
***Ruang makan Mansion Watson***
Dylan bersikap tenang menghadapi tatapan tajam dari Tom sehingga membuat Tom berpikir sejenak semua hal mengenai Chris.
"Bukankah asal usul Chris sudah kamu selidiki sejak awal, sebelum Emma menikah dengannya? Apakah kamu menemukan sesuatu di Sydney?" tanya Tom, beberapa saat kemudian.
Prioritas utama Tom adalah kebahagiaan Emma sehingga apabila asal usul Chris bermasalah maka Tom akan mempertimbangkan ulang pernikahan Chris dan Emma apakah berlanjut atau tidak.
"Tidak ada, Pa! Aku hanya penasaran Chris belajar bisnis dari siapa," jawab Dylan.
"Mungkin dari pengalamannya selama bertahun-tahun di Sydney," ujar Tom.
"Iya, Pa!" jawab Dylan.
"Kamu beristirahatlah sebentar! Aku mau memancing sekarang, sebelum makan malam nanti," kata Tom.
"Baik, Pa!" jawab Dylan dengan patuh.
Bersamaan dengan itu, Owen berlari menghampiri Tom dan tersenyum lebar menatap kakek kesayangannya. Liam mengikutinya dari belakang.
"Ada apa Owen?" tanya Tom sambil membelai kepala Owen dengan lembut.
"Owen mau ikut kakek memancing di kolam belakang," jawab Owen antusias.
Owen tahu saat suasana hati Tom membaik, pria paruh baya itu akan menghabiskan waktunya memancing ikan sehingga Owen ingin menemani Tom. Lagipula Emma sedang beristirahat di dalam kamar.
"Ayo!" ajak Tom sambil tersenyum lebar.
Dylan dan Liam menatap punggung Tom dan Owen yang sudah menjauh dari pandangan mereka. Mereka berdua tahu Tom sangat menyayangi Owen dan memperlakukannya seperti cucu sendiri.
Kehadiran Owen di Mansion Watson membuat suasana mansion menjadi lebih berwarna. Dylan dan Liam pun sangat menyukai Owen.
__ADS_1
"Dinas ke Australia tidak lancar?" tanya Liam ke Dylan secara tiba-tiba.
Walaupun Liam terkenal dengan sifat tertutup, dingin, dan tidak suka berbicara banyak, tetapi perasaan Liam sangatlah sensitif sehingga menyadari ada sesuatu hal yang mengganggu pikiran Dylan saat ini.
"Semua lancar," jawab Dylan sambil menepuk pundak Liam sebelum berjalan meninggalkan Liam di sana.
Dylan menuju salah satu kamar yang merupakan ruang kerjanya saat berada di Mansion Watson.
Ketika Dylan duduk di kursi kerja, Dylan mengeluarkan laptop yang tersimpan di dalam tas kerja yang dibawanya dinas ke Australia beberapa hari yang lalu.
Dylan meletakkan tas kerjanya di ruang kerja sebelum bergabung dengan Tom, Chris-Emma, dan Liam di ruang makan tadi.
Dylan menyalakan laptop untuk mengubah beberapa isi perjanjian dalam kontrak kerja sesuai kesepakatan dengan Mr. Smith saat berada di Sydney.
Dua puluh menit berlalu dengan cepat. Dylan menyimpan kembali laptop ke dalam tas kerja setelah semua pekerjaannya selesai.
Tangan Dylan menggenggam sebuah kartu nama yang diambilnya dari dalam tas kerja yang sama.
Kartu nama itu dititipkan oleh seseorang ke staf hotel untuknya dan memberi pesan bahwa pemilik kartu nama ingin bertemu dengan Dylan secara pribadi.
"Alexander! Apakah dia ada hubungan dengan Chris? Apa hubungan Chris dengan Keluarga Alexander dari Amerika?" batin Dylan.
Dylan menelepon Rocky setelah mempertimbangkan secara matang apa yang harus dilakukannya segera.
"Halo Tuan Dylan!" sapa Rocky dengan sopan saat menjawab telepon.
"Rocky! Ke ruang kerjaku sekarang!" perintah Dylan.
"Baik Tuan Dylan!" jawab Rocky.
***
__ADS_1
"Rocky! Selidiki Keluarga Alexander di Amerika! Emma tidak boleh tahu hal ini!" perintah Dylan.
Dylan tidak memberi tugas ini melalui panggilan telepon melainkan meminta Rocky ke ruang kerjanya karena tugas yang diberikan kali ini berhubungan dengan Chris, sedangkan Rocky setia berjaga di depan kamar Emma.
"Maaf Tuan Dylan. Beberapa waktu yang lalu, Nona Emma juga menyelidiki Keluarga Alexander di Amerika!" lapor Rocky.
Pada saat itu, Emma meminta Rocky menyembunyikan hal itu dari Keluarga Watson dan Rocky mematuhinya. Akan tetapi, sekarang Dylan mendadak melakukan penyelidikan yang sama sehingga Rocky yakin Dylan mencurigai sesuatu.
"Berarti benar dugaanku! Sepertinya Emma sudah mengetahui masa lalu Chris!" batin Dylan.
"Apakah Emma ada memberi perintah yang lain setelah melihat data hasil penyelidikan?" tanya Dylan.
"Tidak ada, Tuan Dylan!" jawab Rocky.
"Baiklah. Aku mau memeriksa data hasil penyelidikan. 30 menit lagi serahkan datanya padaku!" ucap Dylan.
"Baik, Tuan Dylan!" jawab Rocky.
***
Selamat malam readers.
Konflik terakhir akan muncul dalam cerita sebelum menuju ending ya.
Tetap setia ikuti ceritanya hingga tamat ya readers tercinta.
Terima kasih dukungan Vote, hadiah, tips iklan, like, dan komentar positifnya 🤗🙏
LOVE YOU ALL🥰
SALAM SAYANG
__ADS_1
AUTHOR : LYTIE