
***Mansion Watson***
Chris tiba di Mansion Watson dan menuju ruang keluarga saat Pak Gusti, kepala pelayan mansion memberitahu Chris bahwa Tom menunggunya di sana.
"Papa! Kak Dylan! Kak Liam!" sapa Chris.
"Duduklah Chris!" ucap Tom.
"Di mana Emma?" tanya Chris, karena tidak melihat sosok istri tercintanya di ruang keluarga.
"Emma menemani Owen di kamar tamu," jawab Liam.
Malam ini keluarga kecil Chris pastinya menginap di Mansion Watson sehingga Owen menempati kamar tamu yang pernah menjadi kamar tidurnya, sedangkan Chris dan Emma tidur di kamar Emma.
"Chris! Apa tindakanmu selanjutnya?" tanya Dylan.
Tom, Dylan, dan Liam yakin Jimmy menculik Owen dikarenakan ada sesuatu menyangkut Keluarga Alexander.
Tom dan kedua putranya tidak mau masa lalu Chris membuat Emma terlibat dalam hal yang mengerikan. Mungkin saja Emma menjadi sasaran selanjutnya karena orang yang terpenting dalam hidup Chris adalah Emma dan Owen.
"Besok pagi aku akan berangkat ke Amerika," jawab Chris.
"Bagus! Lakukan apa yang ingin kamu lakukan. Keluarga Watson akan mendukungmu. Jangan khawatir, Emma dan Owen akan baik-baik saja di sini," ucap Tom
"Terima kasih, Pa! Beberapa bodyguard Jack juga akan melindungi Emma dan Owen. Untuk sementara mereka berdua tinggal di mansion," kata Chris.
"Baiklah! Cepat temui Emma dan Owen. Mereka pasti sudah menunggumu," kata Tom sambil tersenyum.
Chris menganggukkan kepala dan berpamitan untuk menemui Emma dan Owen di kamar tamu.
***
"Daddy!" teriak Owen kegirangan sambil berlari dan memeluk Chris saat Chris masuk ke dalam kamar.
"Sudah mandi?" tanya Chris.
"Sudah!" jawab Owen.
Tangan Chris membelai kepala Owen dengan lembut. Saat ini Owen sudah memakai baju piyama.
Chris menatap Emma dari atas kepala hingga ujung kaki. Emma masih mengenakan gaun malam berwarna putih.
Chris menghampiri Emma dan menggenggam erat tangan wanita muda itu.
__ADS_1
"Maaf membuatmu khawatir. Seharusnya aku lebih waspada!" ucap Chris.
"Tidak apa-apa Chris! Aku percaya kamu pasti bisa menyelamatkan Owen," jawab Emma.
"Terima kasih honey!" kata Chris.
Chris mencium puncak kepala Emma dan memeluk erat tubuh istri tercintanya.
"Maafkan Owen, Pa!"
Chris melepaskan pelukan dan menoleh ke belakang. Owen menundukkan kepala dan berdiri dengan tidak tenang. Chris sangat hafal gerakan tubuh Owen pada saat melakukan kesalahan.
"Owen bilang dia sukarela bertemu Jimmy. Berbincanglah dengannya. Aku mandi dulu di kamar," kata Emma sambil menepuk punggung tangan Chris.
Ketika Owen pulang ke mansion, Emma sudah menanyakan terlebih dahulu bagaimana cara Jimmy menculik Owen dari ballroom hotel.
Kebenaran sudah terungkap jelas. Emma yakin Owen memiliki alasannya sendiri dan Chris lah yang paling berhak mencari tahu.
"Tunggu aku di kamar, honey!" pesan Chris.
Emma menganggukkan kepala,lalu meninggalkan kamar Owen, sedangkan Chris menggandeng tangan Owen dan mengajaknya ke sofa.
Owen duduk patuh dengan kepala yang masih menunduk sehingga Chris memegang kedua bahu Owen secara perlahan.
Owen mengangkat kepalanya dan menatap Chris. Air mata sudah mengalir di pipi Owen, tetapi Owen segera mengelapnya dengan tangan.
"Saat daddy dan mommy berdansa, ada rekan bisnis yang mencari kakek dan Om Dylan sehingga aku menuju pintu samping untuk melihat air mancur," ucap Owen.
Perkataan Owen sesuai dengan rekaman cctv yang diperiksa oleh Chris. Owen menghilang dari pintu samping ballroom.
"Lalu?" tanya Chris dengan suara tenang. Chris ingin Owen merasa nyaman sehingga bisa menceritakan semuanya dengan lancar.
*Aku menemukan selembar kertas kecil yang sengaja dijatuhkan oleh karyawan hotel," jawab Owen.
Owen berdiri dari sofa dan berlari kecil ke dalam kamar mandi, lalu mengambil kertas kecil dari kantong jas putih sebelum menuju ke sofa lagi.
Owen memberikan lembaran kertas kecil itu ke Chris.
"Kamu anaknya Jordan! Naiklah ke mobil hitam plat DK 1777 di tempat parkir jika ingin tahu semuanya!"
Chris mencengkeram erat lembaran kertas kecil itu. Perbuatan licik dan jahat Jimmy ini semakin membuat Chris marah.
"Jimmy! Sudah saatnya kamu menerima hukuman setimpal untuk semua kejahatanmu!" batin Chris.
__ADS_1
"Daddy! Apakah itu benar?" tanya Owen.
Air mata sudah mengalir tanpa bisa terbendung lagi di pipi Owen. Reaksi kemarahan Chris sudah membuat Owen yakin Jimmy tidak berbohong.
Chris menghela napas panjang, lalu menghapus air mata di pipi Owen. Hati Chris terasa sakit melihat tangisan Owen.
Sejak kecil Owen sangat mandiri dan tidak pernah menangis. Ini pertama kalinya Owen menangis tersedu-sedu.
Bagaimanapun juga Owen masih anak kecil. Chris memaklumi tangisan Owen disebabkan rasa ketakutan dan ketidaknyamanan akan kebenaran yang terkuak.
"Owen! Daddy tidak bermaksud menyembunyikan kebenaran ini, tetapi menunggu hingga kamu besar dan bisa menerima semuanya, daddy pasti menceritakannya. Kamu percaya sama daddy, kan?" tanya Chris.
"Owen percaya," jawab Owen sambil menganggukkan kepala dengan yakin.
"Karena kamu sudah tahu sekarang, daddy akan menceritakan semuanya untukmu," lanjut Chris.
Owen menganggukkan kepalanya sekali lagi. Air matanya sudah berhenti mengalir.
"Jordan, adik tiri daddy. Jordan dan Stella, mama kandungmu mengalami kecelakaan mobil sehingga Jordan meninggal. Daddy membawa Stella yang sedang mengandungmu pergi ke Australia. Daddy dan Stella menikah agar kamu bisa lahir dalam keluarga yang utuh, tetapi malangnya Stella menyusul Jordan setelah melahirkan kamu dengan selamat," ucap Chris.
Penjelasan Chris dimengerti sepenuhnya oleh Owen. Owen merasa bersyukur Chris membawa Stella pergi dari Keluarga Alexander sehingga dirinya tidak perlu berada di lingkungan keluarga yang buruk itu.
Chris meraih tangan Owen dan menggenggamnya erat.
"Owen! Kamu lah yang menjadi penyemangat daddy selama ini. Kehadiranmu membuat daddy bekerja keras dan tegar agar kamu bisa hidup dengan layak dan bahagia. Kamu putraku. Sekarang maupun di masa yang akan datang hingga daddy meninggal, kamu tetap putraku!" ucap Chris dengan tegas.
"Daddy!"
Owen memeluk Chris dengan erat. Walaupun Chris bukan ayah kandungnya, tetapi kasih sayang tulus Chris terhadapnya bisa dirasakan oleh Owen selama ini.
Kebenaran yang terungkap tidak akan mengubah apapun. Owen tetaplah putra Chris. Owen yakin akan hal itu.
***
Selamat malam readers. He he. Banyak yang ga rela ceritanya cepat tamat nih. Kita lanjut besok lagi ya 😂😂 karena kehaluan author masih lanjut.
Rencana langsung scene Chris ke Amerika, tetapi muncul ide lagi sehingga jadilah bab ini 😂😂
TERIMA KASIH SEMUA DUKUNGANNYA
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE
__ADS_1