
***Ruang VIP Restoran Italia tempat William dan Jimmy berada***
William berdiri dari kursi dan menatap tajam Jimmy. Rasa malu yang diterimanya malam ini semua disebabkan oleh Jimmy.
Padahal William menaruh harapan besar ucapan dan bukti foto yang diberikan Jimmy berhasil membuat Tom dan Dylan percaya, tetapi semuanya hancur berantakan.
"Aku tidak akan bekerja sama denganmu! Jangan cari aku lagi!" ucap William dengan ketus, sebelum meninggalkan ruang VIP.
William berfirasat Jimmy tidak akan menyerah dan pastinya berusaha menjatuhkan Chris, tetapi dirinya tidak mau menjadi orang bodoh yang membantu pecun*ang seperti Jimmy.
Peringatan Tom dan perkataan Dylan membidik tepat hati dan pikiran William.
William tahu peluang untuk mendapatkan Emma kembali sangatlah minim. Hasil keputusan meeting internal tadi pagi yang harus dirinya pertimbangkan. Apalagi Hans memberi tenggat waktu dua minggu saja.
Jimmy tertawa sinis menatap punggung William yang menghilang di balik pintu.
"Kamu pria bodoh, membiarkan Chris mendapatkan Emma dengan mudah!" ujar Jimmy.
Sama seperti William yang menyalahkannya, Jimmy pun menyalahkan William yang tidak bisa mempertahankan Emma sehingga Chris beruntung menjadi menantu Keluarga Watson dan itu sangat merugikannya.
Jimmy keluar dari ruang VIP menuju toilet cowok untuk mencuci muka agar penampilannya terlihat segar lagi.
***Toilet cowok Restoran Italia***
Jimmy terkejut saat masuk ke dalam toilet cowok. Chris berdiri di depan wastafel sambil mencuci tangan.
Dari pantulan cermin, Chris pun melihat wajah Jimmy dengan jelas sehingga menatap intens dengan tajam.
Jimmy berusaha menenangkan perasaan gelisah dan berjalan menuju wastafel, lalu berdiri tepat di samping Chris.
Chris sudah mematikan keran air dan sedang mengelap tangannya dengan tisu, sedangkan sepasang mata coklatnya masih menatap Jimmy dengan intens dari pantulan cermin.
Sementara Jimmy berpura-pura mencuci tangannya sebentar sambil berusaha bersikap tenang.
Selama delapan tahun Chris dan Jimmy tidak pernah bertemu. Jimmy menyadari banyak perubahan menonjol di Chris. Chris terlihat semakin dewasa, tenang,dan mapan.
Semua perubahan yang positif itu membuat Jimmy semakin membenci Chris. Jimmy ingin memancing emosi Chris.
"Long time no see, Chris!" sapa Jimmy.
"Ada apa?" tanya Chris singkat dengan wajah tanpa ekspresi.
"Kamu sangat hebat bisa membuat Keluarga Watson berpihak padamu," jawab Jimmy.
"Jimmy pasti salah satu pengganggu yang bertemu Papa dan Kak Dylan tadi," batin Chris.
"Kamu sia-sia datang ke Bali!" ujar Chris.
"Sialan!" maki Jimmy.
Salah satu pintu kamar mandi terbuka dan Owen berjalan menghampiri Chris.
__ADS_1
"Cuci tangan dulu, Owen!" ucap Chris.
Owen mengangguk patuh dan mencuci tangannya hingga bersih, sedangkan Jimmy yang ingin membuka mulutnya lagi mengurungkan niatnya dengan cepat karena bisa merasakan aura membunuh dari tubuh Chris.
Jimmy berdiri mematung saat Chris mendekatinya dan berbicara dengan suara kecil yang hanya bisa terdengar oleh mereka berdua saja.
"Kesabaranku ada batasnya! Pulanglah ke Amerika segera!" ujar Chris.
Chris menggandeng Owen keluar dari toilet cowok, meninggalkan Jimmy yang masih berdiri mematung di tempatnya.
Sepasang mata Jimmy memerah menahan amarah dan kebenciannya. "Aku tidak akan menyerah! Kamu tidak boleh kembali ke Keluarga Alexander, Chris!" tekad hati Jimmy.
***Rumah baru Chris***
Acara makan malam keluarga kecil Chris bersama Tom dan Dylan di Restoran Italia berjalan lancar. Mereka menghabiskan waktu selama satu jam di sana sebelum pulang ke rumah masing-masing.
Tom dan Dylan pulang ke Mansion Watson, sedangkan keluarga kecil Chris pulang ke rumah baru mereka.
Saat ini Emma dan Chris sedang berada di kamar tidur baru. Sementara Owen sudah mandi dan tidur pulas di kamarnya sendiri.
Emma dan Chris berbaring di atas tempat tidur dengan posisi saling berpelukan erat satu sama lain. Mereka berdua baru saja menyelesaikan petualangan fantasi yang mendebarkan hati saat mandi bersama.
Sepasang sejoli itu saling menatap satu sama lain. Chris mengerti maksud tatapan Emma sehingga menanyakannya secara langsung.
"Ada apa honey?" tanya Chris sambil membelai pipi Emma dengan lembut.
"Chris! Tadi papa dan Kak Dylan ada di restoran karena undangan makan malam dari William," ucap Emma.
Mereka berdua memberitahukan Emma terlebih dahulu karena khawatir Jimmy akan mencari Emma.
Tom dan Dylan ingin hubungan pernikahan Emma dilandasi saling terbuka satu sama lain, tanpa ada rahasia yang terpendam.
Emma mengerti maksud baik Tom dan Dylan sehingga memutuskan menanyakannya ke Chris.
"Mereka bertemu William dan Jimmy?" tanya Chris.
"Kamu tahu?" tanya Emma.
"Tadi aku ketemu Jimmy di toilet cowok," jawab Chris jujur.
"Oh, ternyata begitu! Papa dan Kak Dylan tidak percaya ucapannya," ucap Emma.
"Aku beruntung mengenalmu dan menjadi bagian keluarga Watson," kata Chris sambil memberikan kecupan singkat di kening Emma.
"Aku juga beruntung menjadi istrimu," balas Emma sambil memeluk erat pinggang Emma.
Tubuh polos dan hangat Emma di dalam pelukan membuat gejolak darah muda Chris bangkit lagi, tetapi ada hal penting yang harus dilakukannya sekarang.
Chris yakin Emma, Dylan, dan Tom lebih mempercayainya dibandingkan Jimmy. Walaupun begitu, Chris ingin tahu kebohongan apa yang sudah diceritakan Jimmy agar dirinya bisa menceritakan kebenarannya ke Emma. Emma berhak mengetahui segalanya.
Sejak Chris menceritakan tentang asal usulnya dan mengenai orang tua kandung Owen, Emma tidak pernah mengungkit lagi hal tentang Keluarga Alexander karena tidak ingin melihat Chris terluka lagi oleh kejadian masa lalu.
__ADS_1
Jika saja Emma bertanya, Chris pasti akan menjawab semua hal yang ingin diketahui oleh Emma tanpa ragu.
"Apa yang dikatakan oleh Jimmy?" tanya Chris.
"Dia bilang kamu mendorong ayahmu dari atas tangga sehingga stroke," jawab Emma.
Chris menghela napas panjang setelah mendengar jawaban Emma. Kejadian delapan tahun lalu itu berkelebat di dalam pikirannya saat ini.
"Jay memang stroke karena jatuh dari tangga, tetapi bukan aku yang mendorongnya," ucap Chris.
"Siapa yang melakukannya?" tanya Emma dengan nada marah.
"Jimmy," jawab Chris.
Chris bangun dan duduk bersandar di tempat tidur. Emma juga bersandar di samping Chris. Tangan kanan Chris merangkul pundak Emma sehingga kepala Emma bisa bersandar di lengan kekar Chris.
"Delapan tahun yang lalu Jordan dan Stella kecelakaan mobil bersama. Jordan meninggal, sedangkan Stella lumpuh," kata Chris.
Mata Emma berkaca-kaca seketika. Emma bisa merasakan kesedihan Chris saat bercerita mengenai Jordan, adik tirinya.
"Seminggu setelah pemakaman Jordan, Jimmy menyusup ke dalam kamar Stella. Beruntung aku berhasil mencegah dan memukulnya babak belur. Jimmy mendorong Jay yang datang karena keributan itu dari atas tangga dan menuduhku. Aku tidak peduli dan membawa Stella pergi. Sejak hari itulah aku meninggalkan Keluarga Alexander."
"Jimmy memang ba*ingan!" geram Emma.
"Aku tidak akan melepaskannya jika berani mengusik kamu dan Owen!" janji Chris.
"Jangan khawatir Chris! Keluarga Alexander mungkin hebat di Amerika, tetapi Keluarga Watson lebih berkuasa di Bali," kata Emma.
"Iya. Honey harus melindungiku," canda Chris agar Emma ceria kembali setelah mendengar ceritanya.
"Bayaranku mahal," balas Emma sambil tertawa kecil.
"Baiklah. Aku akan membayarnya sekarang!" ucap Chris dengan wajah serius.
Chris mencium bibir Emma dengan agresif, sedangkan tangannya menyentuh bagian sensitif Emma sehingga gejolak darah muda Emma pun ikut menyala.
Saat ini Emma sadar dirinya jatuh ke dalam perangkap ucapan Chris. Perangkap yang membuatnya sukarela terperangkap di dalamnya.
Dalam waktu singkat, petualangan fantasi yang mendebarkan hati dimulai serta menghasilkan butiran keringat yang membasahi tubuh Emma dan Chris.
***
Selamat malam readers tercinta. Semoga bab ini lancar ya dan ga ketahan lagi.
Ending babnya sweet-sweet antara Chris dan Emma. Konflik terakhir akan muncul besok.
Don't miss it.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
__ADS_1
AUTHOR : LYTIE