
***Ruang kerja William di Perusahaan Pattinson***
Suara manja dari wanita di seberang telepon sana tidak membuat hati William tergoda. Bahkan William merasa kesal karena kebodohannya termakan rayuan wanita itulah yang membuat Emma membatalkan pertunangan dan menikah dengan Chris.
"Will! Kamu rindu padaku kan? Kamu di mana? Aku akan ke tempatmu sekarang," lanjut wanita itu dengan semangat saat menunggu beberapa detik belum mendengar suara balasan dari William.
Lily, si wanita penggoda yang sudah sering bergonta ganti pasangan itu merasa sangat gembira saat melihat nama William muncul di layar handphone miliknya yang berdering.
Sejak awal Lily memang sengaja menggoda William untuk melakukan hubungan mesra satu malam bersama sebelum William menikah dengan Emma karena Lily ingin membalas dendam terhadap keluarga Watson yaitu terhadap Dylan dan Liam.
Kedua kakak laki-laki Emma yang tampan dan mapan itu menolak tegas hubungan mesra yang ditawarkan oleh Lily. Padahal selama ini tidak ada pria yang menolak tubuh seksi dan permainan panas yang ditawarkan oleh Lily.
Bahkan Lily pun pernah berhubungan mesra dengan Jonathan, sang casanova sejati.
Selain itu Lily juga merasa iri terhadap Emma yang sempurna, cantik, kaya, dan disayangi oleh Keluarga Watson, sedangkan dirinya sendiri berasal dari keluarga broken home sehingga mencari kepuasan dan uang yang banyak dari hubungan mesra dengan pria lain.
Sejak kejadian Emma menangkap basah perselingkuhan William dan Lily di hotel, Lily merasa menang karena berhasil merusak pernikahan Emma dan William.
Lily yakin William pasti akan menghubunginya suatu saat nanti dan sekaranglah saatnya. Kesempatan emas untuk menjadi wanita William terpampang jelas di hadapan Lily.
"Temui aku di Apartemen Regal Residence jam tujuh malam. Aku akan share location. Jangan terlambat!" ucap William dengan nada tegas.
"Oke Will! See you tonight!" jawab Lily dengan riang.
William menekan tombol end call dengan cepat, lalu menelepon Jonathan.
"Halo Will! Aku sudah ready membantumu!" ucap Jonathan saat mengangkat telepon.
Jonathan sudah berfirasat William akan beraksi lagi setelah mendengar kabar Emma dan Chris akan pindah ke rumah baru sabtu ini.
"Jo! Tolong sewa detektif swasta untuk menyelidiki jadwal kerja Chris beberapa hari ini, terutama jamuan makan malam bisnis yang akan dihadirinya sebelum hari sabtu," kata William.
"Sip! No problem! Kamu bisa mengandalkanku," jawab Jonathan.
"Tolong sewa beberapa bodyguard dari Bruce," lanjut William lagi.
__ADS_1
Bruce merupakan saingan Jack dalam bisnis bodyguard. Jebakan untuk Chris adalah kesempatan terakhir bagi William untuk menghancurkan hubungan Emma dan Chris sehingga William menyusun strategi yang matang.
Tidak boleh ada orang yang mengganggu maupun merusak rencananya sehingga William membutuhkan beberapa bodyguard untuk berjaga-jaga.
***Apartemen Regal Residence***
Tepat jam tujuh malam, Lily sudah berdiri di depan apartemen William dan menekan bel pintu.
Beberapa saat kemudian, pintu apartemen terbuka. Senyum lebar mengembang di sudut bibir Lily saat melihat William hanya memakai jubah mandi saja.
"Will!" sapa Lily dengan suara manja dan genit.
William menghindar dengan cepat kedua tangan Lily yang hendak merangkul lehernya, lalu berjalan masuk ke dalam apartemen dan meninggalkan Lily dalam keadaan wajah kebingungan.
Lily menutup pintu apartemen dengan cepat dan menyusul William. William sudah duduk di sofa ruang tamu.
Lily pun menghampiri William dan bermaksud duduk di pangkuan pria tampan itu. Lily sudah tidak sabar memulai pertempuran seru di atas tempat tidur bersama William.
"Will!" teriak Lily, yang jatuh terduduk di lantai karena didorong oleh William dengan keras.
"Duduk di sana!" perintah William sambil menunjuk kursi sofa yang berjarak jauh darinya.
"Will! Kenapa kamu menolakku?" tanya Lily dengan mata berkaca-kaca.
Lily melancarkan jurus andalan yang selalu dipakai olehnya untuk menghadapi lawan jenis dan selalu berhasil. Tidak ada pria yang akan menolak wanita lemah dan seksi.
"Jangan pernah menggodaku lagi! Aku tidak akan pernah menyentuhmu! Never!" ujar William dengan tegas.
Lily merasa kecewa dengan jawaban William, tetapi wanita tidak tahu malu itu bukanlah orang yang mudah menyerah.
"Kamu memanggilku ke apartemen karena merindukanku, Will! Aku bisa memuaskanmu berkali-kali," ucap Lily.
Lily sengaja melipat kaki kanan ke kaki kirinya sehingga memperlihatkan paha mulus di balik rok mininya, lalu mencondongkan tubuhnya ke depan agar kemeja yang super ketat dan tipis memperlihatkan jelas lekuk tubuhnya.
William akui Lily memang wanita penggoda dengan sertifikat kelulusan terbaik jika ada mata kuliah tersebut, tetapi saat ini William merasa semakin jijik terhadap Lily dan ingin mengusirnya kalau saja tidak teringat tujuan utamanya mencari Lily.
__ADS_1
William mengambil selembar cek dari saku celananya dan meletakkannya di atas meja yang menjadi penghalang kursinya dengan kursi Lily.
William mendorong cek itu ke arah Lily. Wanita penggoda itu langsung mengambil cek dan membaca nominal yang tertera di atasnya.
Senyum lebar menghias di sudut bibir Lily. Lily melipat cek itu dan membuka tas tangannya, lalu menyimpannya tanpa ragu.
Lily berdiri dari kursi sofa dan menatap William dengan genit. "Kamu ingin pelayanan jenis apa?" tanya Lily sambil membuka kancing bajunya satu persatu dengan cepat.
"Bukan aku!" ujar William.
Gerakan tangan Lily terhenti di kancing baju terakhir karena perkataan William. Lily mengamati sekeliling apartemen dan tatapannya berhenti di salah satu pintu kamar.
"Ada pria lain di kamar?" tanya Lily.
"Tidak ada! Tugasmu bukan malam ini," jawab William.
Lily terdiam sebentar dan berpikir keras apa maksud perkataan William. Senyum samar menghias di sudut bibir Lily dalam waktu singkat.
Wanita penggoda itu duduk kembali ke kursi sofa. Baju kemeja yang sudah terbuka lebar dibiarkan begitu saja.
"Will! Siapa yang harus aku jebak?" tanya Lily dengan santai.
Kali ini senyum lebar yang menghias di wajah William. William yakin Lily merupakan wanita penggoda pilihan terbaik dan pastinya Chris tidak bisa melepaskan diri dari jebakan Lily.
***
Selamat malam readers. Maaf up nya malam ya karena sibuk real life 😊🙏.
Apakah Chris bisa terlepas dari jebakan Lily yang super agresif? Jawabannya di hari senin ya readers.
Author mau izin libur satu hari besok karena harus menemani anak-anak jalan-jalan cari angin alias refreshing setelah selesai UAS 🤣🤣. Gak bisa nolak permintaan bocil.
HAPPY HOLIDAY.
TERIMA KASIH PENGERTIANNYA.
__ADS_1
LOVE SEKEBON 🥰🥰🥰
AUTHOR : LYTIE