SUAMI SEJATI PILIHAN NONA MUDA

SUAMI SEJATI PILIHAN NONA MUDA
BAB 29. Are you ready?


__ADS_3

***Kamar tidur Emma di Mansion Watson***


Chris yang sudah selesai mandi, duduk bersandar di tempat tidur sambil mengamati sekeliling kamar tidur Emma.


Kamar tidur yang luas dan tertata rapi. Di atas meja rias tersedia semua alat make up Emma. Bahkan ada lemari kecil yang khusus tempat koleksi parfum Emma.


Suasana kamar sangat bersih tanpa debu dan harum. Chris yakin selama Emma berada di Sydney, kamar tidur ini pasti rutin dibersihkan oleh pelayan mansion.


Beberapa hal spesifik dari kamar ini dan sangat cocok dengan karakteristik Emma, disimpan sepenuhnya dalam memori Chris. Chris ingin menambahkannya di kamar tidur mereka berdua, yang berada di dekat pantai.


Sementara Emma sedang berendam air hangat di bathtub dengan gelembung-gelembung wangi yang dihasilkan oleh bath bomb.


Dua puluh menit kemudian, Emma keluar dari kamar mandi dengan baju tidur yang sepadan dengan baju tidur Chris.


Sejak mereka menikah, Emma dan Chris selalu menggunakan pakaian tidur couple. Bahkan Owen pun merengek ingin pakaian tidur yang sama dengan pasangan Emma-Chris sehingga Emma sengaja membeli pakaian tidur family set.


Chris turun dari tempat tidur dan menghampiri Emma, lalu menarik tangan gadis muda itu. Mereka berjalan menuju meja rias.


Emma duduk di depan meja rias. Gadis muda itu tahu apa yang akan dilakukan oleh Chris. Kebiasaan kecil yang Chris sering lakukan membuat Emma menikmatinya.


Chris menyalakan hair dryer dan mengeringkan rambut Emma dengan telaten, sedangkan sepasang mata bening Emma menatap wajah serius Chris dari pantulan cermin.


"Chris semakin tampan," puji Emma dalam hatinya.


***


"Sudah kering rambutnya. Ayo kita tidur sekarang," ajak Chris, setelah mematikan hair dryer dan mencabut kabelnya dari stop kontak.


Chris menggandeng tangan Emma menuju tempat tidur. Lampu nakas di samping tempat tidur di matikan Chris setelah mereka berdua berbaring sambil berpelukan seperti malam-malam sebelumnya.


"Emma! Besok pagi aku harus berangkat ke Perusahaan Nicholas bertemu Jack, untuk mengurus semuanya. Minggu depan akan resmi diumumkan tentang akuisisi Perusahaan Nicholas menjadi bagian dari Perusahaan Christian," ucap Chris.


Berita mengenai akuisisi dan pemindahan Perusahaan Christian ke Bali tertutup rapat ke umum untuk menghindari campur tangan William, yang pastinya akan menghalangi dengan segala cara kotor dalam bisnis.


Keputusan bulat Chris untuk memindahkan perusahaannya ke Bali juga dikarenakan Chris ingin berhadapan langsung dengan William. Beberapa rencana awal sudah dijalankan oleh Chris, dengan bantuan dari Jack.


Besok pagi Chris bertemu Jack untuk menandatangani surat kontrak akuisisi bersama.


Sebenarnya surat kontrak yang dikirim oleh Chris ketika masih berada di Sydney, sudah disetujui semua poin-poinnya oleh Jack.


Hubungan mereka yang akrab membuat Chris ingin bertemu muka secara langsung dengan Jack saat menandatangani surat kontrak bersama untuk memperlihatkan itikad baiknya akuisisi perusahaan milik Jack.

__ADS_1


Selain ini ada hal lain yang ingin Chris rundingkan dengan Jack secara langsung.


"Baiklah. Besok aku akan membawa Owen inspeksi beberapa sekolah yang sudah aku pilih. Jika ada yang cocok, aku akan mengurus pendaftaran sekolah Owen," kata Emma.


Emma menepati janjinya untuk mencari sekolah yang cocok untuk Owen. Emma ingin membantu meringankan beban Chris, yang pastinya masih harus fokus dengan perusahaannya.


"Thank you Emma. Kamu istri paling baik sedunia," ucap Chris sambil memberikan kecupan bertubi-tubi di wajah Emma sehingga gadis muda itu tertawa geli.


Emma sengaja membalikkan tubuhnya untuk menghindari kecupan yang masih belum berhenti dari bibir Chris. Chris memeluk erat pinggang Emma dari belakang.


Tangan Chris merapikan rambut panjang Emma ke satu sisi sehingga kecupan Chris bisa berlanjut di leher belakang Emma.


Wajah Emma merona merah seketika. Tegangan listrik volt kecil menyengat tubuhnya membuat detak jantung Emma semakin cepat.


Emma teringat akan janji Chris untuk memberikan kompensasi saat mereka di Bali.


Satu pertanyaan langsung muncul di pikiran Emma. Apakah malam ini mereka akan melakukan petualangan fantasi yang sudah tertunda cukup lama?


Emma merasa tegang dan gugup. Dirinya tidak berani membalikkan tubuhnya menghadap Chris. Kedua matanya terpejam rapat menikmati kecupan dari Chris.


Beberapa saat kemudian, Chris membalikkan tubuh Emma agar menghadap ke arahnya. Senyum tipis mengembang di sudut bibir Chris saat melihat wajah gugup Emma dan juga sepasang mata Emma yang masih terpejam rapat.


Chris memajukan wajahnya, lalu mencium kening Emma, berlanjut ke hidung mancung Emma, pipi, dan bibir stroberi Emma. Semuanya berupa kecupan singkat.


"Iya," jawab Emma, tanpa membuka matanya.


"Open your eyes, honey!" ucap Emma.


Kedua mata Emma terbuka dan bertatapan dengan sepasang mata coklat teduh milik Chris. Sepasang mata coklat ini bagaikan magnet yang menghipnotis Emma.


"Are you ready?" tanya Chris.


Emma menganggukkan kepala pelan. Chris menangkupkan kedua tangan di pipi Emma dan memberikan ciuman yang sangat dalam.


Emma pun membalas ciuman Chris. Ciuman lembut dan penuh perasaan dinikmati mereka berdua.


Beberapa saat kemudian, atasan baju tidur Chris dan Emma sudah tergeletak di atas lantai kamar tidur. Tubuh mereka berdua sama-sama polos di bagian atas.


Chris memberikan ciuman menyeluruh di leher jenjang Emma, sedangkan Emma sendiri memejamkan rapat kedua matanya sambil memeluk punggung Chris.


Setiap sentuhan dan ciuman Chris menyebabkan Emma mengeluarkan suara lembut, yang semakin membuat gejolak darah muda Chris bergelora.

__ADS_1


Tepat saat tangan Chris menyentuh celana tidur Emma, sepasang mata gadis muda itu terbuka lebar.


"Wait, Chris!" seru Emma spontan.


Chris menghentikan aksinya dan menatap intens Emma. Chris mengira Emma merasa gugup dan belum siap untuk petualangan fantasi dengannya.


"It's okay honey. Kita akan melakukannya saat kamu ready sepenuhnya," kata Chris.


Chris menggerakkan tubuhnya yang semula berada di atas tubuh Emma agar menjadi berbaring di samping Emma, tetapi tangan Emma mencekal lengan Chris dengan cepat.


"I'm ready, Chris! Hanya saja…."


Emma menghentikan ucapannya dan terlihat jelas gadis muda itu kebingungan menjelaskan ke Chris.


"Ada apa Emma?" tanya Chris.


Emma melepaskan tangannya dari lengan Chris dan memegang perutnya sendiri.


"Perutmu sakit?" tanya Chris dengan nada khawatir.


"Aku…aku datang bulan," jawab Emma dengan suara kecil.


Chris segera turun dari tempat tidur sambil menggendong Emma.


"Aku bawa kamu ke kamar mandi untuk membersihkan diri," ucap Chris.


"Iya," jawab Emma.


***


Selamat malam readers. Waduh, gagal lagi petualangan fantasinya 😂😂.


Tenang tenang. Ini kegagalan terakhir. Author janji deh 🥰🙏.


Sebelum petualangan fantasi terjadi, masa lalu Chris akan diungkapkan dalam cerita ya.


Jangan lupa baca kelanjutannya besok.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG

__ADS_1


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2