
***Ruang tamu Mansion Watson***
William tersenyum lebar saat melihat Emma muncul di ruang tamu. William tidak memedulikan Owen yang bergandengan tangan dengan Emma maupun Rocky dan beberapa bodyguard mengikuti Emma dengan ketat.
"Emma!" sapa William dengan antusias.
William berdiri dari kursi sofa dan tangannya sudah terulur untuk menyambut Emma. Seolah-olah hubungan mereka berdua sangatlah dekat.
Emma menghindari tangan William dengan cepat dan duduk di kursi sofa yang lebih jauh bersama Owen.
"Duduklah Will!" ucap Emma.
William tidak tersinggung dengan perlakuan Emma dan duduk kembali di kursi sofa semula.
"Ada keperluan apa, Will? Bukannya kamu seharusnya di kantor saat ini?" tanya Emma dengan nada datar.
"Aku rindu padamu sehingga datang mengunjungimu," jawab William.
"Aku sudah memiliki suami dan putra yang baik serta menyayangiku. Jangan mengganggu keluarga kecilku!" ujar Emma.
Emma yakin William tidak menyerah hanya dikarenakan harga diri William yang tinggi tercoreng ketika Emma menikah dengan Chris sehingga membuat Keluarga Pattinson merasa malu.
Emma tidak percaya William akan mencintainya dengan tulus seperti rasa cinta Chris terhadapnya. Lagipula pertunangan dan pernikahan bisnis sebelumnya dengan William memang hanya untuk keuntungan kedua keluarga besar masing-masing.
"Om tidak akan bisa merebut Emma dari daddy dan aku!" kata Owen dengan tegas.
"Emma! Apapun yang bisa diberikan oleh pria itu, aku bisa memberimu dua kali lipat. Aku lebih kaya dari dia!
Ceraikan pria itu dan menikahlah denganku!" ucap William.
William merogoh saku jas kerjanya dan mengeluarkan satu buah kotak perhiasan berukuran kecil, lalu membukanya di hadapan Emma.
Wajah Emma menjadi merah menahan kemarahannya saat melihat isi kotak perhiasan itu, sedangkan Owen dan Rocky menatap isi kotak dengan tatapan tidak percaya.
Kotak perhiasan itu berisi cincin pernikahan emas 18 karat merek Cartier. Cincin pernikahan yang sama persis dengan cincin pernikahan yang diberikan oleh Chris ke Emma dan melingkar di jari manis Emma saat ini.
Bukan hanya itu saja yang membuat suasana hati Emma menjadi buruk, melainkan di dalam kotak perhiasan itu berisi dua buah cincin pernikahan.
Saat ini Emma menyadari maksud perkataan William sebelumnya bahwa pria muka tembok itu akan memberikan apapun barang yang diberikan Chris dua kali lipat.
__ADS_1
Emma berdiri dari kursi sofa dan mengambil kotak perhiasan kecil itu sehingga William tersenyum lebar karena mengira Emma menerima lamarannya.
"Dua cincin pernikahan! Bagaimana dengan Owen? Chris memberiku anak laki-laki yang tampan dan pintar seperti Owen. Kamu mau memberiku dua anak laki-laki dari rahim wanita lain?" tanya Emma dengan sinis.
"Aku sudah bersumpah tidak akan berselingkuh darimu, Emma. Tetapi aku bisa menyewa rahim wanita lain untuk bayi tabung IVF jika kamu menginginkannya," jawab William tanpa ragu.
"Kamu memang gila, Will!" ujar Emma.
Emma tidak menyangka William bisa mengucapkan perkataan itu di depan Owen, yang masih kecil.
"Om gila!" kata Owen.
"Aku sangat waras, Emma! Percayalah padaku! Akulah suami yang tepat untukmu! Kamu juga istri yang paling tepat untukku!" kata William.
Emma melempar kotak perhiasan itu ke tubuh William.
"Keluar dari Mansion Watson sekarang sebelum bodyguard turun tangan!" ancam Emma.
"Pertimbangkan perkataanku, Emma! Besok siang aku akan datang lagi!" ucap William.
William yakin Emma hanya marah sebentar saja, tetapi saat Emma berpikir jernih semua perkataan dan janji tulusnya tadi, William yakin Emma pasti akan memilihnya daripada Chris.
Rocky dan para bodyguard menggiring William keluar dari Mansion Watson, sedangkan Emma menggandeng tangan Owen menuju ruang makan.
***
"Om gila itu ingin Emma menceraikan daddy dan menikah dengannya!" lapor Owen.
Saat ini Owen menyesali kenakalannya yang meminta Emma menceraikan Chris saat di Australia karena dirinya ingin Emma menjadi pasangannya saat dirinya dewasa nanti.
Jika dibandingkan dengan William yang benar-benar terlihat tidak waras itu, Owen lebih memilih Emma bersama Chris. Cinta dan kasih sayang tulus dari Chris terhadap Emma, sama sekali tidak akan bisa dipelajari ataupun ditiru oleh William.
"Apa? Sangat disayangkan putra satu-satunya Hans menjadi gila," ucap Tom dengan wajah serius.
"Harga diri dan ego nya yang tinggi membuat Will tidak bisa menerima kekalahan dari pernikahan bisnis yang batal, Pa!" duga Emma.
"Aku akan mengatur bodyguard lebih untuk menjagamu. Obsesi Will terhadapmu sudah di luar logika," kata Tom.
"Baiklah," jawab Emma.
__ADS_1
Emma tahu Tom mengkhawatirkan keadaannya sehingga tidak menolaknya.
"Aku harus memberitahu semuanya ke Chris malam ini agar Chris lebih waspada," batin Emma.
***Kamar tidur Emma***
Chris mendengarkan cerita Emma mengenai kedatangan William tadi siang dengan tenang.
"Chris! Kamu harus hati-hati! Aku takut Will akan mencelakaimu!" pesan Emma sambil memeluk erat pinggang Chris.
Saat ini Chris dan Emma sedang berbaring di atas tempat tidur. Chris menepuk punggung Emma dengan lembut untuk menenangkan istri tercintanya.
"Jangan khawatir, honey! Pak Oka sopir baruku adalah bodyguard senior dan berpengalaman. Aku akan meminta Jack mengirim beberapa bodyguard nya untuk melindungimu," kata Chris.
"Will tidak akan berani berbuat macam-macam terhadapku karena takut menyinggung Keluarga Watson sehingga kamu akan menjadi sasaran empuknya," ucap Emma dengan nada khawatir.
"Dia bilang akan datang menemuimu lagi besok siang?" tanya Chris.
"Iya," jawab Emma.
"Besok aku akan menemuinya," kata Chris.
"Kenapa?" tanya Emma penasaran.
"Agar dia melihat kemesraan kita sehingga frustasi dan berpikir berulang kali untuk menjadi pebinor lagi! Emma Watson hanya akan menjadi istri Christian seorang saja," jawab Chris dengan yakin.
"Kamu suami yang terbaik, Chris!" puji Emma sambil memberikan kecupan di pipi kiri dan kanan Chris.
Chris membalasnya dengan memberikan kecupan yang lama di puncak kepala Emma, lalu menatap intens wajah wanita yang sangat dicintainya itu.
"Kamu hanya milikku seorang, Emma! Siapapun tidak boleh merebutmu dariku!" tekad Chris.
***
Selamat malam readers. Jreng Jreng Jreng. Bagaimana pertemuan Chris dan Will? Apakah ada percikan api yang menyala?
Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya dan juga vote nya 🥰🥰
TERIMA KASIH
__ADS_1
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE