SUAMI SEJATI PILIHAN NONA MUDA

SUAMI SEJATI PILIHAN NONA MUDA
BAB 74. Kejutan dari Emma


__ADS_3

***Mansion Watson***


Tom sedang duduk santai memancing di kolam ikan yang berada di belakang mansion. Tom sudah berada di sana selama beberapa jam.


Pagi hari Emma, Owen, dan Liam berangkat ke rumah baru. Sementara Dylan juga berangkat bekerja ke Perusahaan Watson sehingga Tom mempunyai banyak waktu luang untuk menyalurkan hobinya sepanjang hari.


Suara langkah kaki yang mendekat membuat pria paruh baya itu menoleh ke belakang.


"Tuan Tom!" sapa Pak Gusti, kepala pelayan mansion.


Sepasang mata Tom fokus ke handphone yang berada di tangan Pak Gusti.


"Siapa?" tanya Tom.


"Telepon dari Tuan muda Dylan," jawab Pak Gusti sambil memberikan handphone itu ke Tom.


"Halo!"


"Papa! Wil mengundang kita makan malam bersama hari ini. Apakah papa mau pergi?" tanya Dylan.


"Makan malam bersama? Bagus! Aku pun ingin bertemu dengannya!" jawab Tom.


"Baiklah. Aku akan menjemput papa jam lima sore," ucap Dylan.


"Oke!" kata Tom.


Tom memberikan alat pancingnya ke Pak Gusti. "Aku sudah tidak ada mood memancing lagi!" ujar Tom sambil berjalan meninggalkan kolam ikan.


Tom tidak menolak ajakan makan malam bersama dari William karena ingin mengetahui apakah William masih mempunyai niat jahat untuk mengusik kebahagiaan Emma.


Jika iya, Tom tidak akan segan memberi pelajaran ke William secara langsung.


***Ruang kerja Chris di Perusahaan Christian***


Chris sedang serius melakukan zoom meeting dengan rekan bisnis melalui laptop saat mendengar suara ketukan pintu dari luar.

__ADS_1


"Masuk!" ucap Chris dan melanjutkan zoom meeting tanpa menoleh ke arah pintu.


Sebelum memulai zoom meeting, Chris meminta Rio untuk membawakan satu cangkir kopi sehingga Chris menduga Rio lah yang mengetuk pintu.


Beberapa saat kemudian, satu cangkir kopi berada di atas meja kerja, lalu orang yang mengantarkan kopi itu berdiri di samping kursi Chris, tetapi tidak terekam ke dalam kamera laptop.


Chris mengira ada laporan yang ingin disampaikan Rio, sekretaris pribadinya sehingga Chris membiarkan Rio berada di ruang kerjanya.


Sepuluh menit berlalu dan zoom meeting berakhir. Chris mengambil cangkir kopi dari atas meja dan meneguknya.


Tepat saat Chris meletakkan kembali cangkir kopi yang sudah kosong di atas meja, sepasang tangan merangkul lehernya dari belakang.


"Surprised!"


Suara riang Emma membuat senyum lebar menghias di sudut bibir Chris seketika.


Chris menundukkan kepala dan memberikan kecupan yang bertubi-tubi ke tangan Emma sehingga wanita muda itu tertawa kegelian dan melepaskan tangannya dari leher Chris.


Chris menggunakan kesempatan itu untuk memutar kursinya menghadap belakang, lalu menarik tubuh Emma sehingga Emma jatuh terduduk di pangkuan Chris.


Suasana ruangan kantor menjadi sangat romantis sesuai suasana hati Chris dan Emma yang berbunga-bunga.


Pada akhirnya Chris yang duluan menghentikan ciumannya karena gejolak darah mudanya mulai menginginkan hal yang lebih dari sekadar ciuman mesra.


Chris menatap intens pipi Emma yang bersemu merah seperti kepiting rebus.


"Kenapa kucing nakalku bisa datang?" tanya Chris sambil mencubit lembut hidung mancung Emma.


"Aku datang inspeksi dadakan. Mungkin saja ada kucing betina yang bersembunyi di ruang kerja mu," canda Emma.


Chris tertawa kecil dan memeluk tubuh Emma dengan erat. Indra penciumannya menghirup aroma khas parfum dari tubuh Emma yang menenangkan hatinya.


"Jangan khawatir honey. Tidak ada kucing betina yang berani masuk ke ruang kerjaku," jawab Chris.


"Kenapa?" tanya Emma dengan wajah penasaran.

__ADS_1


"Mereka takut digigit harimau betinaku," jawab Chris.


Emma tertawa kecil dan mencubit pinggang Chris spontan. Chris mencium bibir stroberi Emma lagi dengan ciuman yang agresif dan tidak bisa ditolak oleh Emma.


Chris berdiri dari kursinya sambil menggendong Emma, dengan posisi saling berhadapan. Sementara bibir mereka masih menyatu dan menikmati rasa manis yang memabukkan.


Chris berjalan menuju sofa dan membaringkan tubuh Emma di sana. Mereka berdua pun melanjutkan ciuman dengan leluasa. Bahkan Emma merasakan dejavu karena ciuman pertamanya bersama Chris di sofa hotel.


Gigitan cinta dari Chris menghias di leher Emma. Lebih tepatnya membuat jejak baru dan menutupi gigitan cinta yang dibuatnya semalam.


Chris sadar ruang kerja bukanlah tempat yang tepat untuk melakukan petualangan fantasi dengan Emma sehingga Chris hanya ingin melepaskan rasa rindunya dengan pemanasan awal saja.


"Chris!"


"Hm…!"


"Owen di luar!"


Perkataan Emma membuat Chris menghentikan gigitan cinta di leher Emma.


"Kita lanjutkan malam ini, honey!" bisik Chris dan memberikan gigitan kecil di daun telinga Emma sehingga Emma merasakan aliran listrik kecil menyengat sekujur tubuhnya.


***


Selamat malam readers. Maaf up nya malam ya karena sibuk reallife 🙏.


Bab ini up pukul 22.30 wita. Semoga lancar😊


Suit suit. Chris mulai nakal nih 😘


Jangan lupa baca kelanjutan cerita besok ya.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG

__ADS_1


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2