
***Di dalam mobil Ferrari merah***
Emma mengepalkan erat kedua tangannya dan menatap intens wajah Lily di layar handphone miliknya.
"Lily! Aku akan membunuhmu jika berani menyentuh Chris!" batin Emma.
Aura dingin dari tubuh Emma bisa dirasakan oleh Rocky sehingga bodyguard pribadi itu mempercepat laju mobil menuju hotel tempat Chris berada.
Emma yakin Chris dalam pengaruh obat dan satu-satunya dalang yang mengutus Lily pastilah William.
Selama ini Lily tidak pernah terang-terangan mengusiknya karena takut dengan kekuatan Keluarga Watson, tetapi malam ini Lily berani mengirim fotonya bersama Chris membuktikan Lily mempunyai bekingan yaitu William.
Selain itu Emma yakin Lily sendiri lah yang berinisiatif mengirim foto itu ke handphone miliknya dengan maksud menyakiti maupun mengejeknya.
William tidak mungkin berlaku bodoh membiarkan Emma mengetahui terlebih dahulu. William pasti akan menyebarkan hubungan mesra Chris dan Lily di atas tempat tidur sehingga membuat reputasi Chris hancur.
Dugaan Emma sangatlah tepat dan kebodohan Lily memberikan kesempatan kepada Emma untuk menyelamatkan Chris sekarang.
"Will pasti merancang jebakan yang sempurna untuk Chris. Kemungkinan besar ada orang yang menghalangiku untuk menyelamatkan Chris saat tiba di hotel," batin Emma.
Walaupun Rocky sangat kuat dan hebat bertarung, tetapi waktu yang berjalan cepat membuat Emma tidak yakin bisa menyelamatkan Chris tepat waktu. Satu-satunya cara terbaik adalah mencari bala bantuan terpercaya.
Dylan dan Liam sedang berada di luar negeri sehingga Emma berpikir keras siapa yang bisa membantunya menyelamatkan Chris saat ini.
"Jack!"
Nama Jack muncul di pikiran Emma secara spontan. Emma mengingat jelas perkataan Chris bahwa dirinya bisa meminta bantuan Jack setiap saat, tetapi Emma tidak memiliki nomor handphone Jack.
Emma menekan nomor handphone Alana karena yakin Alana pasti tahu cara menghubungi Jack dengan cepat.
Sambungan telepon berdering beberapa kali sebelum Alana mengangkatnya.
"Halo Emma!" sapa Alana dari seberang sana.
"Lana! Bisa tolong hubungi Jack? Chris terkena masalah," kata Emma terus terang.
__ADS_1
Semakin lama waktu berlalu, semakin berbahaya bagi Chris. Emma yakin Lily pasti akan menggunakan segala cara murahan untuk berhubungan mesra dengan Chris. Apalagi Chris dalam pengaruh obat saat ini.
"Jack bersamaku. Sebentar, Emma! Jack akan berbicara denganmu," kata Alana.
"Halo Emma! Ada apa dengan Chris?" tanya Jack.
"Lily menjebak Chris dan mereka berada di kamar Hotel M. Sekarang aku sedang menuju ke hotel bersama Rocky, tetapi aku curiga ada orang yang akan menghalangiku menyelamatkan Chris," jelas Emma.
"Aku on the way ke sana sekarang. Jangan khawatir, Emma! Chris pasti bisa melindungi diri sendiri. Aku akan hubungi Pak Oka untuk memantau situasi di sana," ucap Jack.
"Terima kasih Jack!" jawab Emma.
"See you there!" balas Jack.
Emma baru teringat Pak Oka, sopir baru Chris merupakan bodyguard senior dari jasa bodyguard Jack dan juga berada di Hotel M saat ini.
"Rocky! Berapa lama lagi kita akan tiba?" tanya Emma.
"Lima menit lagi, Nona Emma!" jawab Rocky.
Emma tidak memedulikan apakah Chris sudah berhubungan mesra dengan Lily atau belum. Emma lebih mengkhawatirkan kesehatan tubuh Chris karena obat yang diberikan Lily.
***Kamar Hotel M***
"Chris! Buka pintunya!" kata Lily dengan suara manja sambil mengetuk pintu kamar mandi.
Lily tersenyum samar saat mendengar suara air shower dari dalam kamar mandi.
"Sia-sia saja, Chris! Kamu tidak bisa menghilangkan efek obat itu dengan air dingin. Aku lah obat penawar mu!" kata Lily dengan suara keras.
Walaupun Chris hanya minum satu tegukan anggur merah yang tercampur obat, tetapi efek obat itu sangat kuat karena Lily menggunakan dosis dua kali lipat.
Wanita penggoda tidak tahu malu itu ingin berhubungan mesra dengan Chris selama dua hari. William tidak menolak ide Lily karena bukti rekaman perselingkuhan yang berulang-ulang itu pastinya akan membuat Emma semakin membenci Chris dan menggugat cerai dalam waktu singkat.
Bukan hanya perceraian saja yang diinginkan oleh William, melainkan pria gila itu ingin Chris meninggalkan Bali selamanya dengan cara menyebar video tidak pantas itu ke media massa nantinya.
__ADS_1
Lily tidak takut Emma akan mengganggu kesenangannya bersama Chris karena lima orang bodyguard yang disewa oleh William berjaga di sekitar pintu luar kamar hotel.
Hanya satu perhitungan Lily yang meleset dan dirinya berada dalam kondisi saat ini.
Ketika Chris sadar masuk dalam jebakan karena tubuhnya terasa lemas dan panas secara tiba-tiba, Chris ingin meninggalkan ballroom hotel secepatnya.
Lily mendekati Chris dengan cepat dan memapahnya ke hotel. Tepat saat mereka berdua masuk ke dalam kamar, Chris menggunakan seluruh kekuatannya untuk melepaskan diri dan berlari ke dalam kamar mandi.
Chris mengguyur tubuhnya di bawah pancuran air shower yang dingin, dengan maksud menghilangkan efek obat itu.
Lily berjalan santai ke kursi sofa yang berada di kamar hotel dan duduk di sana. Wanita tidak tahu malu itu sudah membayangkan gaya hubungan mesra apa saja yang akan dipraktekkannya bersama Chris nanti.
Detik berganti menit dengan cepat hingga akhirnya Lily berdiri dari kursi sofa dengan wajah kesal.
"Gila! Dia bisa menahan penderitaan hingga dua puluh menit. Aku terlalu menganggap remeh dirinya. Pantas saja Will merasa terancam," ucap Lily.
Lily tahu pasti efek obat spesial itu sangatlah kuat. Jika tidak berhubungan mesra secepat mungkin, maka orang itu akan merasakan rasa panas yang membakar disekujur tubuhnya.
Lily tidak menyangka Chris rela menerima siksaan itu dibandingkan berhubungan mesra dengannya.
"Aku tidak boleh membuang waktu lagi!" kata Lily.
Lily membuka pintu kamar hotel dan memanggil salah satu bodyguard untuk membantunya mendobrak pintu kamar mandi.
***
Semoga bab ini ga ketahan lagi dan cepat muncul ya. Hari ini author up dua bab supaya clear si Lily ulet keket 😅.
Bantu doain semoga semua lancar ya. Yang satunya masih ketik.
See you soon
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
__ADS_1
AUTHOR : LYTIE