
***Kamar tidur Emma di Mansion Watson***
Suasana di kamar tidur masih terdengar isak tangis dari Emma, sedangkan Chris berusaha menenangkan istri tercintanya.
Berbagai cara dilakukan oleh Chris seperti mencium puncak kepala Emma dan menepuk punggungnya. Pada akhirnya tangisan Emma terhenti saat Chris mengecup kedua sudut mata, bagian air mata Emma mengalir.
Chris mengusap pipi basah Emma. Sepasang mata coklatnya yang teduh menatap intens wajah Emma sehingga gadis muda itu merasa nyaman.
"Honey! I'm fine! Jangan menangis lagi. Air matamu sangat berharga. Jangan tangisi masa laluku yang kelam. Senyuman dan kebahagiaan yang seharusnya menghiasi wajahmu," ucap Chris dengan lembut.
"Semua kenangan burukmu sudah hilang. Aku pastikan kenangan-kenangan indah yang akan mengisi hidupmu selamanya," kata Emma dengan sungguh-sungguh.
"Pasti!" jawab Chris.
Chris dan Emma tersenyum lebar bersamaan. Emma berinisiatif duduk di pangkuan Chris. Kepala Emma bersandar di dada Chris dan sepasang tangannya merangkul pinggang Chris.
"Chris! Aku mau tidur di pangkuanmu malam ini," kata Emma.
"Tentu saja boleh, ratuku!" jawab Chris.
Selama ini bukan Emma saja yang merasa nyaman tidur di pelukan maupun pangkuan Chris. Chris juga menyukai kehangatan dan aroma tubuh natural dari Emma.
Emma memejamkan rapat kedua matanya sambil tersenyum kecil. Gadis muda itu sudah membayangkan bertemu Chris du mimpi indahnya dalam waktu dekat.
Tiba-tiba Emma membuka matanya karena teringat akan sesuatu. "Chris!" panggil Emma.
"Iya honey,' jawab Chris.
Emma mengangkat kepalanya dari dada Chris sehingga bisa bertatapan langsung dengan pria muda itu. Lampu nakas masih menyala karena belum dimatikan oleh Chris.
"Di mana mamamu sekarang?" tanya Emma.
"Mama sudah meninggal sebelum Jordan kecelakaan mobil," jawab Chris.
"Ternyata begitu. Pantas saja Chris hanya membawa Stella yang hamil muda ke Australia," batin Emma.
Emma yakin Chris pasti akan membawa serta mama nya daripada meninggalkan wanita tua itu di Amerika dan mendapatkan perlakuan buruk dari Keluarga Alexander.
__ADS_1
"Mamaku juga meninggal setelah melahirkan ku. Papa, Kak Dylan, dan Kak Liam akan menjadi papa dan kakakmu Chris. Keluarga Watson adalah keluargamu satu-satunya," ucap Emma dengan serius.
"Aku tidak akan membiarkan Keluarga Alexander mengusik kita!" janji Chris.
"Bagaimana jika mereka ingin mengambil Owen?" tanya Emma khawatir.
Rasa khawatir Emma sangat benar karena Owen satu-satunya putra Jordan, yang merupakan ahli waris Keluarga Alexander.
"Aku tidak akan membiarkan Owen di bawa pulang ke sana. Lagi pula ada orang lain yang sudah mengambil posisi Jordan, sejak Jordan meninggal," jelas Chris.
"Aku akan bersamamu menghadapi mereka jika mereka berani mengusik kebahagiaan kita," janji Emma.
"Aku sangat beruntung tidak menolak tawaran pernikahan darimu waktu itu," kata Chris sambil mencubit gemas hidung Emma.
"Berarti aku istrimu yang sah dan pertama. Kamu duda hanya status saja," gurau Emma.
Chris tertawa kecil mendengar perkataan polos Emma. Chris mendekatkan bibirnya ke telinga Emma dan berbisik.
"Walaupun bukan duda, aku bisa membawamu petualangan fantasi yang menyenangkan," kata Chris dan sengaja menggigit daun telinga Emma dengan lembut.
Emma mencubit pinggang Chris secara spontan. Chris tertawa terbahak-bahak melihat rona merah di pipi Emma.
Emma melepaskan cubitannya dan mengatur posisi tubuhnya lagi agar nyaman tidur di pangkuan Chris.
"Oh ya, honey! Tadi papa dan Kak Dylan mau acara perkenalan dan launching Perusahaan Christian sabtu ini diadakan di Mansion Watson. Aku sudah menyetujuinya," ucap Chris.
"Baguslah! Besok Aku dan Owen ke Butik Athena membeli pakaian pesta untuk kita kenakan nanti," kata Emma dengan semangat.
"Oke. Thank you honey. Maaf merepotkan mu," ucap Chris. Satu kecupan mendarat di pipi Emma.
"Tidak apa-apa Chris. Aku tahu kamu pasti sibuk mengurus perusahaan," kata Emma.
"Iya. Setelah acara launching dan kita pindah ke rumah baru, pekerjaanku tidak begitu padat lagi. Aku pasti meluangkan waktu untukmu, seperti saat di Sydney," janji Chris.
Emma menganggukkan kepala dan mencium pipi Chris. Gadis muda itu merasa bahagia mendapatkan Chris yang pengertian dan perhatian terhadapnya.
Chris bersedia menceritakan masa lalu yang kelam dan juga memberitahukan tentang perbincangan Chris dengan Tom dan Dylan tadi.
__ADS_1
Emma menyukai kejujuran dan sikap terbuka Chris terhadapnya sehingga dirinya pun akan melakukan hal yang sama.
"Chris! Tadi aku bertemu Will. Will sengaja datang ke restoran dan muncul lagi saat kita inspeksi sekolah kedua. Aku curiga Will menyewa detektif swasta untuk membuntutiku. Kamu harus hati-hati," ucap Emma.
"Will mempunyai niat jahat merebut Emma dariku," batin Chris.
Chris sangat yakin dengan firasatnya karena detektif swasta itu hanya membuntuti Emma saja sehingga bisa dipastikan sasaran utama William adalah Emma.
Pak Oka, sopir baru Chris merupakan bodyguard senior yang direkomendasikan oleh Jack sehingga Pak Oka pasti menyadari dengan cepat jika ada yang membuntuti nya tadi pagi.
"Besok aku akan menelepon Jack untuk mengurus detektif swasta itu," kata Chris.
"Oke. Sepertinya hubunganmu dengan Jack sangat dekat," kata Emma.
"Iya. Aku akan memperkenalkan Jack padamu di acara launching sabtu ini," ucap Chris.
Chris bisa membayangkan wajah penasaran Emma saat melihat Jack hadir bersama Alana. Chris yakin istri tercintanya belum mengetahui hubungan mesra antara Alana dan Jack. Pastinya karena Alana merahasiakannya.
"Jack! Aku penasaran kapan kamu bisa melelehkan gunung salju Alana," batin Chris.
"Honey. Aku matiin lampu nakas ya. Jika tidak, kita bisa ngobrol sambil larut malam," kelakar Chris.
"Oke Chris," jawab Emma.
Chris dan Emma memejamkan rapat kedua mata bersamaan. Keduanya ingin secepatnya bertemu lagi di alam mimpi yang indah.
***
Selamat malam readers tercinta. Jangan lupa menyusul Chris dan Emma ke dalam mimpi indah ya 🥰
Author LYTIE mengucapkan "SELAMAT HARI GURU" 🥳🥳🥳
Penasaran kan apa yang terjadi di acara launching Perusahaan Christian? Ikuti terus ceritanya ya readers. Proses menuju tamat.
Tentu saja ada konflik lagi dan salah satunya datang dari Keluarga Alexander
TERIMA KASIH
__ADS_1
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE