
***Ruang kerja William di Perusahaan Pattinson***
"Papa!" sapa William saat melihat Hans berjalan masuk ke dalam ruang kerjanya.
Hans tidak menjawab sapaan William melainkan menggelengkan kepalanya karena melihat barang pajangan cantik yang menjadi hiasan ruang kantor pecah dan berserakan di lantai, sedangkan Gibson yang sudah menutup rapat pintu berlari kecil mengambil kotak P3K dari salah satu laci yang berada di ruang kantor William.
Kepalan tangan William terluka karena pria arogan itu meninju meja kerjanya sendiri sebelum Hans dan Gibson masuk.
"Tu…tuan William!" panggil Gibson terbata-bata.
Kedua tangan Gibson memegang erat kotak P3K. Sekretaris pribadi itu bermaksud mengobati luka tangan William.
"Letakkan di meja dan keluarlah!" Hans yang sedari tadi diam seribu bahasa, akhirnya membuka suara.
"Baik Tuan besar!" jawab Gibson dengan patuh.
Gibson pun meletakkan kotak P3K di atas meja kerja William dan segera meninggalkan ruangan. Gibson berdiri di depan ruang kerja William dan berjaga di sana.
***
"Apa yang kamu lakukan, Wil?" tanya Hans, setelah di dalam ruangan hanya tersisa dirinya dan William.
William diam seribu bahasa sambil menundukkan kepalanya.
"Jawab!" bentak Hans.
"Emma menolakku, Pa!" jawab William.
"Sejak pernikahan bisnis dibatalkan, kamu tidak ada hubungan apa-apa lagi dengan Emma! Emma sudah menjadi istri pria lain!" ujar Hans.
"Akulah yang pantas menjadi suami Emma, Pa! Bukan pria lain!" bantah William.
__ADS_1
"Sadarlah, Wil! Obsesimu menghancurkan dirimu sendiri! Lihatlah sekelilingmu! Apakah seorang CEO akan bertindak seperti ini? Apakah kamu masih waras?" tanya Hans sambil menunjuk pecahan barang pajangan di lantai.
William menggigit bibir bawahnya dengan keras karena perkataan Hans. William akui dalam hati kecil bahwa dirinya sering kehilangan kendali sejak Emma menikah.
"Aku masih waras, Pa!" jawab William beberapa saat kemudian.
"Buktikan padaku!" tukas Hans.
"Maksud Papa?" tanya William.
"Terima dan jalankan hasil keputusan meeting internal tadi!" jawab Hans.
"Aku…"
William ingin membantah, tetapi Hans memotong pembicaraan William dengan cepat.
"Wil! Papa menjamin mu di meeting internal sehingga para pemegang saham memberimu kesempatan kedua. Papa sudah tua. Jika kamu melepaskan kesempatan kedua itu, Papa pasrah kamu pergi dari Keluarga Pattinson!" ujar Hans.
"Papa!"
William menatap punggung Hans dengan perasaan tidak karuan. William tahu Hans sangat menyayanginya dan sikap serta tindakannya sudah melukai hati Hans.
Hans terlihat sangat rapuh dan tidak berdaya. Perkataan Hans merupakan ultimatum terakhir bagi William.
William lebih memilih Hans memarahi dan mengurungnya di bawah pengawasan bodyguard. Akan tetapi, sikap pasrah Hans membuat William bimbang dan ragu untuk melanjutkan obsesi gilanya terhadap Emma.
Tepat saat tangan Hans akan memutar knop pintu, pria paruh baya itu menghentikan langkah kakinya dan menoleh ke belakang.
"Wil!" panggil Hans.
"Iya, Pa!" jawab William dengan semangat.
__ADS_1
William berlari kecil mendekati Hans. Panggilan Hans membuat secercah harapan muncul lagi dalam diri William.
"Obati lukamu. Jangan sampai infeksi," ucap Hans, lalu memutar knop pintu dan meninggalkan William.
William melangkahkan kakinya dengan lesu menuju meja kerja dan duduk di kursi.
Tangannya menarik kotak P3K, membuka dan mengambil obat untuk mengobati luka di kepalan tangannya.
Rasa perih dari luka itu tidak dirasakan oleh William. Pandangan matanya kosong karena pikirannya melayang jauh tepatnya ke saat meeting internal bersama para pemegang saham.
Hasil voting mengharuskan William mengundurkan diri dari jabatan CEO Perusahaan Pattinson. Pada saat itulah Hans membuka suara dan menjamin William di hadapan para pemegang saham.
Hans mengungkapkan satu usul untuk dipertimbangkan. Sebagian pemegang saham yang berjuang bersama Hans sejak muda menyetujuinya sehingga William mendapatkan kesempatan kedua.
William masih menjabat sebagai CEO Perusahaan Pattinson, tetapi William akan dipindah tugaskan ke salah satu cabang perusahaan di Singapura selama satu tahun.
Tentu saja William sendiri tidak setuju dengan usul itu. Satu tahun bukanlah waktu yang singkat. Kemungkinan besar banyak hal bisa terjadi dalam satu tahun termasuk hubungan pernikahan Emma dan Chris yang semakin mesra.
Oleh karena itu, Hans memberikan William waktu selama dua minggu untuk mengambil keputusan.
Jika William menolak, maka bisa dipastikan William akan diusir dari perusahaan dan juga Keluarga Pattinson.
***
Selamat malam readers tercinta.
See you tomorrow ya 😊
TERIMA KASIH DUKUNGANNYA
SALAM SAYANG
__ADS_1
AUTHOR : LYTIE