gibson.
Gibson berlari kecil meninggalkan ruang kerja, sedangkan William merapikan dasi dan jas nya, lalu duduk dengan posisi sempurna di kursi kerja.
Suara high heels yang semakin dekat membuat suasana hati William semakin riang. William menduga kedatangan Emma kali ini pastinya merupakan berkah baginya.
Senyum lebar di wajah William berkurang sedikit saat melihat Emma bergandengan tangan dengan Owen, tetapi Owen berinisiatif duduk di sofa panjang dan Emma duduk berhadapan dengan William.
Sementara Rocky berdiri dalam jarak aman dibelakang kursi Emma.
William menatap penampilan Emma dengan saksama. Kacamata hitam dan pakaian bermerek sesuai status dan style Emma membuat penampilan gadis muda itu semakin menawan dan cantik.
"Kamu cantik sekali, Emma!" puji William.
Ekspresi wajah Emma datar mendengar pujian William. Gadis muda itu membuka kacamata hitamnya.
"Aku dengar ada meeting internal yang berlangsung lama hari ini."
Emma memulai pembicaraan tanpa basa-basi, sedangkan William mengartikan perkataan Emma sebagai bentuk perhatian gadis muda itu terhadapnya.
"Bukan masalah besar. Semua sudah terselesaikan," jawab William.
"Kamu beruntung Om Hans membelamu. Kamu harus lebih berbakti kepada beliau!" ucap Emma.
__ADS_1
Alana sudah memberitahukan hasil voting meeting internal Perusahaan Pattinson sehingga Emma tahu semuanya.
"Emma! Kembalilah ke sisiku! Aku tahu kamu peduli padaku!" ucap William dengan antusias.
William berdiri dari kursinya dan ingin menghampiri Emma. Lebih tepatnya memeluk tubuh Emma dengan erat. Akan tetapi, keinginan William tidak terkabulkan karena Rocky sudah maju menghalanginya.
"Silakan duduk Tuan William!" ujar Rocky dengan tegas.
William tidak menghiraukan perkataan Rocky dan memberikan tatapan penuh harapan ke Emma.
"Duduklah!" kata Emma.
William duduk lagi di kursi kerjanya dengan perasaan enggan.
"Emma! Kamu datang karena peduli dengan keadaanku. Di hatimu masih ada aku. Bercerailah dengan Chris! Aku tidak peduli dengan status jandamu!" ucap William dengan antusias.
Emma menggelengkan kepalanya beberapa kali dan mengernyitkan alisnya saat menatap tajam William.
"Halusinasimu tidak tertolong lagi! Kamu perlu ke dokter!" ucap Emma.
Owen tertawa kecil spontan setelah mendengar ucapan Emma, sedangkan wajah William memerah karena menahan rasa malu.
"Kenapa? Aku lebih baik dari Chris! Dia tidak sebaik yang kamu kira, Emma! Dia menjebakku sehingga bisa membeli saham Perusahaan Pattinson dengan harga murah dan menjadi pemegang saham! Itu semua rencananya untuk menjatuhkanku dari jabatan CEO! Dia licik! Dia tidak ikhlas mencintaimu!" teriak William.
Plak!
Satu tamparan keras mendarat di wajah William. William memegang wajahnya dan menatap Emma dengan tatapan tidak percaya.
"Chris suami sejati terbaik di dunia! Aku bahagia menikah dengannya! Kamu lah pria licik dan jahat!" geram Emma.
"Emma!"
"Jangan panggil namaku lagi dan jangan pernah muncul di hadapanku lagi!" ancam Emma.
Emma membuka tas untuk mengambil dokumen dengan cepat, lalu membuka tepat di salah satu halaman.
"Will! Akulah pemegang saham Perusahaan Pattinson, bukan Chris!" ucap Emma sambil memperlihatkan isi dokumen itu.
Wajah William menjadi pucat. Saat ini dirinya sadar Emma lah yang memberikan suara voting, bukan Chris, seperti dugaannya semula. Semua tuduhannya ke Chris semata-mata agar dirinya terlihat lebih baik di hadapan Emma.
"Sadarlah, Will! Kamu bukan siapa-siapa jika dibandingkan dengan Chris! Aku tidak pernah menyukaimu! Never!" ucap Emma dengan tegas.
Emma meninggalkan ruang kerja William bersama Owen dan Rocky setelah mengutarakan semua isi hati dan pikirannya.
***
Selamat malam readers tercinta. Ceritanya sudah panjang nih dan sangat emosional😂.
Kelanjutan ceritanya besok ya 🤗
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR: LYTIE
__ADS_1