
***Mansion Watson***
Emma, Chris, Tom, dan Owen sedang sarapan pagi bersama di ruang makan. Sementara Dylan dan Liam tidak berada di mansion.
Dylan sedang dinas kerja ke Australia dan Liam menghadiri pertemuan antar dokter di rumah sakit Amerika.
Emma menikmati American Breakfast masakan Chris dengan lahap, sedangkan Owen dan Hans menikmati sarapan pagi hasil masakan koki mansion.
Owen sudah mengenakan pakaian sekolah dengan rapi. Setiap hari Chris yang akan mengantar Owen ke sekolah swasta sebelum ke kantor. Emma bertugas menjemput Owen, dengan pengawalan dari Rocky sebagai bodyguard pribadi Emma.
Tom tersenyum puas melihat hubungan Emma dan Chris berjalan sangat baik. Selama Emma dan Chris tinggal di mansion, Tom selalu memantau secara diam-diam interaksi di antara sepasang sejoli itu.
Tom melakukannya karena pernikahan dadakan Emma dan Chris, yang disebabkan oleh hubungan mesra satu malam saja.
Tom khawatir Emma menjalani pernikahan yang tidak bahagia dan berakhir kehancuran. Akan tetapi, saat ini Tom sangat puas Chris menjadi menantunya.
"Emma! Bagaimana persiapan rumah baru kalian?" tanya Tom.
"Semua sudah lengkap, Pa! Sabtu ini kita akan pindah ke sana," jawab Emma.
"Hore! Aku mau berenang di pantai!" ucap Owen kegirangan.
Emma,Chris, dan Tom tersenyum kecil melihat kegembiraan Owen.
"Pilihlah beberapa pelayan mansion untuk membantumu di rumah baru," saran Tom.
"Oke, Pa!" jawab Emma.
"Kapan warming house party?" tanya Tom.
"Minggu depan, Pa. Kita hanya mengundang anggota keluarga dan beberapa teman terdekat saja," jawab Emma.
Tom menganggukkan kepala pertanda setuju dengan perkataan Emma.
***
Owen berjalan dengan cepat sambil memegang erat tas ranselnya menuju pintu keluar Mansion Watson karena sudah tiba saatnya untuk berangkat sekolah.
Owen sangat menyukai sekolah baru itu. Banyak teman baru yang menyukainya sehingga Owen selalu bersemangat penuh dan tidak mau terlambat ke sekolah.
Sementara Chris dan Emma mengikuti Owen dari belakang sambil bergandengan tangan mesra.
"Emma! Hari ini aku pulang lebih malam daripada hari biasanya. Ada jamuan bisnis makan malam di hotel," ucap Chris.
"Hotel mana?" tanya Emma.
__ADS_1
"Hotel tempat kita tidur bersama pertama kalinya," jawab Chris sambil tertawa kecil.
Seketika Chris mengingat jebakan yang dilakukan oleh Emma di hotel itu dengan pura-pura tertidur karena mabuk sehingga mereka berdua tertangkap basah oleh Dylan keesokan paginya.
Emma pun ikut tertawa kecil. Kejadian itu bagaikan baru saja terjadi kemarin karena teringat jelas di pikiran Emma maupun Chris.
"Atau kamu ikut ke jamuan bisnis itu?" tanya Chris.
Entah mengapa Chris memiliki firasat adanya kejadian buruk di jamuan bisnis malam ini. Chris merasa lebih tenang jika Emma menemani di sisinya.
"Di mansion hanya tinggal papa saja. Aku tunggu kamu pulang," jawab Emma.
"Baiklah," ucap Chris.
"Kenapa? Kamu mau melanjutkannya dengan malam pertama di sana?" canda Emma.
Chris menghentikan langkah kakinya dan memeluk pinggang Emma dengan erat sehingga mereka berdua saling berhadapan.
"Ide yang bagus," ucap Chris sambil mencium bibir stroberi Emma dengan agresif.
Emma pun membalas ciuman agresif Chris. Tanpa terasa ciuman panas itu berlangsung lama tanpa ada yang ingin menghentikannya.
"Daddy! Emma! Nanti Owen terlambat!"
Suara nyaring Owen dari kejauhan membuat Emma dan Chris melepaskan tautan bibir mereka dengan enggan. Chris mendekap erat tubuh Emma dan menghirup aroma khas tubuh gadis muda itu.
"Nanti malam peluk sepuasnya," janji Emma.
"Baiklah. Bye honey!" kata Chris.
"Bye Chris!" balas Emma.
Chris mengusap lembut kepala Emma sebelum keluar mansion. Owen sudah duduk di dalam mobil dengan seat belt yang terpasang rapi dan jendela mobil yang terbuka lebar.
"Selamat pagi Tuan Chris!" sapa Pak Oka, sopir Chris sambil membuka pintu mobil.
"Pagi Pak Oka!" balas Chris.
Beberapa saat kemudian, Pak Oka mengemudikan mobil keluar dari Mansion Watson menuju sekolah Owen.
"Daddy!"
Tiba-tiba Owen memanggil Chris sehingga Chris menoleh ke samping.
"Ada apa Owen?" tanya Chris.
__ADS_1
"Aku…aku mau dedek bayi dari Emma," jawab Owen.
"Yakin?" tanya Chris.
"Iya," jawab Owen sambil menganggukkan kepala dengan pasti.
"Kalau begitu, Owen harus berjanji tidak mengganggu daddy dan Emma saat tidur di rumah baru," kata Chris.
"Oke. Aku berjanji!" jawab Owen dengan cepat.
"Good boy!" puji Chris sambil membelai kepala Owen dengan lembut.
Chris membuka ipad mini yang berada di tangannya untuk memeriksa email, sedangkan Owen menatap kaca mobil samping dan melihat bangunan rumah, toko, maupun orang-orang yang sudah mulai beraktivitas di pagi hari ini.
"Daddy!"
Owen memanggil Chris lagi sehingga Chris menoleh ke arah Owen.
"Ada pertanyaan lain?" tanya Chris dengan lembut.
Ekspresi wajah Owen sudah dikenal baik oleh Chris sehingga bisa menebak isi pikiran Owen saat ini.
"Kapan dedek bayinya lahir?" tanya Owen dengan polos.
Chris tertawa kecil karena pertanyaan Owen. Sepasang mata coklatnya menatap intens wajah imut Owen.
"Dedek bayi harus tinggal di perut mommynya selama sembilan bulan sebelum lahir," jawab Chris.
"Dedek bayi sudah ada di perut Emma sekarang?" tanya Owen.
"Masih belum. Daddy janji akan ada dalam waktu singkat," jawab Chris.
"Yes! Janji kelingking!" ucap Owen.
Chris pun mengaitkan jari kelingkingnya ke jari kelingking Owen. Mereka berdua tersenyum lebar bersamaan.
***
Selamat malam readers. Setelah scene harmonis Chris dan Owen, bersiaplah menyambut Lily alias ulat belatung aka ulat keket di bab besok ya 😁
Akan ada kejadian menegangkan nih. Don't miss it 😘😘
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
__ADS_1
AUTHOR : LYTIE