SUAMI SEJATI PILIHAN NONA MUDA

SUAMI SEJATI PILIHAN NONA MUDA
BAB 44. Perusahaan Christian


__ADS_3

***Mansion Watson***


Pembawa acara memberikan satu buah microphone ke Chris. Chris menatap sebentar ke arah Tom sehingga pria paruh baya itu menganggukkan kepala ke Chris sebagai isyarat agar Chris berbicara di atas panggung.


"Terima kasih atas semua sambutan hangat! Saya akan memberikan pengumuman penting yang merupakan tujuan acara malam ini diselenggarakan di Mansion Watson!" ucap Chris.


"Pengumuman penting?" batin William. Perkataan Chris membuat firasat buruk muncul di pikiran William.


Minuman alkohol sudah terbiasa dinikmati oleh William sehingga kesadaran William masih ada. Hanya tubuhnya saja yang tidak bisa berdiri tegak sempurna.


Saat ini kedua tangan William merangkul pundak Sisi dan Mimi, yang berdiri di samping kiri dan kanan William. William berusaha fokus menajamkan pendengarannya mengenai pengumuman penting itu.


"Jack! Kemarilah!" panggil Chris sambil menatap Jack yang berdiri di bawah panggung.


Jack mengangggukkan kepalanya, lalu berbisik di telinga Alana. "Tunggu aku di sini, Lana!" pesan Jack.


"Iya!" jawab Alana.


Jack melepaskan tangannya dari pinggang ramping Alana sebelum naik ke atas panggung.


Beberapa saat kemudian, Jack sudah berdiri berdampingan dengan Chris.


"Perkenalkan temanku, Jack Nicholas! Pemilik Perusahaan Nicholas!" ucap Jack.


"Ternyata dia pemilik Perusahaan Nicholas. Pantas saja Ron bersamanya," ucap Jonathan ke William.


Walaupun Jonathan berada di jarak yang aman dari pasangan Jack dan Alana, tetapi Jonathan mengawasi diam-diam siapa saja kenalan Jack karena penasaran dengan identitas asli Jack.


Sikap hormat Ron terhadap Jack sudah membuat Jonathan curiga. Jonathan pernah bertemu beberapa kali dengan Ron di jamuan makan malam bisnis.

__ADS_1


Walaupun belum pernah bekerjasama, Jonathan tahu Ron mewakili Perusahaan Nicholas selama ini.


Para tamu undangan pun terkejut dengan perkataan Chris. Selama ini Jack tidak pernah mau tampil di depan umum sehingga tidak banyak yang mengetahui identitas asli Jack.


Kemajuan dan perkembangan Perusahaan Nicholas sama dengan Perusahaan Jayanata dan Perusahaan Bramasta sehingga kemunculan Jack di Mansion Watson membuat sebagian besar tamu undangan menduga Perusahaan Nicholas akan bekerjasama dengan Perusahaan Watson dalam proyek kerjasama yang baru.


Chris memberikan microphone di tangannya ke Jack.


"Mulai hari ini Perusahaan Nicholas bukan milikku lagi!" ucap Jack dengan suara tegas dan wibawa.


"Apakah Perusahaan Nicholas menjadi milik Perusahaan Watson?" tanya Jonathan ke William.


Tentu saja pertanyaan Jonathan tidak bisa dijawab oleh William. Selama ini tidak ada terdengar kabar gosip bahwa Perusahaan Watson akan mengambil alih Perusahaan Nicholas.


"Perusahaan Nicholas sudah berubah nama menjadi Perusahaan Christian!" lanjut Jack, setelah memberi jeda waktu beberapa menit.


Jack mengembalikan microphone ke tangan Chris. Para tamu undangan menatap intens wajah Chris dan juga mempertajam pendengaran mereka karena yakin Chris akan menyampaikan berita yang lebih mengejutkan lagi.


"Beberapa hari yang lalu, Perusahaan Christian sudah akuisisi Perusahaan Nicholas. Semua properti Perusahaan Christian di Australia juga sudah dipindahkan ke Bali. Mulai saat ini saya resmi mengembangkan Perusahaan Christian di Bali. Keputusan penting ini saya lakukan demi mempunyai waktu lebih banyak untuk menemani istri tercintaku, Emma," ucap Chris.


Sepasang mata teduh Chris menatap intens Emma. Emma pun membalas menatap Chris dengan senyum bahagia menghias di sudut bibirnya.


Suara tepuk tangan meriah menggema di dalam Mansion Watson. Kilatan lampu flash kamera dari kamera wartawan memotret kemesraan Chris dan Emma.


Hanya William dan Jonathan yang tidak ikut bertepuk tangan. Tentu saja Sisi dan Mimi pun diam seribu bahasa. Mereka bisa merasakan aura kemarahan dari tubuh William.


Kedua model muda dan seksi itu termasuk gadis yang pintar melihat keadaan. Mereka tahu suasana hati William memburuk dikarenakan kemesraan Emma dan Chris.


Sisi dan Mimi sudah sering berhubungan dengan banyak pria yang mengenal jelas setiap sifat pria yang dominan. Apalagi pria berkelas dan kaya seperti William, pastinya memiliki sifat arogan, ego, dan harga diri yang tinggi.

__ADS_1


Jonathan pun takut William akan mengamuk jika dibiarkan berada di dalam ruangan sehingga memberikan isyarat mata ke Sisi dan Mimi.


"Tuan William pasti merasa kepanasan di sini. Kita ke taman saja ya," usul Sisi dengan suara manja.


"Iya, benar Will! Acaranya tidak menarik. Kita ke taman saja!" kata Jonathan.


William melepaskan tangannya dari pundak Sisi dan Mimi secara tiba-tiba, lalu menatap tajam ke arah panggung.


Chris dan Emma sedang tersenyum menatap ke arah kamera wartawan. Bahkan Dylan, Tom, Owen, dan Liam yang baru tiba ikut berfoto bersama. Sementara Jack sudah turun dari atas panggung dan berdiri di samping Alana.


Kedua tangan William mengepal dengan erat. Sepasang matanya melihat sekeliling ruangan. Rocky dan beberapa bodyguard sedang menatap ke arah William dengan sikap tubuh waspada.


William yakin dirinya tidak mungkin bisa mencapai panggung dan mendekati Emma sehingga William membalikkan tubuhnya dan berjalan menuju taman mansion.


Jonathan, Sisi, dan Mimi mengikuti William dengan cepat. William tidak menyadari Chris yang berada di atas panggung menatap punggung William dari kejauhan.


Walaupun Chris tahu Rocky dan para bodyguard mengawasi William, tetapi Chris juga ikut mengawasi secara diam-diam. Chris tidak mau William melakukan hal yang membahayakan Emma.


***


Selamat malam readers. Banyak yang mendukung niat tersembunyi Sisi dan Mimi nih 🤭😁.


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE

__ADS_1


__ADS_2