SUAMI SEJATI PILIHAN NONA MUDA

SUAMI SEJATI PILIHAN NONA MUDA
BAB 45. Rencana William


__ADS_3

***Mansion Watson***


Jamuan makan malam resmi dimulai setelah Chris selesai mengumumkan tentang Perusahaan Christian. Penyanyi dan penari yang diundang bergantian memberikan pertunjukkan di atas panggung untuk membuat suasana Mansion Watson menjadi semakin meriah.


Para tamu undangan mengambil makanan dari meja buffet, lalu duduk untuk menikmati hidangan makan malam mereka.


Meja dan tempat duduk yang dipersiapkan bebas digunakan oleh para tamu undangan. Tom, Dylan, Liam, dan Owen duduk di meja yang sama. Sementara pasangan Chris-Emma dan pasangan Jack-Alana duduk di meja yang lain.


Owen memperlihatkan kemandiriannya dengan mengambil makanannya sendiri, lalu menikmati makan malamnya dengan tenang.


Tom tersenyum bangga melihat sikap Owen. Tom yakin Chris merupakan ayah yang baik karena bisa mendidik Owen menjadi anak yang baik, patuh dan mandiri. Tom sudah tidak sabar menunggu cucu tampan ataupun cucu cantik yang lahir dari kandungan Emma nantinya.


Jack mengikuti Chris mengambil makanan di meja buffet. Tentu saja mereka juga mengambil makanan untuk wanita yang mereka cintai.


Suasana makan malam berjalan dengan lancar. Tidak ada satu orang pun yang merasa kehilangan sosok William di sana.


William duduk di kursi taman sambil menikmati sejuknya angin malam. Kemarahan dan kekesalan William menjadi berkurang sedikit saat ini karena tidak melihat lagi kemesraan Chris dan Emma.


Sementara Jonathan sudah berpamitan untuk menikmati malam malam dan meninggalkan William bersama kedua model wanita itu.


Sisi dan Mimi setia menemani William di taman. Mereka berdua bergantian masuk ke dalam ruangan mengambil makanan kecil maupun minuman alkohol untuk William.


***


Satu jam kemudian setelah jamuan makan malam selesai, para tamu undangan pun berbaur untuk saling mengobrol dan memperluas koneksi dengan perusahaan-perusahaan lain.


Tom dan Dylan memperkenalkan Chris dengan rekan bisnis Perusahaan Watson, sedangkan Alana mengajak Emma ke taman untuk mengobrol karena Alana tahu Emma mempunyai banyak pertanyaan yang ingin diajukan mengenai hubungannya dengan Jack.


Sementara Jack mengobrol dengan Liam, kakak kedua Emma. Mereka berdua terlibat dalam pembicaraan yang serius. Jack tertarik mendapatkan informasi mengenai suatu penyakit sehingga saat mengetahui Liam merupakan dokter dan juga pemilik Medical Health, Jack pun tidak melewatkan kesempatan emas untuk mencari tahu.


***Taman Watson***


Emma dan Alana duduk di kursi taman yang lebih sepi karena ada beberapa tamu undangan berada di taman setelah makan malam.


"Lana! Kamu dan Jack sudah pacaran lama?" tanya Emma.


"Sekitar satu bulan," jawab Alana jujur.


"Pantas saja aku tidak tahu. Waktu itu aku sudah di Sydney ya?" tanya Emma.

__ADS_1


"Iya," jawab Alana.


Emma menatap intens wajah Alana. Tidak ada rona bahagia ataupun senyuman saat Alana menjawab pertanyaannya.


Selama ini Alana memang terkenal dengan sifatnya yang dingin. Alana termasuk salah satu pengacara muda wanita yang sukses. Selama ini tidak pernah ada pria yang berhasil mengambil hati Alana.


Alana sendiri pun pernah memberitahukan Emma bahwa dirinya tidak akan pernah menikah. Alana hanya percaya kepada dirinya sendiri saja dan tidak percaya kepada siapapun termasuk pria yang ingin menjadi pasangan hidupnya.


Pertemanan Alana dan Emma bisa terjalin karena Alana menjadi pengacara Keluarga Watson dan juga Alana mengagumi sikap Emma yang baik, murah hati, dan tidak sombong seperti kebanyakan putri dari keluarga kaya.


"Lana! Aku bisa melihat jelas Jack sangat menyukaimu. Apakah kamu akan mempertimbangkannya sebagai pasangan hidupmu nanti?" tanya Emma.


Emma percaya dengan penilaian Chris. Jack bisa menjadi teman baik Chris pasti ada kelebihan yang menonjol. Emma berfirasat Jack akan menjadi suami yang baik seperti Chris. Emma pun mengharapkan Alana bisa mendapatkan kebahagiaan seperti dirinya.


"Hubunganku dan Jack hanya tiga bulan saja. Aku tidak mungkin menikah dengannya," ucap Alana.


Emma bisa melihat sekilas wajah sendu Alana saat mengatakan hubungan singkatnya dengan Jack.


"Lana. Kamu masih belum sadar dirimu sudah jatuh cinta ke Jack," batin Emma.


Emma tidak mau terlalu campur tangan dalam hubungan Alana dan Jack sehingga mencoba mengalihkan pembicaraan. Walaupun Emma memiliki firasat Jack tidak akan melepaskan Alana setelah tiga bulan.


"Besok aku libur," jawab Alana.


"Baguslah! Besok siang temani aku ke Butik Athena ya. Sudah lama kita jalan-jalan bersama," ajak Emma.


"Oke," jawab Alana.


Suara handphone Alana berdering secara tiba-tiba sehingga gadis muda itu menerima panggilan telepon dengan cepat.


Emma tersenyum penuh makna saat melihat nama Jack muncul di layar handphone Alana.


"Halo! Aku masih di taman sama Emma."


"Aku merindukanmu!" ucap Jack dari sambungan telepon seberang sana.


"Baiklah," jawab Alana.


Alana menutup sambungan telepon dan menyimpan kembali handphone ke dalam tas pesta, lalu menoleh ke arah Emma.

__ADS_1


"Emma! Disini dingin sekali. Ayo kita masuk ke dalam," ajak Alana.


"Oke," jawab Emma.


Kedua gadis muda itu berjalan berdampingan meninggalkan taman. Mereka tidak menyadari William berdiri tidak jauh dari mereka dan mendengar jelas perbincangan kedua gadis muda itu tadi.


Sebenarnya William ingin menyalakan cerutunya sehingga meninggalkan Sisi dan Mimi di kursi taman semula tempatnya duduk dan melarang kedua model seksi itu menunggunya di sana. Tentu saja Sisi dan Mimi patuh terhadap perintah William.


William tidak menyangka saat ingin menyalakan cerutu, dirinya melihat Emma dan Alana duduk di kursi taman yang lain sehingga memutuskan untuk menguping pembicaraan kedua gadis muda itu.


William tidak mau bertindak bodoh muncul di hadapan Emma, yang malahan akan membuat Emma meninggalkan taman secepat mungkin.


William berjalan kembali ke kursi taman tempat Sisi dan Mimi berada setelah memastikan Emma dan Alana sudah pergi jauh. Sebuah rencana baru sudah muncul di pikiran William.


"Tuan William!" panggil Sisi dan Mimi dengan manja.


Kedua wanita seksi itu merangkul lengan William bersamaan.


"Siapa nama kalian?" tanya William dengan wajah tanpa ekspresi.


"Aku Sisi."


"Aku Mimi."


Kedua wanita seksi itu merasa bahagia karena mengira William sudah tergoda sehingga menanyakan nama mereka.


"Aku punya pekerjaan penting untuk kalian. Jika berhasil dan aku puas, aku akan mengabulkan permintaan kalian!" ujar William.


"Aku bersedia!" jawab Sisi dan Mimi bersamaan.


***


Selamat malam readers. Semoga bab ini ga kena tahan seperti semalam ya 😅.


Ada kejutan rencana apa dari William lagi ya? Setelah konflik ini selesai, berlanjut ke Keluarga Alexander. Don't miss it 🥰🥰


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG

__ADS_1


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2